
❤️❤️❤️
"Aduh, pakai baju apa ya?" Aku bingung harus memakai baju apa, karna tampaknya semua pakaianku terlihat biasa-biasa saja.
"Apa aku boleh memakai ini?" Ujarku lagi sembari mengangkat satu set pakaian baju dan rok selutut dengan warna yang senada, pakaian ini adalah yang terbaik menurutku.
Krek
"Kenapa lama sekali?" Ujar Pak Juan begitu masuk kedalam kamar.
"Astaga, kenapa belum berpakaian sama sekali?" Ujarnya lagi yang melihatku masih menggunakan jubah mandiku.
"Riri bingung Pak, apa Riri boleh pakai baju ini?" Tanyaku sambil memperlihatkan satu set pakaian yang ku ambil tadi.
"Kau bercanda? Kita mau ke acara pernikahan saudaraku, bukannya mau ke mall." Protesnya.
"Trus Riri harus pakai baju apa? Cuma ini pakaian terbaik yang Riri punya. Kalau begitu Bapak pergi sendiri aja deh, Riri di rumah aja." Ujarku cemberut.
"Yasudah, kau pakai itu dulu. Cepat! Ku tunggu di bawah." Kata Pak Juan sebelum pergi meninggalkan ku.
"Cerewet banget sih. Lagian siapa suruh kasih taunya mendadak, kalau dari kemarin-kemarin kan, aku bisa ke mall dulu buat beli baju. Cih.." Gerutuku.
Iya, hari ini ada acara pernikahan saudara Pak Juan. Dan acaranya di gelar di gedung mewah yang ada di kota J. Kedua mertuaku dan juga Dennis sudah berangkat pagi-pagi sekali. Dan tertinggal lah hanya aku dan Pak Juan.
Kami hampir terlambat, dan semua ini gara-gara Pak Juan. Padahal aku sudah bangun jam 7 pagi tadi, tapi karna melihatnya masih tidur pulas, aku jadi ikut tidur kembali karna mataku sangat mengantuk akibat bergadang mengerjakan makalah ku tadi malam. Aku tidak tau menahu perihal pernikahan saudaranya, karna memang tidak ada yang memberitahuku soal pernikahan ini. Lalu ketika jam 9 pagi Pak Juan terbangun terlebih dahulu menimbulkan keributan.
Flashback 30 menit yang lalu
"Apa? Jam 9?" Pekik Pak Juan yang langsung membuatku terbangun.
Dengan nyawa yang belum sepenuhnya terkumpul, aku mengerjap-ngerjapkan mataku. Melihat ke arah sumber pekikan suara yang membuatku terbangun.
"Ada apa Pak?" Tanyaku dengan suara yang parau.
"Kenapa kau tidak membangunkan ku?" Ujarnya yang terlihat panik.
"Ini kan hari Minggu Pak, bukannya Bapak ngga ada jadwal ya hari ini?" Sahutku dengan polosnya.
"Tidak ada jadwal bagaimana? Hari ini adalah hari pernikahan saudaraku. Bukankah aku sudah memberitahumu tadi malam?"
"Hah? Bapak ngga ada kasih tau Riri sama sekali." Ujarku bingung mendengar ucapannya.
"Ck, kau ini benar-benar. Sudahlah, aku mau mandi dulu." Ujarnya yang langsung turun dari tempat tidur menuju kamar mandi.
"Apaan sih? Orang jelas-jelas tadi malam dia ngga ngasih tau apa-apa, sekarang malah mau menyalahkan orang lain. Nyebelin banget!" Gerutuku, sambil merapikan selimut yang tadi ku pakai.
Flashback off
-
Ciiiittttt
__ADS_1
"Kita ngapain disini Pak?" Tanyaku bingung, karna Pak Juan tiba-tiba menghentikan mobilnya di depan sebuah butik.
"Apa kau pikir aku akan membawa mu ke acara itu dengan pakaian yang seperti ini?"Ucapnya sambil memperhatikan pakaian ku dari atas sampai bawah.
"Capatlah turun!" Perintahnya, dan tanpa menunggu jawabanku dia langsung turun dari mobil dan segera masuk kedalam butik.
"Cerewet!" Ujarku, lalu ikut turun dari mobil dan menyusulnya.
-
Ku lihat dia sudah duduk di sova besar yang ada di butik ini dengan merentangkan tangannya sambil menatap tajam ke arahku. Dan tentu saja ku balas dengan tatapan malas ke arahnya.
"Silahkan Nona, di sebelah sini!" Ujar salah satu staff wanita yang ada di butik ini dengan nada yang sangat ramah.
"Ah, iya mbak." Sahutku, lalu berjalan mengikutinya.
"Wah, cantiknya!" Batinku, melihat semua gaun yang di gantung tersusun rapi.
"Nona bisa memilih salah satunya." Ujarnya tersenyum ramah.
"Ah, iya."
Untuk pilihan pertama aku mengambil gaun berlengan pendek, berwarna peach dengan corak bunga, dengan panjang di atas lutut. Setelah menentukan pilihan, aku langsung berjalan menuju ruang ganti. Tanpa menunggu lagi aku langsung mengenakannya, dan memperlihatkannya pada Pak Juan.
Saat tirai di buka, tidak lupa ku tampilkan sebuah pose yang anggun dan tersenyum manis ke arah Pak Juan.
Ku pikir Pak Juan akan suka dengan pilihanku, ternyata..
"Gaun apa ini? Terlalu pendek! Ganti!" Ujarnya yang tak suka dengan gaun pertama pilihanku.
*Tirai di buka*
Aku kembali mengembangkan senyumanku.
"Apa-apaan kau? Apa kau ingin menggoda laki-laki disana?" Protesnya lagi.
Hingga kali ke lima aku mengganti gaunku, dan tidak ada satupun yang di sukainya. Terlalu pendek lah, terlalu terbuka lah, terlalu menonjolkan lekuk tubuh dll. Hingga membuatku malas untuk memilih lagi.
"Ini salah, itu salah. Yaudah pakai baju yang tadi aja." Sungutku.
"Kau itu benar-benar buruk dalam fashion. Pakai ini!" Ujarnya melempar sebuah gaun berlengan pendek dengan panjang hampir semata kaki.
"Cepat pakai! Kita sudah terlambat." Tambahnya lagi.
Tanpa membantah, aku kembali berjalan ke ruang ganti. Mengenakan gaun yang di pilihkannya.
"Apa ini bisa di sebut gaun? Kenapa aku jadi kelihatan tua?" Sungutku sambil melihat penampilan ku sendiri di pantulan cermin.
Alhasil, dari atas sampai bawah semuanya dipilihkan oleh Pak Juan. Untuk apa dari awal aku disuruh memilih? Kalau ujung-ujungnya aku harus memakai apa yang di pilihkannya. 😒
-
__ADS_1
"Kenapa wajahmu seperti itu?" Tanyanya, ketika kami sudah berada di dalam mobil.
"Ngga papa." Sahutku, tanpa menoleh padanya.
"Apa kau tidak suka dengan pakaian yang ku pilihkan?" Tanya Pak Juan lagi tanpa mengalihkan pandangannya kedepan, karna tengah sibuk menyetir.
"Udah tau nanya." Gerutuku dalam hati.
"Bukannya ngga suka. Tapi liat? Bukannya Riri jadi kelihatan lebih tua?" Ujarku cemberut, sambil memperlihatkan penampilan ku.
Ku lihat dia mengulum senyum ke arahku.
"Tuh kan?!" Pekik ku.
"Tidak, siapa bilang kau tua? Kau terlihat sangat cantik. Apalagi kalau aku yang memilihkannya. Sudah pasti kau terlihat sangat cantik." Ujarnya kemudian memuji.
"Bohong!" Ujarku sambil memajukan bibirku.
"Aku serius! Kau sangat cantik. Bahkan Selena Gomez saja kalah." Ujarnya, yang berlebihan memujiku.
Tiba-tiba pipiku memanas. Bisa ku tebak, pasti pipiku sekarang sudah merona.
"Ah, Bapak. Lebay banget siiihhh.." Ujarku memukul-mukul gemas bahunya.
"Aduh.. aduh.. apa kau mau membuatku babak belur?" Protesnya, karna pukulan ku cukup keras ternyata.
"Eh, hehhe.. iya maaf Pak".
Setelah kurang lebih 1 jam kami membelah jalanan yang padat hari ini. Karna hari ini hari Minggu, orang-orang banyak berlalu lalang di jalanan raya yang luas ini.
"Ayo turun!" Ujar Pak Juan sambil membukakan pintu untuk untukku, lalu kemudian dia mengulurkan tangannya untuk membantuku keluar dari mobil.
"Kenapa manis sekali?" Batinku.
"Terimakasih." Ucapku sambil tersenyum manis ke arahnya.
"Jangan lepaskan tanganku." Ujarnya, menautkan tanganku pada lengannya.
Saat aku menginjakkan kaki ke dalam ruangan, dimana acara di gelar. Mataku di manjakan dengan pemandangan yang sangat cantik dan glamor. Pintu utama yang di hiasi dengan bunga serba putih menambah kesan elegan nan mewah.
"Waaahhhh, cantik banget." Gumamku, takjub melihatnya.
Tiba-tiba ada rasa iri di hatiku, ketika mengingat pernikahan ku dulu dengan Pak Juan. Karna pernikahan ku saat itu di adakan secara mendadak. Aku tidak sempat merasakan bagaimana rasanya menjadi ratu sehari.
❤️❤️❤️
See U next part dear 😚
Jangan lupa tinggalkan like, komen, vote dan favoritnya juga ya 😉
Xiexie 😚
__ADS_1
Beginilah kira-kira penampilan Riri ketika kondangan ya 😁