Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Menjelang Pernikahan


__ADS_3

Part Sebelumnya


Mendengar apa yang keluar dari mulut Santi Rifki hatinya sedikit teriris, segitu bencinya Santi sama Rifki. Namun ia sadar apa yang telah di perbuatnya itu sungguh telah menyakiti hati Santi lebih dari yang Rifki rasakan, bahkan Rifki sadar ia telah menghancurkan hidupnya.


Rifki hanya bisa terdiam melihat Santi menangis dan meluapkan unek-unek nya. Ia hanya bisa minta maaf dalam hatinya dan berjanji akan menebus kesalahannya.


Semoga setelah menikah nanti Santi bisa membuka maaf untuk Rifki dan membuka hatinya untuk mencintai Rifki yang sekarang sudah benar-benar tulus.


. . . .


Pernikahan sekarang sudah di depan mata. Antara rasa bahagia dan sedih di rasakan oleh Santi. Bahagia, jelas. Karena Santi akan hidup berumah tangga dalam hitungan menit dari sekarang. Namun, ia juga harus sedih karena ia akan menikah dengan laki-laki yang ia benci dan laki-laki itu telah menghancurkan masa depannya.


Tukang rias pengantin sekarang sudah masuk ke kamar Santi. Memang pernikahan itu tidak akan di gelar pesta, namun mereka pikir hari itu mereka harus tampil maksimal karena itu akan menjadi kenang-kenangan yang tidak akan pernah terulang lagi. Karena menurut Santi yang namanya pernikahan itu satu kali seumur hidup.


Sementara di kamar lain, Rifki sudah siap menunggu akad nikah tersebut berlangsung. Kemeja putih yang di balut dengan jas berwarna hitam membuat dirinya semakin gagah. Sekarang ia tinggal menunggu beberapa jam maka ia akan menjadi seorang suami.

__ADS_1


Yang Rifki pikirkan ketika menjadi seorang suami adalah ia bebas mau melakukannya kapan saja. Dan itu yang membuat Rifki bersemangat. Sungguh Rifki tidak bisa membayangkan betapa nikmatnya ia nanti.


Rifki yang sudah tidak sabar akan menikah, menunggu pukul 09.00 aja serasa lama, padahal ia baru duduk menunggu beberapa menit.


Jam sudah menunjukan jam 08.55 tinggal lima menit lagi Rifki akan melakukan akad nikah. Penghulu sudah menunggu di lantai 1 karena memang acara nya tersebut akan di gelar di lantai bawah.


Rifki sekarang sudah berada di tempat acara tersebut. Ia sudah berhadapan dengan penghulu. Di sana sudah ada Pak Guntur, Bu Mira dan 2 orang lainya yang akan menjadi saksi.


Dari pintu lift keluar seorang gadis cantik yang sangat mempesona. Semua orang yang ada di sana tertuju pada nya. Wajah cantik nya membuat semua orang tidak bisa mengedipkan mata nya. Tubuh mulusnya yang di balut dengan gaun putih yang sedikit terbuka sungguh membuat Rifki sangat tergoda. Ya, gadis itu tidak lain adalah Santi.


"Santi hari ini kamu sangat begitu cantik, sungguh membuat aku terpesona, tuhan terimakasih kau telah menciptakan gadis secantik ini untuk ku" batin Rifki.


"Ya alloh, apakah keputusan ini sudah benar? Apakah aku akan bisa menerima pernikahan ini?" Tanya Santi dalam hati berharap tuhan menjawab nya.


Pernikahan sudah di depan mata, walaupun ia berubah pikiran pernikahan tersebut tidak bisa di gagalkan, apalagi mengingat anak yang ada dalam rahim nya, karena hanya ini cara yang terbaik. Ia hanya berharap seiring berjalannya waktu cinta akan tumbuh dengan sendiri nya. Dan ia bisa mencintai laki-laki yang saat ini ia benci.

__ADS_1


.


.


.


.


.


Apakah mereka akan jadi menikah?


Atau?


Yu ikuti terus cerita nya 🐾

__ADS_1


Jan lupa follow ig author @reeyanraa


Mon mff kalo masih banyak typo


__ADS_2