Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Gas Poooool


__ADS_3

"Untuk saat ini kalian tinggal di rumah mamah aja ya" Pinta Ibu Mira mengingat rumah Pak Agus yang semula menjadi tempat Mereka berdua tinggal telah lenyap terbakar.


Rifki saat ini membawa Santi ke rumah mama nya, mengingat kata dokter tadi ia harus benar-benar menjaga istrinya jangan sampai kecapean mengingat lemahnya bayi yang berada dalam kandungan.


"Ayang" Panggil Rifki pada Santi yang sedang berbaring di tempat tidur.


"Apa?" Jawab Santi singkat.


"Kamar ini bakal jadi saksi kita nanti malam hehehe" Ucap Rifki sambil tersenyum licik kepada Santi.


"Kamu itu ya, gak ingat kata dokter aku gak boleh kecapean?" Gerutu Santi, dengan membawa alasan dokter yang tepat.


"Tapi kan kamu gak bakalan capek" Jawab Rifki lagi masih dengan senyum liciknya.


"Tapikan tetep aja berkeringat" Ucap Santi yang sudah mulai terpancing.


"Pokoknya awas aja nanti malam" Ancam Rifki.


"Serahmu wae lah" Santi menjawab dengan pasrah.


Santi kemudian berfikir sejenak, masih memikirkan tentang kejadian kebakaran itu


"Eh aku jadi inget sesuatu deh" Ucap Santi.


"Apaan?" Tanya Rifki.


"Aku jadi penasaran dengan kebakaran kemarin, aku yakin si ada yang sengaja ngebakar" Jawab Santi dengan penuh keyakinan.


"Ko kamu bisa seyakin itu sih?" Tanya Rifki melihat Santi yang begitu yakin.


"Soalnya dari dulu aku masih kecil pun ayah itu selalu hati-hati dengan yang namanya api" Jawab Santi.

__ADS_1


"Bahkan hanya sekedar masak-masakan aja waktu aku kecil gak di bolehin tuh sama ayah" Sambungnya.


"Nanti aku selidikin lebih lanjut ya" Ucap Rifki kepada Santi yang akan menyelidiki tentang apa yang sebenarnya terjadi.


"Kamu janji ya bakal usut kasus ini sampai tuntas!" Pinta Santi kepada Rifki untuk berjanji.


"Janji deh sama kamu mah" Jawab Rifki sambil tersenyum pasrah.


"Mmm jadi makin sayang deh" Ucap Santi menggoda suaminya itu.


"Kalo sayang nanti malem di gas dong" Rifki yang kembali pada topik pembicaraan pertama.


"Ekhemmm di gas apa nih sampe kedengaran ke ruang tamu ngomongnya" Sahut Bu Mira sambil mengintip dari pintu kamar.


"Ya jelas dong, orang jaraknya cuma satu meter" Gerutu Rifki yang mulai malu karena ternyata ada mamanya nguping.


"Di gas apa dulu nih?" Tanya Bu Mira menekankan sambil meledek.


"Ma udah gak usah di ledekin terus, biar kita pantau aja nanti malam" Sahut Pak Guntur yang ikut bicara dari ruang tamu.


"Mama sama papa sama aja hadeuh" Ucap Rifki sambul menepuk jidatnya.


"Santi, kenapa diem aja?" Tanya Bu Mira yang melihat Santi dari tadi ngumpet di belakang tubuh Rifki.


"Dia malu mah, dia yang suka mau duluan" Jawab Rifki yang awalnya malu tapi sekarang di terobos wae lah.


"Eh enak aja, nggak mah nggak, noh dia yang suka maksa" Gerutu Santi yang kemudian terbangun sambil menepuk badan suaminya.


"Eh tapi kamu mau juga kan?" Tanya Rifki meledek istrinya itu.


"Eh udah, udah. Secara tidak langsung kalian lagi ceritain rahasia besar kalian" Ucap Bu Mira sambil tertawa kecil, lucu saja rasanya melihat anak dan menantunya akur seperti ini.

__ADS_1


"Tuh kan kamu sih" Ucap Rifki yang seolah menyalahkan Santi.


"Eh kenapa jadi aku?" Jawab Santi yang tidak mau di salahkan.


"Udah-udah, mama kamu tuh emang pinter mancing-mancing gitu, namanya juga admin gibah ya kan ma?" Sahut Pak Guntur yang ikut nimbrung, sepertinya ia tertarik untuk ikut pembicaraan.


"Apasi papa ini ah" Gerutu mamanya Rifki.


"Udah iya lanjutin lagi ngegas nya ya, jangan lupa di polin biar kenceng" Ledek Bu Mira pada anak semata wayangnya itu.


"Suka yang pelan aja mah yang penting pasti" Jawab Rifki sambil tidak kuat menahan ketawa.


"Ayang udah ih" Ucap Santi yang tidak tahan dengan rasa malu yang ia rasakan.


"Udah mama keluar dulu, muka Santi udah merah gitu tuh" Ucap Bu Mira sambil keluar dan menutup pintu kamar mereka.


"Mama malah keluar, padahal enakan di dalem, iya gak yang?" Ledek Rifki pada istrinya yang sedang menahan rasa malu itu.


"kamu itu ih dasar gak punya malu banget, pake ngomongin itu di depan mama lagi, bikin malu aja." Gerutu Santi atas ulang sang suaminya.


"Mama juga pernah muda ko" Jawab Rifki singkat.


"Enteng banget ya ngomong gitu" Gerutu Santi yang kemudian memukuli tubuh suaminya dengan guling. "Aaaa ayang udah dong sakit."


.


.


.


Yu ikuti terus ceritanya 🐾

__ADS_1


Mon mff masih banyak typo 🙏


__ADS_2