
Part ini mengandung adegan 18+ untuk yang tidak suka boleh di skip!
Part Sebelumnya
Karena Rifki terus meminta ia memijit ke atas akhirnya Santi pun memberanikan dirinya untuk menggeser sedikit demi sedikit tangannya itu. Ia pikir mereka juga sudah suami istri jadi mungkin jika seandainya ia memegangnya tidak akan jadi masalah.
Sentuhan dan elusan dari lembutnya tangan Santi membuat Rifki tidak tahan menahan hasratnya itu. Juniornya di bawah sudah berdiri. Memang dari tadi rasa sakit itu sudah hilang, semua yang di katakan Rifki hanya akal-akalannya saja.
Santi tangannya terus bergeser ke atas, hingga ia mengepal bagian tubuh yang mengeras itu. Dan itu membuat pikiran Santi tidak karuan, tidak bisa di pungkiri memang Santi berusaha tidak melakukannya namun tidak bisa di pungkiri ia juga wanita normal yang membutuhkannya untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.
. . . .
Rifki merasakannya, benda pusaka miliknya itu sudah di kepal oleh Santi.
Mungkin karena Rifki sudah tidak tahan dan Santi tidak munafik karena jujur ia membutuhkannya, akhirnya pagi itu ia berdua melakukan permainan itu.
Pagi itu pagi yang begitu indah bagi mereka berdua, karena mereka merasakan apa kenikmatan dunia yang sesungguhnya. Kamar itu menjadi saksi bisu atas jeritan-jeritan kenikmatan yang mereka rasakan. Walaupun mereka sudah berusaha tidak berisik namun mereka rasa waktu itu dunia ini merasa milik mereka berdua tanpa ada orang lain di sekelilingnya.
Memang mereka pernah melakukan permainan yang sama, namun saat ini bagi mereka berbeda. Waktu itu Santi melakukannya karena terpaksa sedangkan sekarang ia menikmatinya.
Berjam-jam mereka melakukan permainan panas itu. Hingga mereka saat ini berhenti melakukannya. Mereka sudah lega karena sudah ada yang keluar di sana. Sepertinya saat itu mereka begitu kelelahan.
"Terimakasih ya sayang, kenikmatan seperti ini tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Ucap Rifki sambil mengelus rambut Santi.
"Bukankah kamu telah menikmati tubuhku sebelumnya?" Tanya Santi heran dengan perkataan Rifki.
"Apakah saking lelahnya ia lupa dengan yang telah terjadi" batin Santi.
"Kalau aku boleh jujur, waktu itu aku terpengaruh alkohol yang banyak sehingga aku tidak sadar atas apa yang terjadi" Jawab Rifki.
Memang benar, sebelum Rifki pergi ke hotel itu ia mampir ke rumah temannya, dan di sana ia di beri minuman beralkohol sehingga ia tidak sadar bahwa ia telah mengancam Santi hingga tertekan untuk memenuhi napsu bejadnya.
__ADS_1
"Aku tidak percaya sedikitpun, itu cuma pembelaan kamu saja kan supaya tidak terlihat bersalah?" Tanya Santi.
"Terserah kamu mau percaya ataupun tidak, yang jelas aku minta maaf atas kejadian itu" jawab Rifki.
Kemudian Santi meninggalkan Rifki untuk bersih-bersih ke kamar mandi. Ia membuka pintu kamar dan terus berjalan menuju kamar mandi yang letaknya di dekat dapur. Kamar mandi di rumah itu hanya ada satu.
"Semoga saja tidak ada siapa-siapa, kalau ada aku bisa malu". Kata Santi pelan sambil terus melangkah.
"Udah selesai?" Tanya Pak Agus dengan tenangnya.
Dengan terkejut, Santi menghentikan langkahnya.
"Selesai apanya Yah?" Tanya Santi pura-pura tidak tahu maksud pertanyaan Pak Agus.
"Suara kamu kedengaran sampai kesini loh" Ucap Pak Agus menggoda anaknya itu.
*Menggoda di sini bukan seperti menggoda dengan kekasih.
"Hah? Yang bener yah?" Tanya Santi dengan muka malunya itu.
"Ayaah ih" Rengek Santi manja.
"Yah udah gak usah ganggu istri aku, dia masih malu-malu gitu kasihan" Ucap Rifki dari belakang sana.
"Ya udah Ki, kalo mau lebih kuat nanti ayah kasih resepnya" Kata Pak Agus sambil tertawa.
"Catet aja ya yah" Jawab Rifki.
"Gak pake obat kuat aja aku udah kelelahan, gimana nanti." Gerutu Santi dalam hati.
"Udah Sana mandi cepet, gak baik di tunda lama-lama" Kata Pak Agus.
__ADS_1
"Jangan lupa keramas" Sambungnya sambil berjalan pergi meninggalkan mereka.
"Aku gak mau mandi bareng, entar yang ada..." Gerutu Santi.
"Eh siapa juga yang mau" Jawab Rifki memotong.
"Udah sana, aku tunggu di sini" Sambungnya.
"Awas kamu kalo ngintip!" Kata Santi.
"Gak perlu ngintip. Aku udah liat semuanya juga kan" Jawab Rifki sambil tertawa.
.
.
.
.
.
.
.
Seneng gitu liat mereka akur begini. Semoga aja tidak ada orang yang membuat hubungan mereka kembali renggang.
Bagaimana kisah selanjutnya?
Yu ikuti terus cerita nya 🐾
__ADS_1
Jan lupa follow ig author @reeyanraa
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏