Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Kecurigaan Warga


__ADS_3

Semua orang yang ada di sana sudah lega karena berhasil memadamkan api tersebut. Walaupun sudah tidak ada yang terselamatkan lagi dari rumah itu tapi setidaknya api sudah tidak dapat merambat pada benda di sekitarnya.


"Alhamdulillah ya bapak-bapak ibu-ibu semua api telah berhasil di padamkan" Ucap alah satu warga yang sudah lega karena api yang membakar itu sudah dipadamkan. Walaupun ya tidak maksimal, masih banyak arang panas yang belum tersiram air tapi setidaknya sudah tidak ada api yang menyala.


"Iya pak, walaupun ya sudah tidak ada yang bisa terselamatkan lagi" Jawab salah seorang warga lagi yang memang sepertinya sudah tidak ada barang satu pun yang bisa terselamatkan.


"Yang namanya musibah ya bapak-bapak ibu-ibu tidak ada yang tahu" Ucap Pak Rt ikut berbicara.


"Tapi sepertinya ini ada unsur kesengajaan pak, sepertinya ada yang sengaja membakar rumah ini" Ucap bapak-bapak pakai baju abu yang curiga karena kebakaran ini sepertinya ada yang sengaja membakar.


"Pemikiran saya juga gitu pak" Sahut ibu-ibu yang memakai kerudung kuning yang ia juga sama curiga dengan kejadian ini.


"Tapi kita disini belum punya bukti apa-apa, tapi saya akan usut tuntas kasus ini jika memang ada yang sengaja membakar" Jawab Oak Guntur di tengah-tengah para warga yang sedang unjuk dengan kecurigaannya.


"Maaf ya pak, tadi saya melihat ada dua orang yang memakai jaket hitam dari arah sini" Ucap Salah seorang warga yang rumahnya tidak jauh dari sana memberikan kesaksian.


"Ah yang bener pak?" Tanya salah seorang warga lagi meyakinkan kesaksian bapak yang tadi.


"Iya saya juga liat bapak-bapak, orang itu sepertinya membawa sesuatu" Sahut bapak yang baju merah membenarkan kesaksian yang sama.


"Biar nanti polisi saja yang menyelidiki ya bapak-bapak" Ucap Pak Guntur supaya tidak terjadi kecurigaan yang salah disana.

__ADS_1


"Eh ngomong-ngomong Pak Agus ini kemana?" Tanya seorang warga yang baru ngeuh memang Pak Agus sedari tadi tidak ada disana.


"Astagfirulloh, iya Pak Agus kemana" Ucap seorang warga lagi yang mulai panik.


"Jangan-jangan Pak Agus di dalam lagi"


"Jika benar di dalam maka Pak Agus bisa di pastikan sudah tidak bisa di selamatkan"


Kepanikan demi kepanikan dari seluruh warga disana yang masih terus bersahutan. Mereka mengutarakan dengan pendapat-pendapat mereka tentang keberadaan Pak Agus. Dari mulai yang berpendapat bahwa Pak Agus terjebak di dalam bahkan ada yang berpendapat bahwa Pak Agus di culik bersama irang baju hitam tadi.


"Saya harus mencari Pak Agus di dalam sana" Ucap Pak Guntur yang hendak berjalan ke dalam rumah yang sudah menjadi abu itu.


"Jangan dulu pak, takutnya masih banyak arang panas yang bisa membahayakan" Ucap Pak Rt yang melarang Pak Guntur kesana.


"Ya alloh Pak ini bagaimana kita harus memberitahu Santi dan Rifki" Ucap Bu Mira yang dari tadi ia kepikiran akan bagaimana ia menghubungi Santi. Apakah Santi akan baik-baik saja jika mengetahui ini terjadi. Tapi sudah bisa di pastikan ia akan sangat terpukul apalagi jika mendengar kabar soal ayah nya.


"Coba di telpon aja bu" Saran ibu-ibu yang ada di sana.


"Mereka tidak ada yang membawa hp, handphone nya tertinggal di rumah dan mungkin sekarang sudah hangus terbakar" Jawab Bu Mira.


"Udah mah besok saja kita kesana, sekarang sudah malem, takutnya jika kesana sekarang puskesmas nya juga sudah tutup" Ucap Pak Guntur menenangkan Bu Mira di tengah kepanikannya.

__ADS_1


"Ya sudah lah gimana baiknya aja pah" Jawab Bu Mira.


Di balik pohon sana ada dua orang yang sedang mengawasi gerak-gerik mereka semua. Mereka senang karena rumah itu sudah lenyap terbakar. Rupanya mereka berdua sepertinya dalang di balik semua ini.


"Akhirnya rencana kita berhasil"


"Tidak pernah ada yang sia-sia ketika bekerja sama denganku"


.


.


.


.


.


.


Siapa yang sengaja membakar rumah itu?

__ADS_1


Bagaimana keadaan Pak Agus?


Bagaimana jika Santi mengetahui keadaan yang terjadi?


__ADS_2