
Hari-hari terus berlalu, ocehan dan hujatan warga sekitar tentang Santi dan Rifki tiada henti. Mereka terus menjelek-jelekkan mereka berdua. Pembahasan itu menjadi trending topik di desa itu.
Sampai saat ini belum ada yang tahu tentang siapa yang menyebarkan video itu, tuduhan dan kecurigaan mereka semua sia-sia karena tidak ada yang terbukti.
Saat Itu bu Ida sedang berjemur dengan Santi di halaman rumahnya. Hangatnya sinar matahari pagi yang membuat mereka betah berjemur.
Tiba-tiba datang seorang warga yang akan pergi ke kebun. Warga itu terlihat sangat gimana gitu melihat keberadaan Santi. Memang setelah warga setempat tahu bahwa Santi hamil di luar nikah banyak warga yang tidak suka dengan Santi. Mereka menganggap bahwa Santi ini di kota jadi lac*r sampai bisa hamil gitu.
"Pagi bu" Sapa Santi.
"Pagi" Ucap ibu itu singkat.
"Eh bu Ida udah lama gak ketemu, gimana udah mulai mendingan?" Tanya ibu itu.
"Alhamdulillah bu" Jawab bu Ida dengan nada lemas.
Karena bu Ida sedang asik ngobrol dengan ibu tersebut maka Santi izin sebentar untuk ke kamar mandi karena kebelet.
"Ibu gimana tuh anaknya sekarang?" Tanya ibu tersebut.
"Anak saya?" Tanya bu Ida yang masih lemas di kursi roda tidak tahu apa-apa.
"Iya Santi, mengingat hamilnya udah semakin besar. Kan Rifki biar bagaimanapun harus tanggung jawab pada Mayang" Jelas ibu tersebut.
"Hamil?" Tanya bu Ida yang tidak tahu apa-apa.
"Iya kan si Santi lagi hamil, emang di kota di Santi kerja apa bu sampe bisa hamil di luar nikah gitu?" Ucap ibu itu bertanya.
__ADS_1
"Apa hamil di luar nikah?" Bu Ida kembali bertanya karena sama sekali ia tidak mengetahuinya.
"Iya, ko ibu gak tau ya, terus setau aku ya bu, si Rifki ono harus tanggungjawab sama si Mayang juga karena si Mayang kan lagi hamil anak si Rifki juga" Ucap ibu tersebut menjelaskan.
"Apa?" Tanya bu Ida yang kesekian kalinya.
Bu Ida mendengar itu ia syok, bisa-bisanya anaknya hamil di luar nikah dengan laki-laki yang sama dengan yang menghamili Mayang. Ia tidak pernah menyangka akan hal itu. Bahkan Ia sedikit tidak percaya jika anaknya begitu. Padahal kan Santi ini di kampung gadis yang sholehah, imannya juga tebal, dan ia selalu di ajarkan oleh ayahnya untuk senantiasa menjaga kehormatan nya. Tapi omongan ibu itu tidak mungkin salah, pantas saja akhir-akhir ini ia selalu mendengar keributan di rumahnya.
Tiba-tiba Nafasnya sesak, Matanya melotot, dan tangannya menggigil. Mungkin efek dari penyakit jantung yang baru saja di operasi. Tubuhnya lemas ia langsung tergeletak pingsan di kursi roda yang ia duduki.
"Santiii" teriak ibu itu.
"Ini ibu kamu kenapa? Lihat sini!" Sambungnya dengan nada panik.
"Ibu?" Jawab Santi bergegas keluar khawatir dengan keadaan ibu nya.
Rifki dan Pak Agus juga ikut keluar untuk mengecek keadaan bu Ida. Mereka takut bu Ida kenapa-kenapa karena baru saja ia hampir sembuh dari penyakit yang di deritanya.
"Ya alloh ibu kok bisa begini?" Ucap Santi bertanya, karena tadi pas ia pergi ke kamar mandi ibunya masih baik-baik saja.
"Tadi saya hanya cerita keadaan Santi dan Rifki menurut cerita yang beredar. Saya pamit pergi ya mau ke kebun buru-buru." Jawab ibu itu seperti ketakutan atas yang telah di perbuatnya.
Kemudian ibu itu pergi dengan terburu-buru, mungkin ia takut mereka akan menyalahkannya.
"Ya alloh ibu itu kenapa harus cerita sih, padahal kan kita sudah berusaha menutupinya." Ucap Rifki.
"Kamu lihat! Gara-gara kedatangan kamu ke kehidupan aku semuanya jadi begini!" Ucap Santi dengan tegas.
__ADS_1
"Kalau seandainya terjadi apa-apa dengan ibu, aku tidak akan pernah memaafkan mu" Sambungnya.
"Sudah jangan bertengkar. Rifki cepat hantu ayah bawa ibu kamu ke puskesmas terdekat." Ucap Pak Agus di tengah amukan Santi kepada Rifki tersebut.
Mereka pun menggendong bu Ida sampai ke tempat yang bisa di akses mobil. Karena jalan ke Rumah mereka itu gang sempit sehingga tidak bisa mobil masuk.
Mereka menyewa salah satu mobil warga di sana untuk membawa Bu Ida ke puskesmas karena dari sana jarak nya lumayan jauh.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ya tuhan masalah apalagi ini?, Kalau sampai hu Ida kenapa-kenapa Santi makin benci sama Rifki. Padahal harusnya Santi membencinya ibu itu bukan Rifki.
Yu ikuti terus cerita nya 🐾
__ADS_1
Jan lupa follow ig author @reeyanraa
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏