Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Di Grebek


__ADS_3

Part ini mengandung percakapan dewasa walaupun tidak terlalu vulgar karena author juga menyesuaikan, untuk yang tidak suka boleh di skip aja!!


***


Di rumah Mayang, Aryo yang terus mengeluarkan seluruh tenaga untuk mencapai apa yang ia inginkan, hingga saat ini mereka berdua sedang terus menggeluti aktivitas panas itu.


Hingga pada saat di mana mereka berdua sudah mencapai puncaknya, mereka kemudian terkapar lemas dan tak berdaya di atas ranjang yang sama.


Di saat mereka sedang memulihkan tenaga yang sudah habis terpakai tiba-tiba dari luar terdengar seseorang yang mengetuk pintu.


Tok tok tok


"Assalamualaikum"


Suara laki-laki terdengar dari depan rumah mengucapkan salam.


Mendengar itu mereka panik, mereka takut itu warga yang akan menggerebek rumah mereka.


"Ini gimana Yo?" Mayang yang sudah mulai panik.


"Ya mana gue tahu" Jawab Aryo yang juga panik tapi ia tidak tahu harus berbuat apa.


"Udah lu buru pake baju terus lihat itu di luar siapa" Sambung Aryo menyuruh wanita yang ada di depannya.


"Gue masih lelah Yo, gue harus ngumpulin tenaga dulu" Jawab Mayang yang tak berdaya.


"Ya terus harus gue gitu?" Tanya Rifki tidak yakin.


"Ya udah deh iya, lu ngumpet pokoknya awas aja kalo sampe ketahuan" Jawab Mayang.

__ADS_1


"Iya" Jawab Aryo singkat.


"Woy Mayang, ini baju gue basah gimana? Ada baju cowok gak di sini?" Teriak Aryo ketika Mayang hendak pergi keluar.


"Gak ada, orang gue tinggal sendirian" Jawab Mayang.


"Ya kali ada baju cowok yang habis ngapain gitu ketinggalan disini" Ucap Aryo.


"Level gue tuh di hotel, udah lu ngumpet aja noh di lemari gak usah pake baju" Pinta Mayang menyuruh laki-laki bekas lawan mainnya itu.


"Tar gatal-gatal gimana?" Taya Aryo yang tidak yakin dengan perintah Mayang itu.


"Tinggal garuk apa susahnya" Jawab Mayang bodo amat.


"Ya udah lah serah lu, cepet sono liat!" Pinta Aryo.


"Iya bambang"


Aryo ngintip dari pintu lemari, ketika melihat Mayang kembali sendirian rasanya ia lega, karena sudah bisa di pastikan bahwa itu bukan warga yang akan menggerebek mereka.


"Siapa Yang?" Tanya Aryo penasaran.


"Yang, yang, yang, heh siapa lu?" Jawab Mayang ngegas.


"Nama lu kan Mayang markonah, makanya gue panggil Yang, Yang itu Mayang bukan sayang, gak usah Gr dah lu" Gerutu Aryo.


"Iya gue juga tahu bambang" Jawab Mayang.


"Gak malu gitu berdiri depan gue gak pake celana gitu?" Sambungnya ketika Aryo berdiri tepat di depan Mayang tanpa sehelai benang pun di tubuhnya.

__ADS_1


"Ya kenapa harus malu, bukannya lu udah nikmati semuanya?" Aryo dengan penuh percaya dirinya.


"Gak gitu juga bambang, gue tendang ni ya" Mayang yang mengarahkan kakinya ke benda pusaka milik Aryo itu.


"Ya jangan, tar kan mau buat lu senang lagi" Jawab Aryo sambil menutupinya.


"Alah udah pulang aja sono lu, gue capek ya sama lo, sampe badan gue kek ringsek gini" Gerutu Mayang sambil merebahkan tubuhnya kembali ke atas ranjang.


"Liat noh memar-memar gini gara-gara lu" Sambungnya sambil menunjukan badannya yang memar-memar akibat ulah Aryo.


"Tapi kan enak?" Tanya Aryo dengan penuh percaya dirinya.


"Ah udah sono pulang, tar di grebek beneran mau?" Mayang yang sudah risih dengan Aryo.


"Ya kali gue pulang telanjang gini" Jawab Aryo yang tidak yakin harus pulang dengan keadaan seperti saat ini.


.


.


.


Hallo Reyreader, gimana nih ceritanya? Maaf ya scene si Mayang sama si Aryo sekarang masih di dunia panasnya.


Author mau ngucapin terimakasih sama Reyreader semuanya yang telah baca novel ini sampai ke part 100, semoga semakin semangat bacanya dan author juga semakin semangat nulisnya.


Pokoknya intinya terimakasih yang sebanyak-banyaknya, karena hanya itu yang bisa author ucapkan. Berkat dukungan Reyreader semua novel ini bisa terus lanjut sampai part ini.


Yu ikuti terus ceritanya 🐾

__ADS_1


Mon mff kalo masih banyak typo 🙏


__ADS_2