
Part ini mengandung percakapan-percakapan dewasa walaupun tidak begitu vulgar karena author juga sudah menyesuaikan, tolong jangan buat rusuh, jangan buat keonaran, untuk yang tidak suka boleh di skip aja!
Setelah kebahagiaan melanda Mayang dan Aryo setelah mendapatkan informasi yang ia dapatkan, kemudian mereka teringat dengan uang yang mereka dapatkan hasil merampok Santi dan Bu Mira, mereka bingung, kau di apakan uang itu.
Mereka kemudian sepakat untuk membelikan uang itu pada minuman keras untuk bersenang-senang. Rupanya Mayang punya rencana lain di balik itu semua.
Dua gelas miras telah mereka habiskan masing-masing, rupanya mereka sudah keloyongan pusing, kepala mereka rasanya berputar, mungkin itu efek dari minuman yang mereka minum.
Selain itu badannya terasa gerah, bukan hanya Aryo tapi juga Mayang, apa jangan-jangan Mayang telah menyusun rencana sebagaimana dulu ia menjebak Rifki.
Dengan diberikannya obat perangsang pada minuman yang mereka minum, maka akan semakin mudah untuk Mayang merayu Aryo. Sekarang yang Mayang ingin dapatkan adalah kepuasan, sana sekali ia tidak ingin menjebak Aryo untuk menikahinya, semata-mata hanya untuk memuaskan hasrat biologisnya.
"Yo, lu normalkan?" Ucap Santi pada Aryo, Santi sengaja menanyakan itu, karena dengan begitu hasrat Aryo bisa terpancing.
"Maksud lu apa?" Tanya balik Aryo heran, walaupun dalam hati kecilnya Aryo tahu maksud dari pertanyaan Mayang.
Kemudian Mayang menatap Aryo dengan tatapan tajam, seolah memberikan kode bahwa ia menyerahkan seluruh tubuhnya untuk di apa-apakan.
Di tengah panasnya tubuh yang membara, Aryo menahan itu semua, karena ia juga tahu bagaimana Mayang, jangan sampai ia terjebak dalam perangkap yang telah Mayang buat.
__ADS_1
"Ayo lah Yo" Ajak Mayang pada Aryo.
"Gue takut lu akan meminta yang lebih nantinya" Jawab Aryo mengungkapkan ketakutannya.
"Maksud lu?" Tanya Mayang yang tidak paham dengan yang Aryo ucapkan.
"Gue takut lu akan menjebak gue untuk mempertanggungjawabkan anak yang ku kandung, dan menyebar hoax bahwa itu anak gue" Aryo yang berusaha untuk menjelaskan.
"Lebih baik gue puasin diri gue sendiri daripada itu semua terjadi." Sambungnya.
"Gue hanya menginginkan itu semua, gue udah gak peduli dengan anak yang gue kandung, mau punya bapak atau enggak, gue hanya ingin hasrat gue terpenuhi udah itu aja" Ucap Mayang menjawab ketakutan yang Aryo rasakan.
"Dan sial anak ini, kalo perlu gue lakuin aborsi aja sekalian, gue udah gak peduli" Tuturnya.
Aryo hanya terdiam dengan berusaha menahan hasratnya yang menggebu-gebu itu.
"Ayo lah Yo, Plis, gue janji gak bakal menjebak lu, gue hanya ingin lu memenuhi nafsu gue aja" Rayu Mayang lagi dan lagi.
"Tapi ini masih siang, gue juga takut nanti di gerebek warga." Jawab Aryo mengungkapkan ketakutan lainnya.
__ADS_1
"Gue janji gak berisik Yo" Santi berjanji untuk menenangkan Aryo supaya mau melakukannya.
"Tapi..." Aryo yang masih ragu dengan apa yang akan di perbuatnya, walaupun itu semua berbalik dengan keinginan hawa nafsunya.
"Ayolah Yo" Rayu Santi sambil menarik Aryo ke dalam kamarnya.
Apalah daya Aryo, ia hanya laki-laki normal biasa. Juga juga mempunyai hasrat yang harus terpenuhi, ia juga manusia.
Sebelum ia putus dari Santi, Aryo ini laki-laki baik, ia senantiasa menjaga pandangannya, menjaga tingkah lakunya, ia hanya fokus pada Santi saja, tapi apa yang terjadi, ketika ia berusaha serius pada Santi, Santi memilih untuk meninggalkannya untuk kuliah, padahal Aryo sendiri siap untuk menunggu.
Semenjak itu, Aryo prustasi dan ia tak jarang meluapkan amarahnya pada wanita bayaran yang di jadikannya budak pemuas nafsunya. Semenjak saat itu, sekarang ia tidak bisa menahan diri jika bersangkutan dengan kebutuhan biologisnya.
"Aaaaaaaaa" Suara mereka yang sedang merasakan surganya dunia, walaupun Mayang sudah berjanji tidak akan berisik, namun terkadang mulut itu mengeluarkan suara sendiri tatkala merasakan apa yang kita rasakan.
.
.
.
__ADS_1
Yu ikuti terus ceritanya 🐾
Mon mff kali masih banyak typo 🙏