
❤️❤️❤️
Ku dongakkan kepalaku kala mendengar suara berat yang tak asing di telingaku.
"P..pak Juan". Mataku membulat sempurna disertai dengan debaran jantung yang sudah tidak karuan.
"Apa kau tidak akan menyingkirkan tanganmu?". Ujarnya menatap tajam kearahku.
"A.. ah maaf pak". Aku menarik kikuk tanganku yang dari tadi bertengger di dadanya.
Dia masih menatap tajam padaku, aku hanya bisa menunduk takut dibuatnya.
"Dilihat dari dekat matanya seram sekali". Batinku.
"Sedang apa kau disini?".
"Aduh gimana nih, udah di ujung tanduk". Batinku sambil merapatkan kakiku serapat-rapatnya.
"Ku bilang, sedang apa kau disini".
Aku terperanjat kaget kala pak Juan meninggikan nada suaranya.
"Maaf pak". Pekikku sebelum ku dorong kuat-kuat pak Juan keluar dari kamar mandi, karna aku benar-benar sudah tidak tahan lagi. Dan segera ku kunci pintu dari dalam.
Dug dug dug
"Buka pintunya". Teriak pak Juan dari balik pintu.
"Cepat buka?!".
"Kau mau pintu ini ku buka dengan paksa?!".
Dug dug dug
Kudengar dengan jelas gedoran pintu dari luar.
"Biarlah pak Juan memarahi ku habis-habisan kalau keluar nanti daripada aku harus menahan malu karna pipis di celana". Ujarku.
Lalu setelah aku selesai dengan urusan ku, dengan takut-takut aku berjalan mendekati pintu. Ku tempelkan telingaku di pintu untuk mendengar suara dari luar sana.
"Kok ngga ada suaranya lagi? Apa pak Juan sudah pergi ya?". Pikirku.
Dengan sangat hati-hati dan perlahan ku buka pintu itu. Saat tak ku dapati orang yang menggedor-gedor pintu tadi, aku menarik napasku lega.
"Syukurlah". Ujarku sambil mengurut-urut dadaku pelan.
Dengan langkah yang pasti aku segera berjalan hendak keluar dari ruangan ini.
"Berani sekali kau?!".
Glek
__ADS_1
"D..dia masih disini?!". Batinku, aku mulai takut dan gugup kembali.
Dengan kaki yang bergetar ku putar badan ku perlahan menghadapnya.
"P..pak Juan". Ujarku terbata-bata.
Ku lihat dia duduk di ujung ranjang besarnya sambil bersidekap menatap dingin kearahku.
"Ini kamarnya?! Aduh Ri, bisa-bisanya lo ngga sadar udah masuk kekandang macan". 😣 Kakiku seakan tidak berpijak pada tempatnya.
"Riri, kamu udah selesai sayang?!". Suara tante Nala yang tiba-tiba mencairkan suasana dingin ini.
"Terimakasih tante". Batinku. Aku merasa tertolong atas kedatangan tante Nala yang datang diwaktu yang tepat.
"I..iya tante". Dengan cepat aku berlari dan bersembunyi dibelakang tante Nala.
"Eh, kamu ada dirumah Ju?!".
Aku mencoba mengintip dari belakang tante Nala.
"Kenapa dia ada disini Bu?". Tanya pak Juan pada tante Nala, sambil menatap dingin ke arahku yang bersembunyi di belakang ibunya, dengan cepat ku alihkan tatapan ku ketika mata kami saling beradu.
"Riri nganterin ibu, soalnya dompet ibu ketinggalan dirumah". Jelas tante Nala.
"Dompet?". Kulihat pak Juan mengerutkan keningnya mendengar jawaban tante Nala.
"Ya sudah, ibu mau kerumah sakit lagi sama Riri". Ujar tante Nala yang terdengar sedikit gugup.
"Ayo sayang". Tante Nala menarik tanganku.
"Ini minum dulu". Ujar tante Nala mengulurkan segelas jus lemon yang terlihat sangat menyegarkan.
"Terimakasih tante". Sahutku, tanpa menunggu aba-aba lagi langsung ku minum jus itu hingga menyisakan setengahnya. Ku lihat sesekali tante Nala tersenyum ke arahku. Aku jadi kikuk ketika tante Nala terus menatap ku.
"Kenapa tante?". Ujarku memberanikan diri untuk bertanya.
"Tante pengen deh punya anak cewek cantik, lucu dan manis seperti kamu". Ucap tante Nala tanpa mengalihkan pandangannya dariku, dan terus menatapku dengan senyuman yang mengembang.
"Ah tante bisa aja, Riri jadi malu". Ujarku tersenyum kikuk.
"Kamu mau yah jadi anak Tante?".
"Uhuk uhuk". Aku sangat terkejut mendengar penuturan dari tante Nala.
"Aduh, pelan-pelan dong sayang minumnya". Ujar tante Nala sambil menepuk-nepuk pelan punggungku.
"Ah, iya tante. Hehe". Entah kenapa aku merasa senang sekali mendengar penuturan tante Nala barusan.
"Jadi mau kan?". Tanya tante Nala lagi menatap mataku intens.
"Tante bisa kok anggap Riri sebagai anak tante". Sahutku.
__ADS_1
"Ah, ngga mau ah. Tante maunya kamu beneran jadi anak tante. Mau ya? ya?".
"Eng..". Aku kembali menggaruk tengkuk ku yang tidak gatal.
"Katanya mau kerumah sakit?!". Ujar sebuah suara yang tak lain adalah pak Juan, ku lihat dia menuruni anak tangga.
"Ah kamu ganggu aja deh. Ibu lagi ngomong sama Riri juga". Protes tante Nala.
Kulihat pak Juan hanya menghela napasnya jengah. Lalu duduk di depanku menyilangkan kakinya sambil membaca majalah yang ada di atas meja.
"Anterin kerumah sakit dong". Ujar tante Nala.
"Emang tadi kesini naik apa?!". Tanya pak Juan tanpa mengalihkan pandangannya dari majalah.
"Motor".
Pak Juan mengernyitkan dahinya.
"Ya terus kalo di antar, motornya gimana?".
"Ya kan nanti bisa di anterin sama pak Amat".
"Eh, ngga usah tante. Tapi kalo tante mau ikut mobil pak Juan ngga papa, biar Riri bawa motor sendiri aja". Ujarku tak enak, bisa-bisa dia makin sinis melihatku.
"Eh jangan. Udah ngga papa, lagian si Juan ngga ada kerjaan ini. Tuh lihat, kerjaannya cuma ungkang-ungkang kaki baca majalah".
"Buuuu....".
"Apa? emang bener kan?".
"Terserah ibu sajalah". Ujarnya lelah meladeni ibunya.
Sedang tante Nala terlihat tersenyum penuh kemenangan.
"Tante Nala ini emang lain daripada yang lain, terlihat bukan seperti ibu dan anak". Batinku, sambil memperhatikan tingkah ibu dan anak yang tidak akur di depan ku ini.
~
Alhasil bukan hanya kerumah sakit tapi aku dan ayahku juga diantarkan sampai rumah karna motor ayahku ada dirumah pak Juan. Besok paginya baru diantarkan oleh pak amat (penjaga rumah pak Juan) kerumah kami.
~
Sejak hari itu, aku menjadi sangat dekat om Adi dan tante Nala. Karna hampir setiap hari aku menjenguk beliau kerumah sakit, terkadang ditemani oleh ayah tapi tak jarang aku kesana seorang diri.
Kalau dengan pak Juan?
Tentu saja masih belum ada perubahan 😩
Dia masih bersikap acuh padaku, apalagi setelah insiden di kamarnya itu. Tapi tidak apa-apa, aku tidak akan menyerah semudah itu, tidak ada kata menyerah dalam kamus perjalanan hidup seorang Arianti Permata 😎
❤️❤️❤️
__ADS_1
Jangan lupa untuk like komen dan vote kalau kalian suka novel recehku ini ya 😉
Aku akan berusaha untuk update setiap hari 🤗