
Keesokan harinya, setelah semalam mereka melakukan aktifitas panas yang menguras tenaga, sekarang ia sudah kembali segar bugar.
Mereka berdua sekarang sudah kumpul di ruang tamu sambil menonton televisi, Rifki dan Santi walaupun sudah mandi ia masih menggunakan baju kemarin, karena ia tidak mempunyai pakaian lagi, pakaian nya sudah ludes terbakar semuanya.
Rencananya hari ini Bu Mira akan mengajak Santi pergi ke pasar untuk membeli pakaian, sedangkan Rifki dan Pak Guntur akan pergi ke kota untuk melaporkan kejadian kebakaran kemarin untuk bisa segera di selidiki.
Bu Mira dan Santi pergi berjalan untuk ke pasar, karena mobil di pakai oleh Pak Guntur dan Rifki ke kota sehingga mengharuskan mereka untuk berjalan kaki. Ya sudahlah, jarak antara rumah dan pasar tidak terlalu jauh juga.
Mayang dan Aryo, melihat Bu Mira dan Santi pergi ke pasar berdua mereka merasa punya kesempatan, karena jika terjadi sesuatu, tidak ada orang yang bisa menolongnya.
Ketika mereka berdua berjalan di tempat yang sepi dengan jalan di pinggirnya kebun, membuat Mayang dan Aryo leluasa untuk melakukan apa yang mereka rencanakan.
Dengan muka yang sudah di tutupi penutup muka, mereka tidak akan ketahuan siapa dirinya.
"Halo ibu-ibu cantik" Ucap Aryo yang mukanya tertutup sehingga mereka tidak bisa mengenalinya.
"Kalian siapa? jangan macam-macam sama kami!" Jawab Bu Mira yang mulai panik.
"Saya tidak akan macam-macam jika kalian menyerahkan tas yang kamu pakai" Ucap Mayang yang juga mukanya di tutup.
__ADS_1
"Cepat serahkan!" Sahut Aryo menegaskan.
"Mah ini gimana mah" Bisik Santi kepada mertuanya sambil gemetar ketakutan.
"Nggak, saya tidak akan menyerahkan tas ini!" Ucap Bu Mira berusaha mempertahankan tasnya walaupun hatinya sudah ketakutan.
"Oke, kalau begitu jangan salahkan kami jika kalian celaka!" Ancam Aryo dengan kejam.
Aryo dan Mayang kemudian mendorong mereka berdua dan mengambil tas yang di pakai Bu Mira, setelah mereka berhasil menemukan uang nya, tas dan dompetnya di kembalikan lagi.
Sementara Bu Mira dan Santi tidak melakukan perlawanan apa-apa, Bu Mira ia tidak berani melawan karena ia ingat umurnya yang sudah tua di tambah juga ia tahu bahwa rampok itu laki-laki, jadi mana bisa ia melawannya, bisa-bisa ia terjadi apa-apa.
Setelah berhasil mengambil uang dan mencelakai mereka berdua, Mayang dan Aryo kemudian pergi meninggalkan mereka sebelum warga datang menghakimi mereka.
"Aaaa mah perut aku sakit" Ucap Santi meringis kesakitan.
"Ma sakit banget ini" Sambungnya sambil meneteskan air matanya menahan sakit yang di rasakan.
"Kamu tahan dulu ya, ini mama minta pertolongan dulu" Ucap Bu Mira menenangkan walaupun ia sendiri kepanikan.
__ADS_1
"Toloonggg tolooooong" Teriak Bu Mira meminta pertolongan.
"Ma ini sakit banget ma aaa" Santi yang terus meringis kesakitan.
"Bentar dulu ya sayang, kamu harus kuat, ini mana telpon dulu Rifki sebentar." Jawab Bu Mira menenangkan lagi, walaupun ia sendiri sedang panik, sampai tidak tahu langkah apa yang akan ia lakukan untuk menolong menantunya itu.
Bu Mira tidak sempat menelpon Rifki karena tidak lama setelah ia berteriak meminta tolong, warga menghampiri mereka, kemudian warga membawa Santi secepatnya ke Rumah Sakit.
Dari kejauhan, Mayang dan Aryo masih mengawasi gerak-gerik Bu Mira dan Santi, alangkah senang nya ia ketika melihat Santi meringis kesakitan, untuk yang kedua kalinya rencana mereka berhasil.
.
.
.
.
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏
__ADS_1
Yu ikuti terus ceritanya 🐾