
Part sebelumnya:
Jum'at 24 Mei 2013
Dua hari telah berlalu, hari ini Rifki sudah sembuh dan boleh pulang dari Rumah Sakit. Rifki pulang di jemput oleh supir pribadi keluarganya. Sepanjang perjalanan pulang Rifki mulai kepikiran lagi dengan hal yang ia lakukan malam itu bersama wanita yang tidak ia kenali, sungguh hal itu membuat Rifki candu. Rifki terus berpikir bagaimana caranya agar ia bisa melakukannya lagi, apa mending nyewa wanita PSK saja?.
. . . .
Rifki terus memikirkan hal itu, rasanya kini ia sudah tidak tahan lagi ingin melakukannya, yang ada di pikirannya sekarang hanya kenikmatan kenikmatan yang terjadi pada malam itu.
Di tengah pikiran Rifki yang sedang ngawur itu, tiba-tiba handphone Rifki berbunyi, ternyata pesan dari sekolah bahwa hari senin besok akan di adakan nya ujian kelulusan.
Senin 27 Mei 2013
Hari itu jadwal di mulainya ujian kelulusan, ujian hari itu tanpa persiapan karena malam tadi Rifki sama sekali tidak belajar, yang di pikirannya itu hanya kenikmatan dan kenikmatan.
Pagi itu Rifki pergi ke sekolah seperti biasanya, sesampainya di sekolah ia langsung masuk ruang ujian, sambil menunggu soal yang di berikan. Orang lain itu banyak yang sambil belajar buka-buka buku pelajaran, namun berbeda dengan Rifki yang malah melamun membayangkan kenikmatan itu.
Jam 08.00 WIB ujian pun di mulai, semua siswa sibuk mengerjakan soalnya masing-masing termasuk Rifki.
Soal hari itu menurut Rifki sangat sulit sekali, apalagi sekarang pikirannya tidak bisa fokus, kejadian menyenangkan itu terus terbayang-bayang, di tambah lagi dengan semalam Rifki tidak belajar sedikit pun.
__ADS_1
Waktu pengerjaan soal sebentar lagi habis, orang lain sudah mengumpulkan lembar jawaban, namun Rifki masih terus menunduk berpikir, semua soal tidak ada yang bisa Rifki jawab, semuanya soal Rifki rasa sudah di jelaskan tapi kenapa tidak ada satupun yang ingat.
Semua orang terheran-heran, Rifki yang biasanya dengan mudah menyelesaikan soal sekarang jadi kebingungan seperti itu, padahal sebelumnya Rifki ketika ulangan selalu mengumpulkan lembar jawaban ketika orang lain masih kebingungan.
Bel sudah berbunyi, waktu nya pulang sekolah, semua siswa bergegas pulang dengan menggendong tas nya masing - masing.
Rifki hari itu kebetulan tidak bawa mobil, ia di jemput oleh supir pribadi keluarganya, ayah nya belum mengizinkan Rifki bawa kendaraan sendiri mengingat Rifki kondisinya belum begitu sehat.
Mobil mewah itu sudah terparkir di pinggir jalan dekat Sekolah Rifki, Rifki langsung mendekat dan di sambut oleh supirnya itu.
"Ayo mas silahkan masuk" perintah supir itu.
"Mas Rifki kenapa murung gitu muka nya?" Tanya pak supir.
"Nggak ko mang, ini mungkin karena masih kepikiran soal itu tadi ujiannya susah sekali" jawab Rifki.
"Oh gitu, ya namanya ujian pasti susah lah mas" jawab supir itu nada bercanda.
"Iya" jawab Rifki singkat.
Padahal yang di pikirkan Rifki saat itu bagaimana cara agar nafsu nya itu bisa tersalurkan, jika tidak maka akan sangat mengganggu semua kegiatan Rifki termasuk ujian itu.
__ADS_1
"Sial, jika aku tidak melakukannya bisa - bisa aku tidak lulus gara - gara gak fokus belajar" batin Rifki.
"Pokoknya malam ini aku akan berusaha mencari wanita yang mau melakukannya, sekalipun aku harus bayar mahal" sambungnya.
.
.
.
Bagaimana kisah selanjutnya?
Apakah Rifki akan melakukannya lagi?
Atau Rifki akan terus berusaha menahan hasratnya?
Yu ikuti terus cerita nya🐾
Jan lupa follow ig author @reeyanraa
Mon mff kalo masih banyak typo🙏
__ADS_1