
"Papa ini kenapa dari tadi kaya kepikiran sesuatu gitu?" Tanya Bi Mira kepada Pak Guntur yang dari tadi hanya bengong saja.
"Papa kepikiran sama suara orang yang ada di rumah Tika tadi ma" Jawab Pak Guntur.
"Kan itu suami sama mertuanya" Jelas Bu Mira.
"Tapi papa yakin papa kenal suara itu ma" Pak Guntur bersikeukeuh dengan keyakinan nya.
"Udah pah gak usah di pikirin, fokus aja nyetirnya mana udah malam lagi." Ucap Bu Mira.
"Langsung mampir ke toko baju ya pa" Sambungnya.
"Iya masih jauh juga ah" Jawab Pak Guntur.
"Ya kan takutnya papa lupa" Ucap Bu Mira.
"Nggak Mah" Jawab Pak Guntur pasrah.
"Udah pah gak usah di pikirin gitu" Kata Bu Mira pada Suaminya.
"Emang kelihatan?" Tanya Bu Pak Guntur yang penasaran.
"Ya iya, mama nih udah lama hidup sama papa jadi udah tahu banget gimana raut wajah papa kalo lagi banyak pikiran" Jawab Bu Mira dengan panjang lebar.
"Tuh tuh pah awas kelewatan" Bu Mira menunjuk ke arah toko itu berada.
__ADS_1
"Papa juga lihat mah ah" Gerutu suaminya.
"Mama mau turun ke sana, mau ikut?" Bu Mira turun dari mobilnya dengan memegang dompet usng sudah di isi uang dari suaminya.
"Ya ikut dong" Jawab Pak Guntur.
"Ceritanya belanja nya di pantau ni ya?" Sindir Bu Mira melihat suaminya yang akan ngintilin dia.
"Abisnya mama kalo belanja gak bisa terkontrol" Jawab Pak Guntur.
"Iyain aja dah" Bu Mira sudah pasrah dah.
Mereka berdua kemudian turun dari mobil dan berjalan masuk menuju toko untuk membelikan baju untuk anak dan menantunya.
"Papa malu mah itu baju perempuan" Jawab Pak Guntur.
"Udah sono papa pilihin baju buat Rifki" Pinta Bu Mira.
"Papa gak bisa" Jawab Pak Guntur.
"Ya kan sama-sama cowok pasti seleranya juga gak jauh beda" Ucap Bu Mira bersikeukeuh supaya Pak Guntur membantu ia memilih baju untuk anaknya.
"Tapi papa gak bisa, papa gak bisa pilih-pilih, papa kalo beli langsung ambil aja, gak pernah milih." Jawab Pak Guntur menjelaskan ketidakpunyaan bakatnya soal urusan belanja fashion.
"Emang iya?" Tanya Bi Mira yang tidak yakin.
__ADS_1
"Ya gitu, baju papa kan semuanya mamah yang beliin" Jawab Pak Guntur.
"Yaudah dah sono duduk aja" Gerutu Bu Mira sambil berjalan pergi.
"Inget udah tua gak usah ngambek gitu malu" Ledek Pak Guntur.
"Iya dah"
Kemudian Bu Mira berkeliling toko untuk memilihkan baju untuk anak dan menantunya, sedangkan Pak Guntur hanya duduk saja.
Sehabis membeli baju, mereka berdua kemudian pulang dulu ke rumah untuk bersih-bersih, selain itu mereka juga mempersiapkan apa saja yang harus di bawa, mengingat ia juga harus menemani Rifki menjaga istrinya di rumah sakit.
Setelah selesai kemudian mereka lanjut pergi, karena mereka takut Santi kenapa-kenapa dan Rifki tidak bisa mengambil tindakan, karena biar bagaimanapun Rifki ini belum sedewasa itu.
.
.
.
Hallo para Reyreader, pembaca sejati dari novel saya, gimana mau gak jadi seberuntung Santi yang punya mertua baiknya bukan main, sampe-sampe beliin baju ganti loh, mertua kaya gitu udah jarang, hanya ada di novel karya saya. Author juga mau tuh punya mertua kaya gitu, semoga tercapai yak.
Yu ikuti terus ceritanya 🐾
Mon mff masih banyak typo 🙏
__ADS_1