Kepsek, I Love You

Kepsek, I Love You
Ujian Nasional


__ADS_3

❤️❤️❤️


"Aduhhh, stres gue kalo kayak gini." Ucap Gandhi, seraya memijat-mijat pelipisnya.


"Perasaan waktu gue liat bahan UN kakak gue dulu ngga sesulit ini deh, tapi kenapa giliran gue yang UN susah banget gini. Stres otak gueeee..." Tambahnya seraya mengacak-acak rambutnya sendiri.


"Shttt.. Lo bisa diem ngga sih Gan, kita sekarang lagi di perpus." Ujar Kania setengah berbisik.


"Tau ah, gue pusing bangeeettt.." Ujar Gandhi yang belum juga menurunkan volume suaranya.


"Kalau kalian cuma mau bikin kegaduhan disini, lebih baik keluar sekarang!" Ucap seseorang dengan nada tegasnya, yang langsung membuat kami semua terdiam, terutama Gandhi, dia kembali membenarkan rambutnya, dan kembali duduk dengan tenang.


"Maaf Pak, maaf!" Ujar kami serentak.


Ya, saat ini aku bersama dengan Kania, Gandhi, Sherly dan juga Jaka di perpustakaan sekolah, karna kami mengadakan belajar bersama hari ini. Ujian yang tinggal hitungan hari, membuat kami semakin giat belajar, kami ingin mendapatkan nilai yang bagus nantinya, agar kami bisa masuk ke universitas yang kami inginkan.


Begitu juga dengan hari ini, hari sudah menunjukkan jam setengah 6 sore, kami masih berada di perpus untuk belajar.


Drt.. drt..


"Pasti laki Lo lagi kan Ri?" Tanya Sherly dengan berbisik.


"Hehhe.." Aku terkekeh mendengar pertanyaannya.


❤️Mas Juan❤️


📩 "Berapa lama lagi?"


Ujarnya bertanya melalui pesan singkat.


✉️ "Sebentar lagi!"


Send


Beberapa detik kemudian hpku kembali bergetar.


Drt.. drt..


📩 "Dari tadi bilangnya, sebentar lagi, sebentar lagi. Sekarang sudah hampir jam 6."


Terlihat dari pesan yang dikirimnya, dia mengomel seperti biasanya.


✉️ "Iya, kali ini Riri ngga boong kok. Bentar lagi mas!"


Send


Drt.. drt..


📩 "Awas saja kalau kamu membohongiku, bilangnya belajar tapi main-main didalam sana. Apalagi disana ada temanmu yang waktu itu kan? Kalau dia ketahuan masih menyimpan rasa untukmu, aku pastikan dia ngga akan lulus." Ancamnya.


"Chattingan terosss!" Celetuk Kania.


"Iya nih, ngga kasian apa sama yang jomblo. Ya ngga Jak?" Timpal Gandhi, seraya menyenggolnya.


"Lo aja kali yang jomblo, gue ngga!" Balas Jaka.


"Hah, Lo udah ngga jomblo?"


"Ckckck, kemana aja Lo?" Ujar Kania.


"Hah, jadi Lo beneran udah punya pacar Jak? Siapa?"


"Kalian berlima, KELUAR SEKARANG!"

__ADS_1


-


"Gara-gara Lo nih Gan, kita jadi di usir kan sekarang." Ujar Kania kesal.


"Iya nih, padahal gue masih mau nyari materi. Sial Mulu gue, semenjak temenan sama Lo Gan." Timpal Jaka.


"Eh, tunggu. Ini juga gara-gara Lo Bambang. Lo khianatin gue berkali-kali."


"Khianatin apaan?"


"Iya, dulu. Waktu Lo tau kalo Riri udah nikah. Lo ngga bilang sama gue."


"Shhtttt, suara Lo bisa dipelanin ngga sih Gan, kalo ada anak-anak lain denger, gimana?" Sungutku kesal.


"Hehhe, iya maap maap."


"Soal itu, ditambah hari ini. Lo udah punya pacar, tapi Lo ngga ngasih tau gue. Gue ini sahabat Lo Jak. Wah, tega bener Lo jadi temen." Seru Gandhi tak terima.


Kami berempat hanya menggelengkan kepala melihat tingkahnya yang terlewat lebay menurut kami. Tanpa menjawab pertanyaannya, kami berempat berjalan meninggalkannya yang masih saja cuap-cuap sendirian ditempatnya.


"Woi, tungguin gue?" Teriaknya, karna dia memang tertinggal cukup jauh dibelakang kami.


____________


Setelah mendengarkan ocehannya Gandhi tadi, sekarang aku malah harus mendengarkan omelannya mas Juan di dalam mobil.


"Kenapa lama benget? Kamu main-main ya didalam sana?" Ujarnya langsung menuduhku.


"Apa sih mas? Jelas-jelas tadi Riri udah bilang kan, kalau Riri belajar sama temen-temen Riri."


"Belajar kok lama banget. Ditambah lagi, pasti disana ada anak itu kan?"


"Kalo ada dia kenapa emang? Soal itu, Riri juga udah bilang kan, kalau dia udah punya pacar sekarang mas."


"Aku ngga percaya, mana bisa dia move on secepat itu, baru 4 bulan setelah dia tau kamu sudah menikah. Masa sekarang sudah punya pacar."


"Cih, ngga ada setia-setianya banget jadi cowok. Bilangnya cinta, tapi apa?"


"Apa bedanya sama mas Juan, dulu bilangnya cinta sama kak Reina, tapi nyatanya setelah beberapa bulan, mas Juan udah move on, terus bilang cinta ke Riri."


"I..itu kan beda kasus."


"Sama aja!"


"Mana bisa seorang Juan di samakan dengan anak yang tidak konsisten itu."


"Ck..ck..ck.. Bener-bener ngga ada obat." Gumamku, seraya menggeleng.


"Apa kamu bilang barusan?"


"Fokus nyetir! Liat kedepan!" Ujarku meninggikan suara.


_____________


1 Minggu kemudian


"Yang ngasih soal ngga kira-kira, ampe bekukus ni pala gue." Ujar Kania, seraya menyeruput minumannya.


"Hooh, ini aja masih kerasa panasnya kepala gue." Timpal Gandhi.


Iya, hari ini adalah UN hari pertama kami. UN akan di adakan selama 3 hari, yang masing-masing memiliki 2 mata pelajaran dalam sehari.


Sekarang, aku bersama teman-temanku sedang berada di sebuah warung es, untuk menghilangkan dahaga kami. Karna mas Juan yang sibuk hari ini di sekolah, jadi aku pulang bersama dengan Kania.

__ADS_1


"Eh, jadi kalian nanti mau daftar kuliah dimana?" Tanya Sherly tiba-tiba.


"Kalo gue sih di xxx.." Ujar Gandhi dengan PD-nya.


"Hahahahahhah.." Kami tergelak setelah mendengar perkataannya.


"Maap maap nih Gan, ma'aaaaappppp banget, bukannya mau bikin Lo down. Tapi, Lo harus sadar diri dong, gimana mau kesana kalo nilai rata-rata raport Lo aja ngga menyentuh angka 8." Ejek Kania.


"Siapa tau kan ada keajaiban, nilai UN gue dapat 100. Atau paling ngga 90." Sahut Gandhi.


"Pfttt.. Yaudah yaudah guys. Doain aja, semoga temen kita ini bisa masuk kekampus yang di inginkannya." Ujarku yang mencoba berbicara dengan bijak


"Iya, bisa kok dia masuk kesana. Tapi sebagai cleaning service." Seru Kania.


"Hahahahahah.."


"Apa Lo bilang?"


___________


"Sayang!" Ucap mas Juan berbisik di telingaku.


"Hm?" Sahutku datar, sambil terus fokus pada apa yang ku kerjakan saat ini.


"Apa kita bisa melakukannya malam ini? Sudah lama kita ngga olahraga." Tambahnya, yang sesekali menghembuskan napas di telingaku.


"Mas, Riri mau belajar. Riri masih UN besok, kalo nilai Riri ngga bagus gimana? Terus ngga lulus? Gimana Riri mau lanjutin kuliah? Gimana Riri mau kerja nanti?"


"Kamu ngga perlu kerja sayang, aku ngga keberatan kalau kamu cuma ungkang-ungkang kaki tiap hari. Aku bisa memenuhi semua kebutuhan kamu, kamu cuma perlu..."


"Mas! Ini bukan cuma soal masa depan Riri, tapi juga kedua orangtua Riri, dan juga keluarga kita. Apa kata orang nanti, kalau istri seorang Juan kerjaannya cuma makan, tidur dirumah. Apa mas ngga malu?"


"Kenapa harus malu? Lagian kan, semua keperluan kamu itu adalah kewajiban ku sebagai suami kamu. Dan lagi, soal orangtua kamu. Aku juga bisa kok memenuhi kebutuhan mereka."


"Mas, bukan cuma itu masalahnya. Riri juga tau kok, mas pasti bisa memenuhi kebutuhan kami. Tapi mas, apa mas ngga pernah mikir, kalo itu bisa jadi beban buat Riri, bukannya Riri ngga bersyukur dengan apa yang mas berikan. Tapi mas, Riri juga mau membanggakan mereka dan membahagiakan mereka dengan hasil hasil jerih payah Riri sendiri sebagai anak mereka satu-satunya."


"Hm, istri kecilku sekarang sudah besar." Ucapnya seraya membelai lembut rambutku dengan tersenyum.


"Cih, Riri dari dulu juga udah besar. Masnya aja yang baru sadar." Balasku.


"Tapi sayang, apa hubungannya itu semua dengan jatah harianku?"


"Ya ada lah. Kalau kita melakukannya malam ini, Riri jadi ngga bisa belajar. Dan ngga menutup kemungkinan nilai Riri nanti jelek, dan bisa aja nanti Riri ngga lulus. Trus gimana soal keinginan Riri untuk membahagiakan, dan membuat kedua orangtua Riri bangga, kalau UN aja ngga lulus." Ujarku panjang lebar.


"Jadi, malam ini aku ngga dapat jatah lagi?" Tanya nya cemberut.


"Iya, Riri mau lanjut belajar dulu." Sahutku, yang kembali fokus dengan belajarku.


"Tega banget kamu sayang!" Ujarnya yang terdengar kecewa, dia berbalik hendak meninggalkan ku.


Grep


Aku langsung memeluknya dari belakang ketika dia baru saja membalikkan badannya.


"Kalau cuma untuk 1 ronde, ngga masalah!" Bisikku.


❤️❤️❤️


😅😅😅


Hi, hi.. apa kabar guys? Udah 2 hari kita nggak ketemu ya? wkwkwk.. Dikit lg KILY bakalan ending nih 😅


Terimakasih atas dukungan like, komen, vote dan juga favoritnya selama ini, mohon maaf kalau masih ada banyak kekurangan dalam novel retjeh utur ini.

__ADS_1


Oiya, tenang aja. Setelah novel KILY berakhir, akan ada judul novel yang baru. InshaAllah akan lebih seru, karena konfliknya juga beda dan lebih pelik, jauh beda lah ya dari novel KILY yang alurnya memang santuy bat 😅


Sekali lagi terimakasih para readers tercinta, and happy reading 😘😚


__ADS_2