
Hari telah berganti, namun pertengkaran itu belum juga damai. Semalam Rifki rela tidur di lantai karena memang Santi tidak mau tidur bareng dengan nya. Kebenciannya saat ini tidak bisa terkontrol, sampai Rifki rela melakukan apapun yang Santi inginkan walaupun harus tidur di lantai. Karena Rifki pikir ini bukan waktu yang tepat untuk berdebat tentang masalah itu.
Pagi ini mereka kembali di bangunkan oleh suara adzan subuh. Namun, berbeda dari pagi kemarin yang mana mereka melakukan sholat berjamaah. Pagi ini mereka sholat masing-masing karena kata Santi ia tidak mau jadi makmum dari imam yang tidak punya moral.
Oke Fine.... Rifki mengikuti semua kemauan Santi. Sekalipun itu membuat hatinya sedikit sakit. Namun, ia sadar semua itu juga karena kesalahannya jadi ia pikir Santi merasakan sakit yang bahkan lebih dari yang sekarang ia rasakan.
Setelah selesai sholat Santi kemudian memilih untuk bersih-bersih halaman, karena jika ia terus berada di kamarnya ia tidak sanggup harus terus melihat orang yang ia benci di sana.
Keringat sudah bercucuran di wajah Santi yang putih itu, karena sudah hampir selesai Santi menyapu halaman rumahnya. Terlihat memang makin glowing jika Santi berkeringat. Pantas saja Rifki selalu ingin berolahraga dengan Santi sampai bercucuran keringat.
Dari kejauhan terlihat ibu-ibu yang sedang berjalan hendak pergi ke kebun. Ketika mereka melihat Santi meteka langsung berbisik-bisik. Entah apa yang di bicarakan mereka tentang Santi itu.
"Pagi bu ibu." Santi menyapa ibu-ibu yang lewat di depan halamannya itu.
"Pagi juga" Jawab salah satu ibu-ibu itu.
"Ibu kenapa liatin saya begitu?" Tanya Santi heran kepada mereka yang dari tadi memandang Santi aneh begitu.
"Saya hanya kasihan sama kamu" Jawab salah satu ibu itu.
"Kenapa kasihan bu?. Kalau saya sih malu tuh sama kelakuannya" Tanya ibu yang satunya lagi.
"Saya juga sama bu, sampe nyesel doain anak saya punya nasib yang sama, sama si Santi" Ucap ibu baju merah.
"Saya juga sama bu nyesel. Tadinya sih pengen anak saya punya suami gitu. kaya, tampan, baik kaya si Rifki. Eh pas udah tahu kelakuannya amit-amit dah" Ucap ibu kerudung hijau ikut nimbrung.
__ADS_1
"Ibu-ibu ini kenapa ngomongin saya?. Emang ada yang salah dengan saya bu?" Tanya Santi yang masih bingung dengan ucapan para ibu-ibu tersebut.
"Udah lah gak usah di tutup-tutupi lagi saya juga sama ibu-ibu semua udah tahu ko." Jawab ibu kerudung hijau.
"Tau apa bu?" Tanya Santi.
"Tau kalau kamu sama Mayang tuh nasib nya gak beda jauh kan. Ternyata dugaan kita tuh salah ya mikir kamu punya nasib baik eh tau nya sebelas dua belas sama si Mayang." Ucap ibu baju merah itu.
"Video tentang pengakuan Mayang meminta pertanggungjawaban si Rifki, sama ucapan kamu yang membuktikan kamu hamil duluan itu udah nyebar di medsos kalii" Sambung ibu itu.
"Makanya jadi cewek tuh punya kehormatan di jaga gak usah di obral murah meriah. Kan jadinya gini. Harus nikah sama laki-laki hidung belang yang harus mempertanggungjawabkan wanita lain lagi" Kata ibu kerudung hijau.
"Iya, kasian banget gak sih bu ibu?. Harus di madu sama si Mayang. Makanya bilangin sama suami kamu tuh punya burung gak usah nebar benih di mana-mana." Ucap ibu baju merah memperpanas suasana.
"Eh bu ibu, Kan sama. Laki sama bini sama-sama ekhemm" Ucap ibu kerudung putih yang ikut nimbrung pembicaraan itu.
Air matanya mengalir tak terbendung lagi. Ia sudah tidak tahan, kemudian ia lari ke rumah karena ibu-ibu terus menjelekan nya.
Santi hanya bisa menangis di pojokan kamar. Semua omongan orang-orang tentang hidupnya begitu perih untuk di terima. Bahkan mereka sekarang merasa jijik dengan hidup Santi atas apa yang mereka ketahui itu.
"Yang, kamu nangis lagi kenapa?" Tanya Rifki.
"Aku minta maaf ya" Sambungnya yang tidak tega melihat Santi terus menangis.
"Kamu udah puas sekarang. Setelah semua yang telah terjadi sama aku, sekarang ibu-ibu kampung menjelekkan aku. Video tentang pengakuan Mayang sudah tersebar di medsos. Dan semua orang sudah mengetahuinya. Mereka semua sampai jijik melihat aku serelah apa yang mereka ketahui itu." Ucap Santi sambil menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
Mendengar itu Rifki sangat kaget. Bagaimana bisa ada orang yang memvideokan pertengkaran kemarin itu. Kemudian ia membuka Instagram nya dan benar saja sudah banyak orang yang membicarakan itu. Memang berita di medsos itu akan cepat tersebar luas.
Rifki tidak tahu siapa dalang di balik menyebarnya video tentang pengakuan Mayang itu, karena sudah banyak orang yang posting. Apa mungkin Mayang yang memvideokannya kemudian ia posting? Tapi mana mungkin ia bisa memvideokannya secara ia kan berada di video itu.
.
.
.
.
.
.
Bagaimana kisah selanjutnya?
Siapa kira-kira yang menyebarkan video itu?
Apa mungkin Mayang?
Yu ikuti terus cerita nya 🐾
Jan lupa follow ig author @reeyanraa
__ADS_1
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏