
Matahari sekarang sudah benar-benar terbenam, siang yang cerah telah berganti. Adzan Maghrib sudah berkumandang. Rifki ia sedang bersiap-siap untuk pergi sholat berjamaah. Semenjak menikah dengan Santi sekarang ia jadi tidak pernah lupa sholat. Ia selalu sholat tepat waktu dan tidak pernah satu waktu oun meninggalkan nya.
Sebelum berangkat Rifki pamit dulu sama istri tercintanya. "Yang aku sholat Maghrib dulu ya"
"Jangan lama-lama ih" Jawab Santi yang tidak bisa jauh-jauh dari Rifki.
"Masa sholat buru-buru kan gak baik" Ucap Rifki menjawab perkataan Santi dengan fakta.
"Ya udah deh"
Rifki pun pergi untuk melaksanakan sholat berjamaah di mushola Puskesmas itu, sementara Santi masih terbaring lemas.
Terlihat dari luar ruangan itu ada yang sedang berjalan ibu-ibu menuju ruangan Santi. Dan itu tiada lain ibu Mira.
"Santi, kamu udah baikan nak?" Tanya Bu Mira sambil menyimpan sesuatu ke meja dekat Santi itu.
Kemudian Santi cium tangan dengan mertuanya itu. Ia berusaha menjadi menantu yang baik "Alhamdulillah mah"
"Ini mamah bawakan bubur lagi untuk kamu, yang tadi udah di makan?" Ucap Bu Mira menunjuk ke arah kantong yang di simpan itu
"Udah mah, makasih ya udah repot-repot" Jawab Santi.
"Nggak ko, mantu kesayangan mamah tidak pernah ngerepotin" Ucap Bu Mira sambil membelai rambut menantunya itu.
"Mamah bisa aja, mamah sendiri kesini?" Tanya Santi yang memang tidak melihat Pak Guntur disana.
"Enggak, mamah sama papah" Jawab Bu Mira.
"Terus papahnya mana?" Tanya Santi lagi sambil melihat sekeliling.
"Papah lagi sholat dulu bareng sama Rifki ke mushola, mamah lagi ada halangan jadi langsung kesini" Jawab Bu Mira.
"Oh iya, tadi ayah kamu titip pesan sama mamah, katanya ayah kamu kesini nya besok pagi aja" Sambungnya menyampaikan pesan dari Pak Agus yang tidak bisa menjenguk Santi saat ini.
"Oh iya mah gak papa" Jawab Santi
__ADS_1
"Mamah sama papa gak usah nginep disini ya, lagian kan disini ada Rifki" Ucap Santi sambil tertawa dengan nada bercandanya itu.
"Ngusir ni ya?" Jawab Bu Mira datar.
"Ih nggak gitu mah" Ucap Santi takut mertuanya menganggap serius.
"Iya, iya mamah juga ngerti. Pengen berduaan sama Rifki kan?" Tanya Bu Mira menggoda menantunya itu.
"Ih mamah gitu" Jawab Rifki sambil tersenyum.
"Gak usah malu gitu, mamah juga pernah muda. Apalagi pas mamah hamil Rifki dulu tuh bawaannya pengen deket mulu sama papahnya" Ucap Bu Mira menceritakan pengalamannya.
"Ih ko bisa sama gitu ya mah" Jawab Santi yang memang ia juga merasakan hal tang sama sekarang.
"Kamu juga?" Tanya Bu Mira meyakinkan.
"Iya hehe" Jawab Santi sambil malu gitu karena bisa-bisa ia tak sadar sedang curhat dengan mertuanya. Tapi ya lanjut terusss.
"Itu mungkin faktor bawaan bayi, tapi bagus tuh buat keharmonisan keluarga gitu" Ucap Bu Mira sambil tersenyum-senyum.
"Aku takutnya Rifki risih mah" Ucap Santi memberitahu kan kekhawatirannya.
"Nanti mamah kasih tau deh" Sambungnya lagi
"Ih jangan dong mah" Ucap Sabti, jangan sampai suaminya tahu itu. Bisa-bisa ia malu di ejekin suaminya.
"Kenapa jangan?. Udahlah sama suami tuh gak usah malu-malu, tar nyesel loh" Ucap bu Mira menggoda Santi lagi dan lagi.
"Yaudah deh terserah mamah yang udah berpengalaman" Jawab Santi pasrah dan tertawa kecil.
Tak terasa sudah hampir lima belas menit mereka berbicara. Memang kalo ngebucin tuh sampai bisa lupa waktu.
"Assalamualaikum" Ucap Rifki sambil membuka pintu dan berjalan masuk.
"Waalaikumsallam" Jawab Bu Mira dan Santi.
__ADS_1
"Udah selesai Yang?" Tanya Santi
"Kan harus buru-buru perintah kamu nya" Jawab Rifki menggoda istrinya itu.
"Ih kamu mah bisa aja" Ucap Santi yang mukanya mulai memerah, ia malu di godain suami dan mertuanya.
"Papa kamu dimana Ki?" Tanya Bu Mira di tengah keromantisan anak dan mantu nya itu.
"Cie kangen ya?" Rifki yang menggoda mama nya itu.
"Apaan si kamu, tuh istri kamu yang udah kangen mah sama kamu" Jawab Bu Mira yang kembali menggoda mereka berdua.
"Apa iya?" Tanya Rifki meyakinkan.
"Tanya aja noh" Jawab Bu Mira sambil tertawa kecil.
"Kalo di tanya orang tua tuh di jawab gak usah kemana-mana" Sahut Santi mengalihkan topik. Ia masih gengsi jika Rifki menanyakan itu dan ia harus jawab jujur.
"Tadi papa mau beli makan dulu katanya" Ucap Rifki.
"Papa kamu tuh emang ada-ada aja, kan mamah ini bawa nasi" Jawab Bu Mira.
"Mungkin pengen lauk yang aneh mah" Ucap Rifki membela ayahnya itu.
"Oh ya sudah lah"
.
.
.
.
Bagaimana kisah selanjutnya?
__ADS_1
Yu ikuti terus cerita nya 🐾
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏