Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Akad Nikah


__ADS_3

Semua orang sekarang sudah berkumpul di tenda pernikahan Rifki dan Santi, mereka menunggu akad pernikahan di laksanakan. Bagi mereka akad pernikahan itu acara yang sakral jadi mereka harus menyaksikannya.


Santi masih berjalan menuju tempat akad tersebut. Memang jarak antara kamarnya dan tempat tersebut tidak terlalu jauh. Namun, ia harus berhati-hati berjalannya karena takut dandanannya ada yang rusak.


Setelah sampai, kemudian Santi duduk di samping Rifki. Suasana itu sungguh membuat Rifki tidak bisa konsentrasi, bagaimana tidak, sekarang ia sedang duduk bersampingan dengan wanita yang ia cintai, bisa-bisa ia salting.


Sebelum akad di laksanakan, Pak Penghulu berpidato terlebih dahulu. Sambil menunggu Pak Penghulu berpidato Rifki sambil berdoa kepada tuhan.


"Ya tuhan, semoga di beri kelancaran, jangan sampe aku grogi." Doa yang Rifki panjatkan.


Sementara Santi juga merasakan hal sama yang di rasakan oleh Rifki. Jantungnya berdebar-debar apalagi ia dari tadi jadi pusat perhatian semua orang yang ada di sana.


"Akad nikah akan segera di mulai" Ucap Pak Penghulu.


Semua orang yang ada di sana buru-buru memasang mata dan telinganya untuk menyaksikan akad pernikahan tersebut.


"Bismillahirrahmanirrahim, Bapak silahkan berjabat tangan dengan mempelai pengantin pria" Kata Pak Penghulu tersebut.


"Bismillahirrahmanirrahim, Saya nikahkan dan kawinkan engkau, Saudara Michaell Rifkianda Prayoga bin Guntur Prayoga dengan putri saya yang bernama Santika Purnamasari dengan mas kawin berupa mas murni seberat 100 gram dan uang tunai sebesar 100 juta di bayar tunai"


"Saya terima nikah dan kawinnya dengan puteri bapak Santika Purnamasari dengan maskawin yang di sebutkan tersebut di bayar tunai"


"Gimana para saksi sah?" Tanya Penghulu.


Dan sontak semua orang yang ada di sana mengucapkan "Sah".


"Alhamdulillah sekarang kalian sudah menjadi pasangan suami istri, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah. Amiin" Doa dari penghulu tersebut.


Rifki sekarang sudah lega, ternyata ia bisa mengucapkan akad dengan lancar tanpa grogi sedikit pun.


Kemudian di lanjut dengan Santi mencium tangan suaminya. Sungguh melihat itu hati Rifki begitu bahagia. Walaupun Rifki tahu Santi tidak tulus dalam hatinya untuk menikah dengan Rifki tapi dengan perlakuan kecil seperti ini sungguh membuat Rifki sudah begitu bahagia.

__ADS_1


Acara tersebut di lanjut dengan pemotretan, berbagai pose mereka lakukan dari memasangkan cincin pernikahan, menunjukan buku nikah, mencium kening istrinya, saling pandang dan banyak lagi. Rifki dalam hatinya berharap pose seperti ini di perlambat saja bahkan di ulang-ulang, takut gak ke ulang lagi nantinya, mengingat Santi yang tidak tulus mencintai Rifki. Bahkan kedepannya ia tidak tahu sikap Santi akan bagaimana padanya.


Semua orang yang ada di sana menyambut bahagia pernikahan Rifki dan Santi. Tak luput juga ibu-ibu yang terkejut dengan mahar yang di berikan oleh mempelai pria untuk Santi.


"Buset bu, maharnya gede banget." Ucap salah satu ibu-ibu sambil berjalan ke dapur.


"Iya bener, beruntung banget tuh si Santi ya" jawab ibu yang satu nya lagi.


"Semoga anak saya kek gitu ya" harapan ibu yang lain.


Pembahasan tentang Mahar tang di berikan untuk Santi menjadi buah bibir lagi di sana, bagaimana tidak, baru kali ini di sana ada pernikahan yang maharnya sebesar itu. Dan kemudian pada akhirnya mereka membanding-bandingkan dengan hidup Mayang.


Tamu undangan yang datang ke sana begitu banyak. Mereka semua sampai kewalahan menyambut tamu-tamu yang hadir. Sedangkan ibu Ida, ia setelah menyaksikan akad pernikahan, ia kembali ke kamar untuk istirahat disana, ia tidak boleh terlalu capek karena kondisinya belum pulih.


Sore hari telah tiba, pesta pernikahan sudah selesai di gelar, tamu-tamu undangan sudah mulai pulang. Setelah tamu undangan pulang semua kemudian mereka istirahat sebentar kemudian membantu Pak Guntur dan Bu Mira beres-beres karena malam ini mereka akan pulang.


"Mamah sama papah mau pulang sekarang?" Tanya Rifki.


"Papah bisa aja" Jawab Rifki sambil menunjukan muka yang sepertinya sejenak berpikir.


"Gak usah di pikirin dari sekarang" Goda Pak Guntur lagi.


"Dasar cowok mesum" Ucap Santi pelan yang masih terdengar oleh Bu Mira.


"Laki emang gitu" Ucap Bu Mira imut berbicara.


"Kalian tuh yang mikirnya aneh-aneh, orang bukan mikirin itu." Ucap Rifki sedikit kesal.


"Tu tu tuu anak mamah jangan marah" ucap bu Mira menggoda Rifki. Dan itu membuat mereka tertawa.


"Tante udah gak usah goda suami aku" Ucap Santi yang tak tega melihat Rifki malu.

__ADS_1


"Panggil Mamah jangan Tante" Perintah Bu Mira.


"Cie sekarang manggilnya suami aku" Goda Rifki.


"Di belain juga malah ngeledek" Ucap Santi Kesal.


"Sudah-sudah kalian nih pengantin baru bukannya happy-happy malah ribut." Ucap Bu Mira.


"Iya Mah" Ucap Rifki dan Santi bareng.


"Cie udah sehati ya" Goda Pak Guntur.


Sekarang jam menunjukan pukul 08 malam, Setelah pamitan sama Pak Agus dan Bu Ida sambil menitipkan Rifki, mereka pulang. Rifki dan Santi tidak ikut mengantarkan sampai ke depan mobil, karena jarak nya kan lumayan jauh. Mereka di larang karena takut mengurangi jatah malam pertama mereka.


.


.


.


.


.


.


Penasaran dengan malam pertamanya?


Yu ikuti terus cerita nya 🐾


Jan lupa follow ig author @reeyanraa

__ADS_1


Mon mff kalo masih banyak typo 🙏


__ADS_2