
Detik demi detik telah berlalu, saat ini saat dimana dokter memberikan obat kepada Santi.
"Bu Santi, waktunya minum obat ya" Ucap dokter sambil memberikan beberapa tablet obat dan di simpannya di meja dekat kasur Santi.
"Iya dok" jawab Santi yang sebenarnya males jika ia harus minum obat.
"Saya keluar dulu ya bu" Ucap dokter itu.
"Iya makasih ya dok" Jawab Santi.
Dari arah luar terlihat Rifki yang berjalan masuk. Tadi Rifki pergi sebentar untuk sholat di mushola Puskesmas.
"Udah selesai Yang?" Tanya Santi yang melihat ke Rifki mendekati dirinya.
"Udah dong" Jawab Rifki.
"Sini salim dulu dong" Pinta Santi yang mulai manja lagi dengan suaminya itu
Rifki pun menyodorkan tangannya dan Santi menciumnya "Mmmm suami idaman banget"
"Di balik keganasan anda, ternyata anda itu tukang gombal ya" Ucap Rifki yang mendengar gombalan dari istrinya itu.
"Kali-kali gitu gombalin suami" Jawab Santi dengan menggoda Rifki.
Kemudian Rifki tersenyum paksa melihat istrinya terus menggoda nya "Untung aja aku gak baper"
"Awas aja kalo baper tar aku gosthing" Jawab Santi yang terus masih menggoda suaminya itu.
"Mana bisa kaya gitu" Rifki kemudian memalingkan mukanya dan melihat di atas meja ada beberapa tablet obat dan air mineral. Rupanya saat ini sudah waktunya Santi minum obat. "Ini obat dari dokter? Udah makan bubur kan tadi?"
"Iya tadi tadi makan bubur bawa mamah kan" Jawab Santi yang mulai malas ketika membahas obat.
"Ko obatnya belum di minum?" Tanya Rifki.
"Aku nggak suka Yang" Jawab Santi singkat, rupanya ia benar-benar malas kalau sudah membahas tentang obat.
Rifki yang melihat Santi mendadak dingin gini ia langsung ngerti bahwa istrinya itu rupanya susah minum obat. Kemudian ia berinisiatif untuk membujuknya. "Semua orang juga sama Yang, tapi mereka tuh ingin sembuh"
"Aku mah da gak mau kalo minum obat mah atuh, mana obatnya banyak gitu" Jawab Santi.
"Banyak gimana? Ini cuma tiga lihat dong" Tanya Rifki sambil memperlihatkan tiga tablet obat itu.
__ADS_1
"Tiga itu banyak, tau gak sih ih kamu mah" Jawab Santi yang mulai kesal. Rupanya suaminya itu akan memaksanya meminum obat.
"Yo minum yo, biar cepat sembuh gitu, aku bantuin ya" Bujuk Rifki.
"Aku gak mau ih" Jawab Santi yang masih belum takluk.
"Ayo lah sayang" Bujuk Rifki lagi.
"Sayang, minum yu minum" Rifki yang terus membujuknya. Entah kenapa Santi ini begitu memusuhi yang namanya obat.
"Ih aku gak mau" Jawaban Santi yang masih sama.
"Biar cepet sembuh Yang" Bujuk Rifki lagi dan lagi. Ia tidak akan menyerah sebelum istrinya mau minum obat.
"Atuh ih bisa di ganti yang lain gak, jangan minum obat lah" Rengek Santi yang sepertinya ia sudah mulai menyerah di bujuk Rifki terus menerus.
"Kalo gak mau minum obat tar gak sembuh-sembuh" Rifki terus mengingatkan supaya Santi mau meminum obat.
"Bodoamat" Jawab Santi yang masih gak mau.
"Yang, plis dong minum yo" Bujuk Rifki untuk kesekian kalinya.
"Ih da atuh gak mau, ai kamu teh meni maksa" Jawab Santi masih sama untuk kesekian kalinya ia masih tetao menolak.
"Kuda-kudaan apa?" Tanya Santi yang pura-pura gak tahu.
"Itu kesukaan kamu" Jawab Rifki sambil menahan tertawanya, dengan mengedipkan matanya menggoda istrinya itu.
"Yo minum dong" Bujuknya lagi.
"Ya udah deh biar cepet kuda-kudaan" Jawab Santi sambil tertawa.
"Gitu dong" Rupanya ide yang satu ini benar-benar cemerlang.
Sebenarnya Santi masih ragu untuk minum obat obet tablet, mana bisa ia, biasanya juga kalo benar-benar du paksa minum obat harus yang cair.
"Tapi..."
"Tapi apa lagi?" Tanya Rifki yang mulai curiga dengan istrinya, sepertinya istrinya sedang mencari cara agar tidak minum obat.
"Obatnya di bubukin ya, aku gak bisa makan obat tablet" Rengek Santi pada suaminya.
__ADS_1
"Ya udah deh iya"
Sambil menunggu Rifki, Santi senyum-senyum sendiri, entah kenapa hari ini ia begitu bahagia sekali. Mungkin ini bawaan si bayi kali pikirnya.
"Sini aaaa buka mulutnya dong" Ucap Rifki sambil menyodorkan sesendok obat yang sudah bubuk.
"Pahit gak ih" Tanya Santi yang masih ragu.
"Minumnya sambil liatin aku aja biar manis" Gombal suaminya itu membuat Santi tersenyum.
"Awww aku baper" Jawab Santi.
"Mampus lu, tar aku gosthing" Ucap Rifki sambil tertawa licik menggoda istrinya.
"Ih kamu gitu" Rengek Santi.
"Udah cepet nih aaaaa" Ucap Rifki kembali ke topik awal. Kemudian Santi dengan ragu membuka mulutnya pelan-pelan dan menelan obat itu. "Langsung minum air mineral"
"Alhamdulillah, gak pahit kan?" Tanya Rifki yang bahagia ternyata ia mampu membujuk istrinya yang batu itu.
"Kan sambil lihat kamu yang manis" Istrinya yang mulai ngegombal lagi.
"Udah ah gak usah gombal" Ucap Rifki sambil berjalan meninggalkan Santi ke kamar mandi untuk mencuci gelas dan sendok.
"Ih kamu yang mulai duluan"
.
.
.
.
.
.
Bagaimana kisah selanjutnya?
Yu ikuti terus cerita nya 🐾
__ADS_1
Mn mff kalo masih banyak typo 🙏