Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Sholat Tahajud


__ADS_3

Malam hari telah tiba, sunyi nya malam yang membuat mereka terlelap dalam tidur nyenyak nya.


Rifki terbangun tatkala jarum jam menunjukkan jam satu pagi.


"Yang" Ucap Rifki membangunkan Santi sambil menepuk bahunya.


"Apa?" Tanya Santi yang masih tertutup matanya.


"Bangun yuk!" Ajak Rifki pada istrinya itu.


"Nggak ah masih ngantuk tau" Jawab Santi yang mulai tidak enak perasaannya, tiba-tiba suaminya membangunkannya tengah malam seperti ini.


"Ayolah bangun ih yang" Ajak Rifki lagi memaksa.


"Masih malem yang" Gerutu Santi.


"Plis yang gak usah maksa gini, aku gak mau sekarang, besok lagi aja ya, lagian kata dokter juga kan aku gak boleh kecapean" Sambungnya karena ia sudah tahu apa maksud suaminya itu.


"Eh emang kamu mikir aku mau ngajak ngapain?" Tanya Rifki sambil tertawa.


"Emang mau ngapain?" Santi yang balik tanya.


"Udah ngeres aja ni pikirannya ya?" Tanya Rifki meledek istrinya itu.


"Emang mau ngapain hah?" Santi yang masih menanyakan tujuan Rifki membangunkan dirinya.


"Aku mau ngajak kamu sholat tahajud loh" Jawab Rifki.


"Yakin cuma itu?" Santi yang masih tidak percaya dengan niat suaminya itu.

__ADS_1


"Ya iya, cuma itu" Jawab Rifki apa adanya.


"Yaudah kalo itu aku bangun" Ucap Santi yang sudah suudzon pada suaminya.


Mereka akhiri percakapan itu ketika Santi sudah bangun dan berdiri hendak mengambil wudhu. Begitupun dengan Rifki yang juga sama sedang berdiri menunggu Santi supaya bisa wudhu bareng.


"Yang jangan berisik nanti ganggu mama lagi" Perintah Santi yang takut mamanya tahu mereka berdua sedang di luar kamar hendak ke kamar mandi.


"Gak bakalan juga" Jawab Rifki sambil terus berjalan.


"Pelan-pelan jalannya, nanti mama bangun ih" Perintah Santi lagi melihat suaminya berjalan sampai menimbulkan suara seperti itu.


"Ya biarin, emangnya kenapa?" Tanya Rifki yang mulai aneh dengan istrinya itu.


"Ya gak papa" Jawab Santi menyembunyikan sesuatu.


"Itu muka kamu sampai panik gitu" Ucap Rifki tatkala melihat muka istrinya tegang.


"Coba aja lihat tuh di kaca" Jawab Rifki.


"Aku malu ih, nanti mama ngiranya kita abis ngapain lagi." Ucap Santi berbicara jujur pada suaminya tentang perasaannya.


"Ya kan abis tidur" Jawab Rifki dengan entengnya.


"Ah tau ah kamu mah" Gerutu Santi sambil berjalan meninggalkan Rifki.


"Eh eh ko ngambek, gak boleh ngambek sama suami woy dosaaa" Teriak Rifki pada istrinya itu.


Di suruh jangan berisik malah berteriak, dasar Rifki, Rifki.

__ADS_1


Ini baru pertama kalinya Santi tinggal di rumah mertuanya jadi wajar saja jika ia masih malu-malu.


Setelah selesai mengambil wudhu kemudian mereka kembali ke kamarnya lagi untuk melaksanakan sholat isya dulu sebelum sholat tahajud. Rupanya mereka tadi ketiduran jadi belum melaksanakan sholat isya.


Setelah mereka selesai melaksanakan Sholat, kemudian mereka berdoa dengan khusyuk meminta ampun atas dosa yang telah mereka lakukan dan meminta petunjuk agar mereka bisa keluar dari cobaan yang sedang mereka hadapi.


Setelah selesai, Santi buru-buru membaringkan tubuhnya di kasur, ia gak mau jika suaminya meminta yang macam-macam.


"Kenapa liatin aku kaya gitu?" Tanya Santi yang mulai gak enak hati jika suaminya terus memandangnya tanpa mengedip.


"Mungpung masih malam yang" Rayu Rifki melancarkan niatnya itu.


"Au ah aku gak mau" Jawab Santi sambil membelakangi Rifki.


"Dosa loh nolak ajakan suami" Ucap Rifki, ia yakin dengan ini istrinya gak bisa nolak.


"Tapi aku males yang" Rengek Santi apa adanya.


"Mau dapat dosa?" Tanya Rifki yang seolah mengancam istrinya supaya mau melakukannya.


"Ih kamu tuh bisa aja ngancemnya bikin aku gak berdaya" Gerutu Santi yang terus di ancam suaminya dengan dosa.


.


.


.


.

__ADS_1


Mon mff kalo masih banyak typo 🙏


Yu ikuti terus ceritanya 🐾


__ADS_2