
***
Di rumah Tika, Fachriel sedang asyik bermain handphone, bahkan ia sama sekali tidak peduli dengan Michael anak nya yang harus ia urus.
Ia sangat senang sekali karena sekarang ia sudah bisa berjalan lagi, yang awalnya ia sedikit depresi karena tidak bisa berjalan dan di hina semua orang, akibat itu ia untuk menghindarinya maka tidak bermain handphone.
Setelah sekian tahun lamanya, ia kembali online di akun medsosnya, bahkan ia sama sekali belum mengetahui perkembangan yang terjadi.
Ia kemudian tarik ulur berandanya, di sana sudah banyak banget postingan dari temannya, tentang keluh kesah kehidupan teman-temannya yang di share di medsos.
"Berjuang demi istri"
"Tiada lelah demi anak dan istri tercinta"
"Apapun akan aku lakukan untuk keluargaku"
"Kerja yang lelah, tapi apa daya ini kewajiban kepala keluarga"
"Tiada hari tanpa keringat"
"Kapan hari libur ya alloh?"
"Ini kenapa rasanya hari senin terus?"
__ADS_1
"Seorang suami yang menjadi ayah dan ibu"
"Berjuang demi anak semata wayang karena cuma dia yang gw punya"
"Kerja with istri tercinta"
"Beginilah nasib duda, udah capek kerja harus ngurusin rumah"
"Nguli demi ajak istri shopping"
"Rela kotor demi sesuap nasi"
"Anak dan istri segalanya walaupun harus kerja kotor aku lakuin"
"Istri emang segalanya"
"Demi menafkahi keluarga aku rela kerja begini"
"Keringat sampai mata tak peduli, yang penting bisa buat beli nasi untuk makan nanti"
Begitulah caption dari akun-akun medsos yang muncul di beranda Fachriel.
Melihat keluh kesah dari teman-temannya itu ia hanya bisa tertawa sambil meratapi nasibnya yang sungguh menyenangkan ini.
__ADS_1
Di saat semua orang sibuk bekerja untuk menafkahi istrinya, ia hanya tinggal duduk saja di rumah.
Bahkan untuk apa-apa di layani oleh istrinya, ia hanya tinggal duduk saja menunggu apapun yang dia mau, ataupun tinggal menyuruh kepada istrinya untuk memenuhi keinginannya.
Setiap hari ia tinggal duduk manis saja, biarkan istrinya yang terus bekerja, walaupun ia juga harus merawat anaknya, tapi ya sudah lah cuma ngerawat bayi kecil yang biarin aja nanti juga anteng sendiri.
Kemudian ia menggeser beranda medsos nya lebih bawah, kemudian ia menemukan sebuah postingan dari salah satu temannya yang memposting sebuah poto di kamar hotel, dengan caption "Rela lelah setiap malam demi mendapatkan upah untuk keluarga".
"Gue tahu nih orang ini, dia kan temen kuliah gue, walaupun pake akun fake gue tahu betul nih yang punya akun. Kalo kerja gitu mah gue juga mau bambang, udah enak dapat uang lagi, beuh kerjaan idaman gue tuh" Rifki yang dalam hatinya mengidam-idamkan pekerjaan yang ia tuduhkan untuk temannya yang punya akun itu.
Pikiran Fachriel gak ada yang lain, temannya itu sudah di pastikan jadi g1golo, pekerjaan yang di idam-idamkan Fachriel sejak zaman dulu, karena menurutnya dengan bekerja seperti itu ia bisa mencicipi banyak wanita tanpa harus bayar mahal, bahkan ia sendiri yang di bayar. Siapa si yang gak mau kerja kaya gitu.
.
.
.
.
Hallo Reyreader, gimana Fachriel ini suami idaman Reyreader semua gak nih? Kaya nya nggak ya, hidupnya cuma nyusahin istri aja, bener gak nih? Untung aja si Tika nya sabar. Eh Reyreader cowok-cowok gimana nih kaya Fachriel juga gak nih, tapi emang si kerja kek gitu idaman para cowok gak si? Eh bercanda ya🤣
Yu ikuti terus ceritanya 🐾
__ADS_1
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏
Like yo like gratis loh👍