Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Beli baju


__ADS_3

Karena di rumah Mayang tidak ada baju laki-laki dan baju Aryo basah karena aktivitas semalam, sehingga Aryo tidak bisa pulang dari rumah Mayang.


Karena tidak mungkin juga ia pulang dengan keadaan pakaian basah dengan air, bisa-bisa semua warga curiga pada Aryo.


Apalagi ketika Aryo harus pulang dalam keadaan tidak memakai pakaian, sungguh tidak mungkin lagi itu.


Aryo tidak mungkin terus menerus di rumah Mayang, atau enggak sampai menunggu pakaian nya kering, karena bukan tidak mungkin ada tetangga Mayang yang curiga nantinya bukan.


Untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak mereka inginkan, akhirnya Mayang berinisiatif untuk pergi ke pasar membelikan baju untuk Aryo, karena tidak mungkin juga Mayang mengambilkan baju Aryo dari rumahnya.


Selama Mayang pergi ke pasar Aryo harus diam di kamar, jangan sampai keberadaannya di rumah Mayang ada yang tahu, bisa gawat jika itu semua terjadi.


Mayang terus menggerutu karena di saat badannya masih lelah ia harus pergi ke pasar, mana tubuhnya rasanya sudah tidak ada tenaga lagi, tenaganya sudah terkuras semalam sekian lamanya.


Walaupun dengan badan yang masih sakit-sakit, terpaksa Mayang pergi ke pasar, ia sengaja memakai pakaian tertutup, tujuannya bukan untuk menutup aurat melainkan untuk menutup memar-memar mencurigakan.


Sesampainya di pasar Mayang langsung buru-buru memilih baju, karena ia harus segera pulang, Aryo sudah menunggunya di rumah.


Ia juga sempat kebingungan harus memilih baju yang bagaimana karena ia sendiri tidak tahu selera Aryo yang seperti apa.

__ADS_1


Selain itu, ia juga takut nanti tidak pas dengan badan Aryo, karena ia juga tidak tahu ukuran badannya berapa, kalau ukuran yang lain mah udah pasti dia tahu, karena sudah jelas di uji coba semalam.


Tiba-tiba ada salah seorang warga yang terdengar di telinga Mayang sedang membicarakan kondisi Santi.


Mayang yang penasaran karena ia tidak bisa memantau sejak kemarin siang ia ikutan nimbrung.


"Maaf bu, tadi dengar-dengar ibu ini sedang membicarakan kondisi Santi ya?" Mayang yang ikut nimbrung pembicaraan ibu-ibu itu.


"Eh kamu Mayang, ia tadi ibu ini lagi nanya sama saya" Jawab ibu baju merah yang membawa berita.


"Emang kondisi Santi sekarang gimana bu?" Tanya Mayang yang mulai penasaran.


"Maaf bu kemarin saya ada urusan, jadi saya gak terlalu tahu tentang berita yang menyebar" Ngeles Mayang, padahal ia kudet karena dari kemarin siang ia melakukan kesenangan yang lain, sehingga ia lupa dengan misinya yang ini.


"Jadi gini, kemarin kan Pak Rt tuh habis dari Rumah Sakit, terus katanya Santi keadaannya kritis dan kemungkinan ia tidak bisa di selamatkan" Jelas ibu baju merah itu.


"Terus gimana bu?" Tanya Mayang yang semakin penasaran.


"Kemungkinan kalau kemarin udah kaya gitu, kita tinggal tunggu aja buat melayad" Jawab ibu itu menyimpulkan.

__ADS_1


"Astaga, aku ketinggalan info banget si, harusnya aku udah senang dari kemarin mendengar informasi ini" Ucap Mayang bahagia dalam hatinya.


"Ya ampun bu kasihan banget ya, saya gak pernah nyangka loh kalau dia akan pergi secepat ini" Mayang yang pura-pura ikut sedih dengan keadaan yang menimpa Santi.


"Ya itulah taqdir, kita gak ada yang tahu" Jawab ibu baju merah itu.


Mayang kemudian buru-buru pulang, untuk memberikan informasi ini kepada Aryo, bisa di pastikan ia juga akan merasa bahagia sama halnya dengan dirinya.


.


.


.


.


Hallo Reyreader gimana nih ceritanya? Emang ibu-ibu gitu ya bisa menyimpulkan sendiri sesuatu yang belum pasti. Ah mungkin itu tipe emak lu aja ya, emak author kagak wkwkw


Yu ikuti terus ceritanya 🐾

__ADS_1


Mon mff masih banyak typo 🙏


__ADS_2