
Part ini mengandung percakapan yang lebih dewasa walaupun tidak begitu vulgar, karena author juga menyesuaikan, untuk yang di bawah umur, atau tidak suka boleh di skip saja!!
***
Di rumah Mayang, jarum jam sudah menunjukan pukul 2 dini hari, Aryo terbangun dengan tenaga yang sudah fit kembali, ia terbangun tanpa sehelai benang pun di tubuhnya. Begitupun dengan Mayang, wanita yang membuat ia kelelahan semalaman.
Terlihat kulit Mayang yang mulus itu sangat menggoda, bibirnya yang sexy membuat Aryo nafsu kembali, Mayang benar-benar terlihat cantik ketika tubuhnya tidak tertutupi apapun.
"Hey, bangun dong" Ucap Aryo membangunkan Mayang.
"Apaan Yo" Tanya Mayang yang masih mengantuk berat.
"Buka dulu dong matanya" Pinta Aryo pada Mayang.
"Kamu lihat?" Tanya Aryo sambil pandangannya ke bawah.
"Aku gak mau Yo, aku nyerah" Jawab Mayang yang sudah tahu maksud Aryo ketika melihat apa yang Aryo suruh lihat.
"Ayo lah, bukankah kemarin kamu yang menginginkan nya?" Bujuk Aryo supaya Mayang mau melakukannya lagi.
"Tapi permainan semalam begitu menguras tenaga Yo" Jawab Mayang.
"Tapi sekarang sudah punya tenaga lagi bukan?" Tanya Aryo.
"Badan aku masih sakit, terasa ringsek Yo" Jelas Mayang apa adanya sesuai apa yang ia rasa.
"Ayo lah, aku menginginkan nya" Bujuk Aryo lagi.
__ADS_1
"Tapi aku udah gak kuat" Mayang yang sudah nyerah, apalagi mengingat semalam ia begitu kewalahan.
"Bukannya dulu kamu bahkan dalam satu malam bisa dengan belasan pria?" Tanya Aryo mengingatkan Mayang pada masalalunya.
"Tapi mereka tidak seperkasa kamu Yo" Jawab Mayang.
"Bukannya lebih perkasa lebih enak?" Tanya Aryo yang membuat Mayang jadi tergiur.
"Tapi aku gak kuat nyeimbanginnya" Mayang yang sudah mulai tergiur, tanpa merasakan sakit yang ia rasa.
"Kamu itu terlalu kasar Yo, aku lelah sumpah" Sambungnya.
"Aku janji pelan-pelan deh" Aryo berjanji supaya Mayang mau melakukannya lagi.
"Aku gak yakin kalau aku bakal kuat, aku capek, kamu itu gak puas satu kali" Mayang khawatir dengan Aryo yang selalu meminta tambah, bahkan tidak puas-puas.
"Satu kali ya, pelan-pelan awas!" Mayang sudah mulai mengizinkannya.
"Iya janji sumpah" Janji Aryo.
"Liat dulu ke depan takutnya ada yang ngeronda keliling" Pinta Mayang.
"Tanpa sehelai benang gitu?" Tanya Aryo sambil menunjukan dirinya yang tidak tertutupi benang sehelai pun di tubuhnya.
"Udah lah bodo amat gas aja sekarang, aku udah gak tahan" Aryo yang sudah terbakar dengan api panas membaranya itu.
"Emang lu mau ngawini gue kalo di grebek?" Tanya Mayang yang takut mereka ketahuan nantinya.
__ADS_1
"Ya nggak, terus masa gue gini?" Aryo yang tidak yakin harus keluar tanpa pakaian di tubuhnya.
"Ya gak usah buka pintu juga bambang, ngintip dari gorden" Jelas Mayang yang ia rasa telmi banget tuh si Aryo.
"Ya udah dah iya" Aryo yang nurut aja, takut Mayang ngambek tar gak jadi di kasih lagi.
"Kalo ada gimana?" Tanya Aryo yang sudah berjalan kemudian membalikkan badannya.
"Ya gak jadi lah, tar ketauan lagi" Jawab Mayang.
"Ya elu nya aja jangan berisik" Pinta Aryo.
"Mana bisa anjing"
.
.
.
.
Hey Reyreader, gimana ni ceritanya, maaf ya kalo terlalu vulgar.
Tapi biasanya yang seperti ini yang lebih kalian sukai wkwkwkw, si Aryo dan Mayang ini memang kelewatan, memang begitu mungkin jika sudah tidak peduli dengan yang namanya dosa.
Yu ikuti terus ceritanya 🐾
__ADS_1
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏