
***
Di Rumah Sakit, saat ini Bu Mira dan Pak Guntur hendak pulang duku sebentar untuk mengambil pakaian ganti untuk Rifki.
"Mamah pulang dulu ya San" Ucap Bu Mira yang hendak pergi pulang dulu sebentar.
"Jaga istri kamu baik-baik" Sambungnya kepada Rifki.
"Aaaa mama pengen ikut pulang" Rengek Santi yang sudah bosen di Rumah Sakit terus.
"Nanti tunggu dokter dulu, siapa tahu hari ini udah bisa pulang ya sayang" Jawab Bu Mira.
"Ya udah mama sama papa pamit, nanti mungkin malem mamah kesini lagi ya" Sambungnya berpamitan.
"Jangan lupa bawa makan mah" Sahut Rifki yang sudah merasa kelaparan.
"Eh iya lupa kamu belum makan ya dari pagi, beli aja dulu buat ganjal perut, punya uang nya nggak?" Bu Mira yang mulai khawatir dengan kondisi anak semata wayangnya itu.
"Nggak ada mah" Jawab Rifki sambil menggelengkan kepalanya.
"Ya udah pah, kasi tuh anaknya buat makan" Pinta Bu Mira pada suaminya.
__ADS_1
"Aku sebenarnya malu loh mah" Ucap Rifki ketika menerima uang yang di berikan oleh Pak Guntur.
"Udah-udah, kita pulang dulu ya" Bu Mira yang tidak menghiraukan apa yang anaknya ucapkan.
Bu Mira dan Pak Guntur pun segera pulang dan meninggalkan mereka berdua di sana, tidak lama setelah itu, dokter datang untuk memeriksa keadaan Santi.
"Gimana dok keadaan istri saya?" Tanya Rifki menanyakan kondisi keadaan istrinya.
"Istri bapak keadaannya sudah lumayan membaik" Jawab Dokter.
"Kapan saya bisa pulang dok?" Tanya Santi yang tidak sabar sudah ingin keluar dari Rumah Sakit itu.
"Jika bapaknya bisa memastikan benar-benar bahwa bisa menjaga ibu dengan baik maka hari ini juga ibu bisa pulang dari sini" Jawab Dokter, keputusan ada di tangan mereka berdua.
"Sayang ih aku udah bosen" Rengek Santi mendengar keputusan suaminya itu.
"Aku takut kamu nanti kenapa-napa lagi kaya kemarin, ujung-ujungnya kan harus kesini lagi" Rifki yang khawatir akan hal seperti kemarin terulang lagi.
"Itu memang lebih baik pak, biar terkontrol juga kondisinya setiap saat oleh kami" Dokter yang juga setuju dengan keputusan yang Rifki ambil.
"Tuh dengerin yang" Ucap Rifki pada istrinya yang ngeyel itu.
__ADS_1
"Serah kamu aja dah" Santi yang mulai kesal, terlihat sekali dari raut wajah dan bibirnya yang sudah manyun itu.
"Ibu gak boleh gitu, menuruti apa kata suami itu termasuk pahala bu, apalagi ini untuk kebaikan bersama, ridho seorang istri itu ada pada suami" Ibu Dokter yang sepertinya merangkap dobel jadi penceramah.
"Ih yang maaf ya" Santi yang merasa bersalah ketika mendengar apa yang Ibu Dokter katakan.
"Iya udah gak papa, mungkin ini bawaan bayi nya dok gini, emang suka gini kadang-kadang dok" Jawab Rifki yang juga gak mau melihat istrinya malu.
"Bapak yang sabar ya, jadi seorang ayah itu tidak mudah" Ucap Dokter memberikan motivasi.
"Iya dok makasih" Jawab Rifki.
"Kalau gitu saya keluar dulu ya pak, bu" Ucap Dokter.
"Permisi" Sambungnya sambil meninggalkan mereka berdua.
.
.
.
__ADS_1
Hallo Reyreader gimana nih ceritanya? Makasih ya udah setia sampai part ini, semoga tetap semangat. Yu ikuti terus ceritanya 🐾 Mon mff masih banyak typo 🙏