
Santi sudah mulai membaik keadaannya, ia sudah bisa menenangkan dirinya, sedangkan Tika terus membantu dan menjaganya di sampingnya.
"Makasih ya kamu udah mau nolong aku" Ucap Santi yang belum tahu siapa orang yang menolongnya itu.
"Iya sama-sama" Jawab Tika.
"Bu Mira sama Rifki nya kemana?" Sambungnya menanyakan keadaan Rifki dan Bu Mira, bisa-bisa mereka meninggalkan Santi yang sedang sakit sendirian.
"Kamu kenal sama mereka?" Tanya Santi yang heran sepertinya orang di sampingnya itu tahu banyak tentang suami dan ibu mertuanya.
"Kenal banget, malahan udah kaya keluarga" Jawab Tika apa adanya.
"Hah?" Santi yang terkejut dan masih bingung dengan perkataan orang yang ia tak tahu siapa dia.
"Tunggu, kenalin dulu nama aku Tika, kamu gak usah khawatir, aku gak ada niatan apa-apa, aku sama Rifki tuh dulu sahabatan" Ucap Tika membeberkan fakta yang sebenarnya, takutnya Santi salah paham dengan perkataannya.
"Terus?" Tanya Santi yang mulai curiga, ia curiga wanita itu sepertinya ada apa-apa.
"Ya karena aku nikah dan harus kerja di sini makanya aku pindah ke sini, dan kebetulan kemarin kita ketemu lagi di sini." Jawab Tika.
"Maaf ya aku udah berprasangka buruk sama kamu" Santi yang merasa bersalah, sepertinya wanita di sampingnya itu benar-benar sahabatnya, Toh juga ia tidak perlu curiga karena dia sudah punya keluarga juga.
"Iya gak papa aku juga ngerti, itu emang bawaan bayi gitu, aku juga sama dulu" Jawab Tika yang sudah mengerti.
"Udah punya anak?" Tanya Santi.
"Anak aku udah dua tahun" Jawab Tika.
__ADS_1
"Pantesan udah berpengalaman banget" Kata Santi pada Tika yang ia rasa sudah punya pengalaman banyak.
"Hahaaa iya pasti lah udah ngerasain juga kan" Jawab Tika sambil tertawa.
"Kamu tuh masih lemah gak boleh banyak gerak dulu" Sambungnya mengingatkan.
"Iya, aku tadi mau minum" Jawab Santi.
"Emang si Rifki itu kemana? Euh punya istri bisa-bisanya di tinggalin" Gerutu Tika sengaja mau melihat reaksi Santi ketika ia berusaha menjelek-jelekkan suaminya.
"Mungkin dia lagi ada perlu" Jawab Santi membela suaminya.
"Awas aja aku ketemu langsung di omelin tuh" Ancam Tika masih terus ingin melihat reaksinya lebih lanjut.
"Gak boleh kamu itu ih" Ucap Santi sambil menatap mata Tika.
"Nggak bercanda ih" Jawab Tika sambil tertawa puas melihat reaksi istri sahabatnya itu.
"Tika kamu udah di sini?" Tanya Bu Mira yang melihat sudah ada Tika di hadapannya.
"Iya mah, untung aja ada dia, tadi aku hampir saja jatuh" Santi yang menjawab membeberkan fakta yang ada.
"Apa? Maafin kita ya tadi habis sholat dulu" Bu Mira kaget mendengar itu.
"Iya yang, aku pikir tadi kamu gak bakal bangun dulu" Rifki yang juga kaget mendengarnya.
"Emang kamu itu ya gak bisa jaga istri satu juga, apalagi kalau banyak." Gerutu Tika yang sudah tidak asa-asa lagi pada sahabat lamanya.
__ADS_1
"Kamu tuh harusnya bisa jagain istri kamu, apalagi istri lu itu lagi hamil, anak lu itu, bisa-bisanya lu tinggalin sendirian" Sambungnya.
"Udah ih" Santi yang tidak mau suaminya di omelin terus.
"Ya dia gak terima suaminya aku omelin Tan" Tika yang seolah-olah ngadu pada Bu Mira.
"Kalian tu benar-benar ya" Bu Mira yang tidak habis pikir dengan mereka.
"Aku suka aja Tan, istrinya Rifki ini gampang akrab gitu, jadi kan ke aku nya gak sungkan" Ucap Tika.
"Selain itu, dia juga baik Tik, cuma ya gitu kalo pengen mesra-mesraan gak tau tempat" Ucap Bu Mira dengan niat meledek anak dan menantunya itu
"Biasalah gitu Tan anak muda, apalagi masih pengantin baru" Jawab Tika yang ia juga dulu merasakan hal yang sama.
Dan percakapan itu di akhiri dengan tertawa bersama, celotehan-celotehan yang keluar itu membuat mereka tak tahan untuk tertawa. Rasanya mereka ini sudah seperti keluarga sendiri yang tak sungkan lagi.
Dengan tertawa bersama mungkin sedikit membuat hati Tika sedikit bahagia, karena kebahagiaan tak ia dapatkan selama ia berada di rumah.
.
.
.
.
Hallo Reyreader gimana nih ceritanya? Akrab banget ya mereka kaya gak punya masalah aja.
__ADS_1
Yu ikuti terus ceritanya 🐾
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏