
Part Sebelumnya:
Setelah sampai di kelas, Rifki langsung duduk di bangku nya, ia duduk di bangku paling depan. Rifki langsung membuka buku pelajaran yang ia bawa lalu membaca nya dengan khusyuk. Berbeda dengan teman-temannya yang lebih memilih nongkrong di kantin ataupun kelayapan ke kelas lain.
Hingga pada akhirnya datang seseorang nyamperin Rifki, perawakannya tinggi, badannya kekar, rambutnya di cat merah dan memakai anting seperti preman pasar.
....
Randi Agustian. dia tukang bully di SMA itu, ia seperti punya kekuasaan di sekolah nya itu. Seluruh siswa tidak ada yang berani dengan dia. Ia hampir setiap hari masuk ruang BK karena hampir setiap hari bikin ulah. Entah dengan teman sekolah nya maupun dengan orang di luar sekolah.
Ia tidak takut pada siapapun bahkan ketika guru nya menasihati pun ia selalu melawan dan membangkang. Yang ia takuti hanya satu yaitu Geng Motor Kelelawar Merah.
Hari itu hari yang naas bagi Rifki, Randi datang nyamperin dirinya, yang tiada lain Randi akan membully Rifki.
Randi mulai melihat-lihat ke sekeliling Rifki ia menertawakan Rifki yang sedang membaca. Terus ia membuka tas Rifki dan mengacak buku-bukunya, menghina Rifki dengan sebutan Cowok lemah, banci, tidak bertenaga, kurang gaul dan lain sebagainya.
Namun Rifki tidak menghiraukannya. Karena kalo tentang bullying memang selalu Rifki dapatkan setiap hari, walaupun ia anak orang kaya dan berprestasi tapi karena ia berpenampilan cupu jadi semua orang tidak pernah menghargai Rifki.
__ADS_1
Rifki selalu berpikir dua kali ketika ia akan berusaha melawan maka bagaimana dengan prestasinya, jika ia satu kali saja masuk ruang BK maka prestasinya akan turun, karena di sekolah itu sangat mementingkan akhlak yang baik. Maka Rifki memilih untuk diam dan membiarkan itu semua, sehingga lama kelamaan temannya makin menjadi-jadi membully Rifki karena menganggap Rifki tidak punya keberanian untuk melawan.
Randi merasa ia di cuekin oleh Rifki, ia tidak terima. Ia mulai mendekati Rifki, Kerah baju Rifki ia tarik terus ia mulai memukuli kepala Rifki. Dada Rifki di tonjok-tonjok, punggungnya di tendang-tendang. Bahkan ada salah satu teman satu kelas Rifki yang membantu Randi memukuli Rifki, Ia mengikat tangan Rifki dan mendorongnya ke tembok supaya Randi lebih leluasa memukuli Rifki.
Kejadian itu di tonton oleh seluruh siswa di sekolah itu namun tidak ada yang berani melerai perkelahian mereka.
Rifki mulai kesakitan badannya seperti remuk namun ia tidak berani melawan. Randi terus memukuli tubuh Rifki sampai Rifki terjatuh ke lantai dan terbaring lemas tak berdaya. Setelah Rifki terjatuh Randi menginjak-injak tubuh Rifki.
Setelah itu Randi pergi meninggalkan Rifki. Teman-teman satu kelasnya bukannya menolong Rifki mereka malah lanjut membully, mereka menjahili Rifki dengan menelanjangi Rifki, Pakaiannya semua nya di buka, di kelas itu Rifki pingsan dengan keadaan telanjang bulat tanpa sehelai benang pun di tubuhnya.
Tubuh Rifki yang telanjang bulat itu menjadi tontonan seluruh siswa, bahkan banyak siswa perempuan yang sengaja masuk kelas itu hanya untuk melihat tubuh Rifki yang telanjang bulat.
Tidak lama setelah itu Rifki bangun ia sadar dirinya sedang menjadi tontonan semua orang, mukanya merah tanda ia malu, ia tidak tahu berapa lama mereka menonton dirinya yang tanpa busana itu. Rifki segera menutup anu nya dengan tangan dan dengan sigap mengambil pakaian nya dan memakainya kembali. Semua orang menertawakan Rifki dari segala arah.
Bullying itu hampir setiap hari Rifki rasakan, ia di caci, di maki, di hina oleh teman-temannya sudah menjadi lalap buat Rifki. Di sekolah itu tidak ada yang menghargai nya hal itu lah yang membuat Rifki jarang bergaul dengan teman-temannya, karena setiap gabung dengan teman-temannya Rifki selalu di bully, di jadikan lelucon dan lain sebagainya yang membuat Rifki sakit hati. Maka Rifki memilih untuk lebih baik menyendiri.
Bahkan hal yang tadi pun Rifki tidak berani melapor ke guru BK karena Selain takut oleh Randi Rifki juga bingung ia harus melaporkanya bagaimana ia malu jika harus bicara bahwa ia di telanjangi dan jadi tontonan seluruh siswa di sekolah itu.
__ADS_1
Tadinya Rifki tidak ingin dendam dengan mereka, Rifki hanya ingin membuktikan bahwa bullying yang mereka lontarkan untuknya akan terbalaskan dengan prestasi yang ia dapatkan, namun kenyataan nya tidak. Yang ada mereka semakin menjadi-jadi.
Sekolah itu sudah bagaikan neraka bagi Rifki.
Rifki terus berpikir bagaimana cara nya agar ia menjadi laki-laki yang gagah, pemberani dan berwibawa. Sekarang Rifki sudah tidak mementingkan Prestasi nya lagi. Yang ia pikirkan kali ini bagaimana supaya ia bisa menjadi laki-laki berwibawa yang di hormati oleh orang lain.
Dan Rifki pun menemukan caranya, Mungkin Ini cara yang terbaik walaupun aku tidak terlalu suka.
.
.
Cara apa yang di lakukan Rifki untuk membalaskan dendam nya kepada teman-temannya?
Apakah dia akan berubah menjadi orang jahat?
Atau ada cara halus yang akan Rifki lakukan?
__ADS_1
Bagaimana kisah selanjutnya? Yo terus ikuti ceritanya🐾
Mon mff kalo masih banyak yang typo🙏