
Part sebelumnya
Padahal yang di pikirkan Rifki saat itu bagaimana cara agar nafsu nya itu bisa tersalurkan, jika tidak maka akan sangat mengganggu semua kegiatan Rifki termasuk ujian itu.
"Sial, jika aku tidak melakukannya bisa - bisa aku tidak lulus gara - gara gak fokus belajar" batin Rifki.
"Pokoknya malam ini aku akan berusaha mencari wanita yang mau melakukannya, sekalipun aku harus bayar mahal" sambungnya.
. . . .
Rifki sudah sampai di rumah, ia langsung bersih - bersih badan terus rebahan di kasur sambil mengotak-atik handphone-nya. Ia membuka media sosialnya untuk mencari wanita yang kiranya mau diajak untuk menemaninya malam itu.
Matahari sudah hampir terbenam, hingga saat itu belum menemukan wanita yang mau menemaninya. Memang sulit mencarinya itu, apalagi mencari yang bisa jaga privasi, jangan sampai ada orang yang tahu bahwa Rifki pernah menyewanya untuk menemani satu malam.
Hari sudah gelap, jam dinding sekarang menunjukan pukul 08.00, wanita yang Rifki cari sudah ia temukan, rencananya mereka akan ketemuan di suatu hotel, dengan tarif 1 juta per malam di tambah kamar yang di pakai harus Rifki yang bayar. Tapi buat Rifki tidak masalah, uang segitu tidak ada apa-apa nya buat orang kaya seperti mereka.
Rifki saat itu sedang mengganti pakaian, setelah itu ia mengambil dompetnya dan keluar dari kamar, mereka janjian pukul 10 tapi karena Rifki akan mengambil uang dulu di ATM dan takut macet makanya Rifki pergi lebih awal.
Rifki berjalan keluar dari kamar sambil melamun, ia sudah membayangkan betapa senang nya ia nanti, hasratnya yang sudah ia tahan-tahan sebentar lagi akan ia salurkan.
"Tunggu ya juniorku nanti kita akan bermain dan membuatmu senang" batin Rifki.
"Ah aku sudah tidak bisa membayangkan betapa nikmatnya nanti" sambungnya.
__ADS_1
"Juniorku tunggulah sebentar lagi" sambungnya lagi dalam hati dengan ekspresi muka senyum tipis tanda sudah menikmati suasana itu.
Di tengah bayangannya itu tiba tiba orang tua Rifki menyapa nya, mereka bingung kenapa anaknya ini senyum - senyum sendiri seperti orang gila.
"Mau kemana kamu nak?" tanya mamah Rifki.
"Eh mamah ngagetin aja" sontak Rifki kaget.
"Ini Rifki mau nongkrong mah sama temen" sambung Rifki.
"Tapi pulangnya jangan kemalaman yak, inget lagi ulangan buat kelulusan" ucap Pak Guntur mengingatkan.
"Kaya nya aku nginap deh Pah, soalnya jaraknya jauh, aku pulang pagi aja yang penting jam 5 aku udah di rumah" jawab Rifki.
"Udah mah tadi pulang sekolah udah belajar" jawab Rifki berbohong.
"Ya udah terserah kamu aja, yang penting nilai kamu harus bagus buat melanjutkan ke universitas nanti" Pinta Pak Guntur.
"Iya Pah tenang aja" ucap Rifki meyakinkan, padahal dalam hatinya ia ragu juga dengan nilainya secara akhir-akhir ini ia tidak fokus belajar.
Rifki pun pergi, malam itu ia mengendarai mobil papahnya, ia masih di larang menggunakan motor trailnya karena masih khawatir karena kondisinya yang belum benar-benar sehat.
Rifki waktu itu mampir di ATM dan langsung pergi menuju hotel yang di janjikan mereka berdua, namun Rifki di perjalanan terkena macet panjang sehingga ia harus menunggu beberapa jam untuk bisa melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
Sekarang sudah pukul 10.15 malam, wanita itu sudah terus menelpon Rifki.
"jika tida serius maka saya akan mencari pelanggan lain" kata wanita itu.
Rifki pun meminta maaf dan ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, namun ia kembali macet di perjalanan menuju hotel itu.
.
.
.
Bagaimana kisah selanjutnya?
Apakah Rifki jadi melakukanya?
Atau di Cancel karena Rifki telat?
Yo ikuti terus ceritanya🐾
Jan lupa follow ig author @reeyanraa
Mon mff kalo masih banyak yang typo🙏
__ADS_1