
Part Sebelumnya
Rifki dan Santi saat ini sudah sampai di rumah nya. Setelah bertemu Mayang, Rifki buru-buru pulang dengan wajah yang gelisah.
Bagaimana tidak, wanita yang mengajarinya sampai ia kecanduan itu ada di dekatnya. Bagaimana jika Santi mengetahui masa lalunya? Apakah dia akan menerima itu? Apalagi orang kampung disini selalu membanding-bandingkan nasib antara mereka berdua.
Rifki terus melamun sambil duduk di kamarnya. Bahkan Santi mendekatinya pun ia tidak menghiraukannya, biasanya jika Santi mendekati, gombalan-gombalan maut selalu keluar dari mulutnya.
Melihat itu Santi mulai curiga dengan Rifki. Ada apa antara Rifki dan Mayang? Kenapa setelah Rifki bertemu Mayang sikapnya jadi berubah seperti ini.
"Aku akan selidiki semuanya" Kata Santi sambil pergi keluar dari kamar itu.
. . . .
Santi keluar kamar itu karena ia akan pergi wudhu, karena sebentar lagi pelaksanaan sholat ashar. Perjalanan tadi membuat mereka lelah sehingga waktu berjalan dengan cepat tidak terasa.
Setelah selesai wudhu, Santi kemudian berjalan menuju kamarnya lagi. Rifki yang masih melamun masih ada di sana.
"Ki, kamu ko gelisah gitu?" Tanya Santi.
"Aku gak papa ko" Jawab Rifki.
Tumben Rifki tidak marah Santi memanggilnya dengan sebutan nama. Mungkin karena terlalu banyak pikiran sampai-sampai ia tidak ngeh.
"Kita sholat bareng yuk!" Ajak Santi.
"Hah? Sholat?" Tanya Rifki bingung.
Sama sekali dalam hidupnya ia tidak pernah sholat. Mungkin pernah sih ketika keadaan tertentu. Namun, untuk sholat dari dalam hatinya ia tidak pernah. Bahkan orang tua nya pun tidak pernah mengajarkannya. Hingga saat ini ia belum hafal apa itu sholat? Bagaimana bacaannya? Dan apa tujuannya?.
"Kamu duluan aja yang" sambungnya.
"Yang, aku ini istri kamu, harusnya kamu itu jadi imam buat keluarga kecil kita" Ucap Santi. Memang saat ini Santi sudah mulai menyayangi Rifki.
__ADS_1
"Sayang? Aku bahagia banget dengan ucapan kamu. Tapi gimana ya?" Tanya Rifki bingung.
"Emangnya kamu kenapa?" Tanya Santi balik.
"Jujur yak, aku gak tahu bagaimana sholat, bagaimana bacaannya. Aku sama sekali tidak pernah melakukannya." Jawab Rifki.
"Sekarang kamu itu sudah jadi imam aku, aku mau kamu belajar jadi imam yang baik. Mungkin untuk saat ini kamu belum bisa tapi aku akan tuntun kamu ke jalan yang benar. Supaya kamu lebih mendalami lagi agama islam". Ucap Santi.
"Kamu bener? Gak malu punya suami kaya aku?" Tanya Rifki yang insecure.
"Lebih malu punya suami cowok mesum" Ucap Santi sambil tertawa kecil. Mencerahkan suasana yang saat tadi mulai redup.
Kemudian dengan refleks Rifki mencubit pipi santi dengan pelan.
"Yah yah yah. Aku udah wudhu yang" gerutu Santi.
"Yah maaf, kita wudhu lagi bareng" Jawab Rifki sambil mencubit pipi Santi lagi.
Mereka terus berjalan menuju kamar mandi. Dan ya kamar mandi itu benar-benar lumayan jauh dari kamar mereka.
"Bukannya istri tuh harus berjalan di belakang ya?" Tanya Rifki karena kesal Santi berjalan terlebih dahulu.
"Istri tuh lebih enak di bawah" Jawab Santi dengan pelan, sambil tertawa kecil.
"Baru tahu aku, otak kamu itu mesum juga" jawab Rifki keras.
Tiba-tiba dari pintu dapur keluar Pak Agus yang sedang membawa segelas air minum, mungkin untuk bu Ida.
"Lagi ngomongin apa kalian ini?, kaya nya seru ya" Tanya Pak Agus pura-pura tidak tahu.
"Noh anak Ayah mesum pikirannya" Jawab Rifki sambil tersenyum.
"Sama-sama Saling membutuhkan juga" Jawab Pak Agus sambil menahan tertawa di wajahnya sambil berjalan.
__ADS_1
Santi yang sedari tadi berdiri di dekat pintu itu mukanya merah tanda ia malu, bisa-bisa bibirnya berkata seperti itu. Di dengar ayahnya pula.
Kemudian mereka melanjutkan berjalan. Rifki yang di ajari wudhu oleh istrinya berujung jahil. Ia memainkan kran air yang sedang di pakai wudhu. Hingga Santi bajunya basah dan ia tidak terima kemudian membalasnya. Dan alhasil mereka bermain air sampai basah kuyup.
Setelah selesai wudhu yang di ulang-ulang terus karena kejahilan Rifki kemudian mereka melaksanakan sholat. Walaupun Rifki bum benar-benar bisa bacaan sholat namun Santi bilang Sholat saja sebisa kamu, alloh juga akan maklum karena saat ini Rifki masih dalam proses belajar.
.
.
.
.
.
.
.
.
Seneng banget author liat mereka berdua akur gini.
Tapi author prediksi, kebahagiaan mereka sebentar lagi akan hancur.
Bagaimana kisah selanjutnya?
Yu ikuti terus cerita nya 🐾
Jan lupa follow ig author @reeyanraa
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏
__ADS_1