
***
Santi hari itu terus kepikiran dengan sikapnya tadi, ia takut berdosa karena sudah bersikap seperti itu kepada suaminya. Biar bagaimana pun sebagai istri ia harus menghormati suaminya. Mungkin apa yang di katakan ayahnya benar, bahwa kematian ibunya itu sudah taqdir tuhan.
Santi terus merenung memikirkan bagaimana ia seharusnya bersikap kepada suaminya.
"Baiklah, aku akan berusaha memaafkan mu atas apa yang telah terjadi."
"Aku akan menghormati mu sebagai suamiku."
"Mungkin aku saat ini hanya terbawa emosi."
Tok tok tok.
Suara pintu kamar ada yang mengetuk, sudah pasti itu Rifki, siapa lagi yang nau masuk ke kamarnya kalau bukan suaminya.
"Masuk aja" Teriak Santi.
Dan benar saja yang datang itu suaminya, Rifki baru pulang dari rumah baru orang tuanya itu.
"Tumben kamu mau masuk kamar ketuk pintu dulu?" Tanya Santi. Memang tidak biasanya Rifki seperti ini.
"Aku gak mau ganggu kamu." Jawab Rifki.
Mendengar itu Santi langsung berfikir sejenak. Sungguh ia telah berbuat dosa. Walaupun suaminya ini dulu mungkin banyak dosa tapi sekarang ia telah benar-benar berubah drastis. Ia sudah menjadi laki-laki baik, bahkan ia sudah sabar menghadapi sikap Santi selama ini.
"Itu kamu bawa apa?" Tanya Santi yang melihat Rifki membawa sekantong kresek.
"Tumben kamu nanya-nanya gitu?" Rifki yang heran dengan sikap Santi yang benar-benar berubah. Biasanya ia tidak mempedulikan keberadaan Rifki di sana.
"Gak boleh nih?. Ya udah aku kaya kemarin lagi" Ucap Santi.
"Aku cuma seneng aja lihat kamu yang seperti ini." Jawab Rifki sambil tersenyum. Ia tidak menyangka sikap sang istri yang dulu akan kembali lagi.
__ADS_1
"Aku minta maaf ya, soal yang kemarin. Mungkin karena aku terlalu terbawa emosi" Ucap Santi. Sebenarnya ia gengsi mengucapkan itu. Jarang jarang dari mulutnya keluar kata maaf.
"Gapapa, itu juga bukan sepenuhnya salah kamu" Jawab Rifki sambil mendekati Santi.
"Gak mau kasih tahu gitu itu apa?" Tanya Santi kembali pada topik pembicaraan awal.
"Ini makanan, tadi mama masak dulu, katanya buat calon cucu nya" Jawab Rifki sambil mengelus perut Santi yang sedang mengandung anaknya.
"Kamu mau makan?" Tanya Santi.
"Aku ambilin piringnya ya" Sambungnya menawarkan.
"Mau di sini apa di meja makan?" Tanyanya lagi.
"Udah gak papa, aku bisa sendiri" Jawab Rifki yang tidak mau merepotkan sang istri.
"Alah bilang aja tu makanan gak mau bagi-bagi" Ucap Santi sambil menggoda suaminya itu.
"Tar anaknya ngiler loh" Sambungnya sambil pura-pura ngambek.
"Ngomongnya sok mau berkorban, giliran gak makan sehari aja langsung pingsan" Ledek Santi yang jijik dengan ucapan Rifki yang sok mau berkorban itu.
"Ya gak gitu juga konsepnya bambang" Jawab Rifki sambil tersenyum paksa.
"Badannya kekar, eh tau gak makan sehari aja langsung meninggoy." Ledek Santi lagi sambil tertawa.
"Kamu kenapa ketawa-ketawa gitu?" Tanya Rifki yang mulai kesal di ledekin istrinya terus.
"Cuma kangen aja lihat kamu melas gini" Jawab Santi sambil kembali tertawa.
"Jadi ambilin piring gak? Nyeroscos aja dari tadi" Rifki yang sudah mulai kesal.
"Tunggu bentar atuh sayang ih" Jawab Santi dengan logat sunda nya.
__ADS_1
Hati Rifki sungguh bahagia melihat Santi yang kembali lagi seperti dulu. Sungguh hal seperti ini yang Rifki harapkan diantara mereka berdua.
Setelah Santi mengambil piring kemudian mereka makan berdua di kamar itu. Walaupun hanya nasi dengan lauk seadanya tapi makan saat itu sungguh begitu nikmat, mungkin karena mereka makannya berdua.
"Kalo makan tuh hati-hati jangan blepotan gitu, kaya monyet gak makan satu tahun aja" Ucap Santi meledek Rifki sambil mengelapkan sehelai tisu di mulutnya Rifki yang belepotan itu.
"Kamu kenapa terus liatin aku kaya gitu?" Tanya Santi yang risih di liatin Rifki terus. Bisa-bisa ia salting.
"Mmm aku curiga ni, baru juga di maafin udah mesum aja nih otaknya" Santi mulai menggodanya sambil penuh tatapan mesra itu.
Kemudian Rifki memanyunkan bibirnya dan mengerutkan keningnya "Habisnya kamu suruh aku puasa lama banget"
"Pokonya nanti malam gas jangan sampe lepas." Sambungnya sambil tertawa bahagia.
.
.
.
.
.
.
.
Untuk beberapa waktu author gak Up dulu. Gak semangat soalnya gak di semangati ayang🤣
Yu ikuti terus cerita nya 🐾
Jan lupa follow ig author @reeyanraa
__ADS_1
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏