Kecanduan Bercinta

Kecanduan Bercinta
Terselamatkan


__ADS_3

Tidak lama setelah itu dokter keluar, Bu Mira hatinya mulai was-was, karena hanya ada kemungkinan yang akan terjadi pada mereka berdua, yaitu antara hidup dan mati.


Bu Mira menunggu dokter berjalan lebih dekat pada dirinya terasa sangat lana, ia sudah tidak sabar ingin menanyakan kondisi menantunya, rasa khawatir yang ia rasakan itu sangat-sangat dalam.


Kemudian dokter itu berbicara:


"Andai saja tindakan segera di lakukan, sehingga mereka tidak terlalu lama menunggu perawatan yang di berikan."


"Sepertinya tindakan terlambat di berikan"


Mendengar itu hati Bu Mira hancur berkeping-keping, andai saja ia punya uang mungkin tindakan itu tidak akan terlambat di berikan.


Bu Mira badannya lemas, ia tidak bisa menopang tubuhnya setelah mendengar apa yang menimpa menantunya itu. Ia terjatuh ke lantai dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.

__ADS_1


Tika yang sedang istirahat dari kerja nya, melihat keadaan Bu Mira yang drop seperti itu kemudian ia mendekatinya, ia merangkul Bu Mira dan menenangkan keadaannya.


Bu Mira terus menangis tanpa henti, ia merasa bersalah atas kejadian ini, ia tidak pernah menyangka menantunya akan cepat meninggalkannya, baru saja ia lebih dekat dengan menantunya, ia sudah menanggap menantunya itu seperti anak kandungnya sendiri.


Bu Mira tidak bisa membayangkan jika Rifki tahu, mungkin ia akan sangat prustasi sekali di tinggal oleh dua orang yang ia sayangi.


Yang awalnya hanya janinnya yang tidak bisa di selamatkan, tapi karena obat itu tidak segera di lunasi untuk di berikan, janin itu membawa pengaruh buruk bagi kondisi sang ibu, dan akhirnya mereka berdua harus pergi menghadap sang pencipta bersama.


Bu Mira di persilahkan untuk melihat jasad menantunya, di antar oleh Tika yang sudah izin dulu sebentar untuk menenangkan Bu Mira.


Dan benar ternyata, menurut dokter Santi jantungnya kembali berdenyut, nafasnya pun ada lagi, untuk itu dokter menyuruh Bu Mira untuk menunggu di luar, biar dokter dan Tika yang akan memeriksa keadaannya.


Bu Mira keluar dari ruang rawat dengan penuh harapan bahwa Santi bisa terselamatkan.

__ADS_1


Setelah beberapa saat dokter dan Tika memeriksa keadaan Santi, kemudian dokter keluar.


Hati Bu Mira sudah deg-degan ia juga takut bahwa harapannya tidak sesuai dengan realita kenyataan, jangan sampai ia kecewa untuk yang kedua kalinya.


Tika sudah terlihat wajahnya sumringah tersenyum, raut wajahnya bahagia, semoga saja itu menandakan bahwa ia membawa kabar baik.


Kemudian dokter berkata: "Menurut pemeriksaan yang kembali saya lakukan, ternyata nadinya nya masih berdenyut dan Bu Santi masih bernafas, dan itu menunjukan bahwa beliau masih terselamatkan, mungkin tadi itu hanya reaksi obat yang di berikan."


Mendengar itu hati Bu Mira sangat bahagia, apa yang ia harapkan bisa menjadi kenyataan.


Ini semua juga berkat Tika, karena dia sudah mau meminjamkan uang nya untuk membayar biaya administrasi, Bu Mira rasanya berhutang budi padanya.


Bu Mira sampai sujud syukur mendengar berita ini, alloh benar-benar telah mengabulkan semua doa-doanya. Alhamdulillah sekarang menantu dan janin yang di kandungnya baik-baik saja.

__ADS_1


"Ibu sudah boleh masuk, tinggal menunggu Bu Santi siuman saja" Ucap Dokter pada Bu Mira.


__ADS_2