Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Sakit


__ADS_3

Part sebelumnya:


Sudah beberapa orang maju ke depan untuk perkenalan, sekarang waktunya gadis cantik itu maju ke depan. Rifki sudah tidak sabar ingin kenal dengan gadis itu, ia sudah memasang telinganya supaya ia tahu tentang siapa gadis itu.


"Hallo semuanya, perkenalkan nama aku Santika Purnamasari biasa di panggil Santi, aku dari kampung, bisa sekolah disini karena aku dapat beasiswa, orang tua aku di kampung bekerja sebagai seorang petani, aku disini merantau dan tinggal di kost, disini juga aku kuliah sambil bekerja untuk biaya hidup aku dan bantu-bantu orang tua aku" ucap gadis itu, kemudian dia duduk lagi.


"Oh jadi gadis itu namanya Santi, dia orang miskin dari kampung dan disini sambil bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, akan ku tawarkan pekerjaan untuk mu dengan upah yang sangat besar, sungguh kamu membuat aku tergila-gila santi" batin Rifki.


. . . .


Jam pelajaran telah selesai, semua mahasiswa dan mahasiswi bergegas pulang, termasuk Rifki dan Santi.


Saat itu Rifki mengejar Santi yang buru-buru pulang.


"Hey Santi tunggu!" Ucap Rifki.


Santi yang mendengar itu ia pun berhenti sejenak dan menoleh ke belakang.


"Ada apa?" Tanya Santi.


"Tunggu aku sebentar aku mau ngomong" jawab Rifki.


"Ngomong apa? Ayo cepat katakan, aku sedang buru-buru, jika tidak penting besok saja" jawab santi lalu pergi meninggalkan Rifki.

__ADS_1


"Dasar gadis sombong" batin Rifki ngedumel.


Santi ia buru-buru pulang karena ia harus bekerja menjadi pelayan di salah satu toko. Ia harus bekerja keras supaya ia bisa kuliah dan membiayai orang tua nya di kampung, apalagi sekarang ibunya sedang sakit dan butuh pengobatan.


Tanpa di sadari Santi, Rifki dari tadi mengikuti Santi ke toko itu.


"Oh jadi ia kerja disini" batin Rifki yang dari tadi terus mengintai gerak-geriknya Santi.


Entah kenapa saat ini Rifki sangat tergila-gila dengan kecantikan Santi, entah ia benar-benar mencintai Santi atau karena ia sedang haus akan wanita yang bisa memuaskan nafsunya.


Tiba-tiba dari dalam toko itu Santi keluar, sepertinya ia sedang mengangkat telpon, rasa kepo yang membuat Rifki terus berjalan mendekati Santi, sekarang hanya jarak beberapa meter saja antara Rifki dan Santu, semua yang di bicarakan Santi terdengar jelas di telinga Rifki.


"Hallo pak, ia ada apa?"


"...."


"....."


"Kalo untuk Santi sih ada pak, tapi santi belum bisa kirim uang ke kampung"


"......"


"Gimana ya pak? Santi disini juga pas-pasan, pinjam aja ke tetangga dulu pak, nanti kalo Santi udah gajian Santi ganti"

__ADS_1


"....."


"Ya udah pak, nanti santi usahain ya, semoga ibu cepat sembuh"


Hanya suara Santi yang terdengar jelas sedangkan suara dari penelpon tidak terdengar namun sepertinya itu orang tua Santi yang meminta uang untuk pengobatan ibunya di kampung.


"Ya Allah kemana aku harus cari uang, ibu sangat membutuhkan pengobatan, sementara tidak ada yang mempunyai uang, semoga engkau memberikan kemudahan Ya alloh" Doa Santi dengan nada pelan.


"Kalau seperti itu, aku bisa memanfaatkan situasi ini" batin Rifki.


.


.


.


Apa yang akan di lakukan Rifki?


Semoga bukan yang aneh-aneh yak.


Masa iya Santi yang sedang kesusahan masih aja akan dimanfaatin untuk kesenangan Rifki, apa mungkin sekarang Rifki sudah tidak mempunyai rasa kemanusiaan lagi?


Yo ikuti terus cerita nya 🐾

__ADS_1


Jan lupa follow ig author @reeyanraa


Mon mff kalo masih banyak typo 🙏


__ADS_2