
Part sebelumnya
Malam itu malam yang sangat buruk bagi Santi, perlakuan Rifki tadi selalu terbayang-bayang dalam benak nya, sungguh lelaki itu berlaku tanpa perikemanusiaan, ia laki-laki terjahat yang pernah santi temui. Jika mengingat kejadian yang baru di alami itu Santi hanya bisa menangis tanpa suara, ia hanya terisak-isak membayangkan semua itu, sungguh Santi tidak membayangkan bahwa nasib nya akan seburuk ini.
Ingin rasanya Santi mengakhiri hidupnya, bahkan ia berharap besok pagi ia tidak bisa bangun supaya tidak bisa mengingat apa yang telah terjadi.
. . . .
Pagi hari telah tiba, sang surya telah menyinari kota itu, mereka berdua masih tertidur pulas, apalagi santi, semalaman ia terus menerus menangis sampai ia tidak tahu kapan ia terlelap tidur.
Beberapa menit kemudian Rifki bangun, Rifki terbangun dalam keadaan telanjang bulat tanpa ada sehelai benang pun di tubuhnya. badannya pegal-pegal sekujur tubuhnya, dari mulai pundak sampai ke kaki, terutama bokongnya. ia teringat dengan apa yang telah ia perbuat. Ia tidak menyesali atas perbuatan nya itu, bahkan jika wanita itu masih ada disana ia ingin mengulanginya lagi.
Setelah Rifki berpikir dan mengingat kejadian semalam yang membuat ia ingin lagi itu, ia kemudian berpikir untuk bersih-bersih, karena percuma ia mengingat-ingat itu, ia takut ia tidak kuat menahannya dan ia tidak tahu harus melampiaskannya pada siapa. Karena Rifki pikir sudah tidak ada siapa-siapa disana.
__ADS_1
Rifki mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi, sama sekali Rifki tidak melihat ada orang disana padahal Santi masih tertidur di lantai pojok kamar itu, tapi karena mungkin tertutupi selimut yang warna nya sama dengan dinding dan mata Rifki hanya terbuka sedikit ia tidak melihatnya. Kemudian Rifki masuk ke kamar mandi, pintu nya hanya sebatas di tutup, ia sengaja tidak mengunci kamar mandi karena tidak ada siapa-siapa juga di sana.
Selang beberapa menit Santi terbangun, ia kemudian kembali menangis mengingat apa yang telah terjadi malam tadi, namun ia ingat ibunya yang membuat ia kuat, mungkin ia anggap yang telah menimpa dirinya itu merupakan pengorbanan untuk bisa membuat ibunya sehat kembali. Kemudian ia melihat-lihat sekeliling kamar itu, dan ia pikir laki-laki itu sudah tidak ada sehingga ia bisa leluasa mencari pakaian nya yang semalam entah jatuh di mana.
Pakaian itu entah nyangkut dimana, sudah beberapa menit Santi mencarinya namun tidak kunjung ketemu, ia terus mencari nya dengan leluasa walaupun tidak ada pakaian sehelai pun dalam tubuhnya, karena ia pikir di kamar itu sudah tidak ada siapa-siapa.
Setelah pakaian nya ketemu, Santi kemudian berjalan menuju kamar mandi, ia akan bersih-bersih pagi itu mengingat ia telah melakukan hal kotor malam tadi, kemudian ia mengambil handuk dan berjalan menuju pintu kamar mandi.
Sontak Rifki yang berada dalam kamar mandi pun kaget, Rifki yang sedang santai lulur pun akhirnya menoleh ke belakang, terlihat gadis cantik berbadan mulus sedang berjalan menuju dirinya, kulit putih yang hanya tertutupi oleh handuk sebagian itu membuat Rifki tergoda.
"Ternyata wanita itu masih ada disini, mungkin dia mau melakukannya lagi" bisik Rifki dengan senyum tipis.
Santi masih belum sadar dengan Rifki yang ada di sana, ia terus berjalan dengan menunduk sambil merasakan sakit yang ada di tubuhnya. Ketika Santi mulai mengangkat wajahnya ia kemudian kaget melihat Rifki yang ada di sana dalam keadaan sedang lulur telanjang bulat.
__ADS_1
.
.
.
Apakah mereka akan melakukannya lagi?
Yu ikuti terus cerita nya 🐾
Jan lupa follow ig author ya @reeyanraa
Mon mff kalo masih banyak typo 🙏
__ADS_1