
Sekarang mereka tinggal berdua di ruang rawat inap itu.
"Mamah udah jauh Yang?" Tanya Santi sambil melirik ke arah Rifki yang sedang bermain handphone.
"Liat aja sendiri" Jawab Rifki yang tidak sadar dengan yang di ucapkan karena sibuk main game.
"Bagus ya, terus aja tuh urusin handphone. Istri sakit di cuekin, nanya aja di jawab ketus" Gerutu Santi sambil menatap tajam Rifki yang sedang fokus dengan handphonenya.
Rifki yang sadar akan hal itu kemudian ia melepaskan handphonenya "Ih Yang maaf gak gitu maksud aku"
"Terus gimana?" Tanya Santi masih dengan nada ketus.
"Ih jangan ngambek gitu dong, liat tuh mukanya jadi makin gemes." Rifki tang berusaha menggoda istrinya supaya tidak marah lagi.
"Ih kamu, aku jadi gak bisa marah kan" Ucap Santi sambil tersenyum, ia paling tidak bisa kalo di goda suaminya itu.
"Bagus itu" Jawab Rifki sambil tersenyum.
"Iya bagus punya suami yang gak peduli, fokus aja ngurus handphone" Gerutu Santi lagi yang pura-pura marah lagi.
"Ih mulai lagi kan udah gak main handphone aku nya juga. Sini aku pijatin ya" Rayu Rifki lagi sambil memijat kaki istrinya itu.
"Yang bener dong" Ucap Santi masih dengan nada ketus pura-pura marah. Padahal hatinya sudah luluh, ia hanya gengsi saja.
"Ini udah bener, kamu aja tuh yang nyari-nyari kesalahan aku" Gerutu Rifki. Sekarang giliran Rifki yang memanyunkan bibirnya.
"Ih gemes liat kamu manyun gitu" Ucap Santi sambil tersenyum mengejek suaminya.
"Dosa loh buat suami marah" Jawab Rifki sambil menatap tajam istrinya itu.
"Ih maaf Yang, jangan gitu dong" Rengek Santi yang sadar akan hal yang di bilang Rifki itu benar.
"Itu tuh yang bener dong, telapak kakinya pijit yang agak keras" Sambungnya yang memang Tifki memijatnya hanya di elus-elus saja.
"Berani ya nyuruh-nyuruh suami" Gerutu Rifki yang masih kesal dengan istrinya, padahal hatinya tidak.
"Sekali-kali napa" Jawab Santi sambil tersenyum.
__ADS_1
"Paha nya lagi pegel banget sumpah" Pinta Santi lagi pada suaminya.
"Ini?" Tanya Rifki singkat sambil memijat paha Santi.
"Iya, yang agak keras napa ih lemes banget" Santi sengaja mengejek suaminya itu supaya makin kesal. Rasanya gemes banget gitu liat suaminya ngambek
"Ini udah Yang"Jawab Rifki.
"Itu ke atas nya lagi" Pinta Santi lagi dan lagi.
"Jangan terlalu atas lah plis" Rengek Rifki yang rau apa yang akan terjadi jika memijat lebih atas.
"Ih kenapa? Itu pegel banget" Tanya Santi pura-pura tidak tahu. Padahal ini rencananya karena Rifki biasanya akan tertawa bahagia jika membahas yang seperti ini
"Juniorku bisa bangun" Jawab Rifki sejujurnya.
"Emang kamu mau tanggung jawab?" Tanya Rifki sambil berusaha menahan senyum.
"Ya silahkan aja kalo mau" Jawab Santi sengaja mancing suaminya itu.
"Aku gak gila ya, ini Puskesmas, kalo ada dokter masuk gimana" Gerutu Rifki.
"Kaya yang kuat aja, mau duduk aja masih sakit" Ucap Rifki mengejek sambil tersenyum. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa ingin tertawanya lagi.
"Ih ko kamu ngeremehin aku gitu. Coba aja dulu" Gerutu Santi.
"Ko jadi kamu yang ngebet banget?" Tanya Rifki yang melihat Santi sepertinya dia lagi menginginkannya.
"Ih nggak apaan si kamu" Jawab Santi sambil menahan saltingnya karena terus di tatap oleh Rifki.
"Udah lah jujur aja" Goda Rifki sambil matanya terus menatap Santi.
"Nggak ih" Rengek Santi yang malah terbalik sekarang jadi ia yang di goda suaminya.
"Alah kamu itu penuh dusta. Udah ngomong aja gak usah gengsi" Goda Rifki lagi.
"Au ah kaya kamu gak pengen aja" Gerutu Santi.
__ADS_1
"Aku bangunin junior kamu, mampus tuh gak tahan lagi" Sambungnya.
"Ih jangan dong, tar pas lagi enak-enak nya dokter masuk" Jawab Rifki dengan ekspresi sok imutnya itu.
"Gak usah menjiwai banget ekspresi pas nyebut enak-enak nya" Gerutu Santi lagi.
"Kalo udah mesum gini mah susah ya" Jawab Rifki sambil tersenyum dan menatap Santi.
"Ah terus pijit yang bener dong" Pinta Santi.
"Gak jadi nih bangunin juniornya?" Goda Rifki lagi dan lagi.
"Yakin nih mau?" Jawab Santi meyakinkan dengan pertanyaan suaminya itu.
"Sini aku pegang juga nanti bangun" Sambungnya sambil menarik tangan Rifki supaya tubuhnya mendekat.
"Ih jangan takutnya tidak terkontrol" Rengek Rifki.
"Terkontrol apa terkontrol?" Giliran Santi yang menggoda suaminya itu.
"Orang sunda mah gini ya kepleset sedikit jadi beda arti" jawab Rifki sambil menutupi juniornya takutnya beneran di bangunin Santi.
"Ah udah ah aku mau tidur aja"
.
.
.
.
.
Bagaimana kisah selanjutnya?
Yu ikuti terus cerita nya 🐾
__ADS_1
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏