Kepsek, I Love You

Kepsek, I Love You
Jangan Mimpi!


__ADS_3

❤️❤️❤️


"Aku mencintai mu sayang". Tatapannya yang sendu membuat darahku berdesir dengan hebat. Deru napas hangatnya menyapu seluruh wajahku hingga ke bagian leher yang membuatku bergidik geli karna ulahnya.


"Apa kau juga mencintai ku sayang?". Ditatapnya mataku lekat-lekat dengan tatapan sayunya.


"Tentu, Ri.. Riri juga mencintai bapak". Ujarku dengan napas yang sedikit tersengal, ku tatap balik matanya yang menenangkan itu, yang mampu membuat ku memberikan segalanya untuknya.


Saat deru napas kami saling beradu karna jarak yang kian mendekat, dengan perlahan tapi pasti dia mendekatkan bibirnya...


"Uuuuuuuuuuu".


_______________


Brug


"Awww". Pekik ku.


"Aduhhh". Ujarku sambil mengelus-elus kepalaku yang terasa sakit karna terbentur cukup keras ke lantai.


"Hanya mimpi?". Ucapku bingung melihat sekitar.


"Tapi rasanya seperti nyata". Ujarku kemudian tersenyum malu membayangkan kembali kejadian dalam mimpi ku barusan.


"Aduh Ri, mikir apa sih pagi-pagi?! Bangun-bangun". Aku menggeleng-gelengkan kepalaku lalu menepuk kedua pipiku cukup keras untuk menghilangkan pikiran kotor yang menghinggapi otak polosku.


"Pak Juan?". Aku baru mengingat laki-laki itu. Ku lihat sekitar, tak nampak batang hidungnya sama sekali. Aku segera bangun dari posisiku.


"Apa dia meninggalkan ku?". Ujarku lagi sambil menatap keatas ranjang yang terlihat sangat rapi.


"Jam? Jam berapa sekarang?". Aku langsung memeriksa jam waker yang ada di atas nakas.


"Jam setengah delapan?". Pekik ku keras.


"Pak Juaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnn".


~


Jam istirahat di bangku taman sekolah.


"Hahahahhahahhaahhhahha".


"Aduh perut gue sakit banget sumpah Ri, hahahahhaha".


"Puas lo ngetawain gue?".


"Sorry sorry, hahha.. aduh aduh bentar bentar". Ujarnya berusaha menahan tawa sambil memegangi perutnya.


Aku menghembuskan napasku kembali guna mengontrol emosi yang sudah naik sejak pagi. Tapi Kania masih saja mengulum senyum di bibirnya.


"Kalian tu bener-bener deh, orang kalo baru nikah itu pasti sweet, anget gitu kan? Lah, kalian malah saling mendirikan bendera untuk mendeklarasikan peperangan. Ada-ada aja deh".


"Dia yang mulai, dan gue pastinya ngga mau lah di kerjain terus, tapi gue tuh isengnya masih dalam batas wajar, lah dia? Makin kesini isengnya parah banget. Masa jam waker gue di matiin coba? Gara-gara dia gue jadi dihukum bersihin toilet selama 5 hari. 5 HARI Kan!". Ujarku kesal sambil menekankan kata "5 hari".


"Hahaha, OK OK. Jujur, kali ini menurut gue isengnya pak Juan emang udah keterlaluan sih".


"Emang". Balasku dengan wajah yang masih kesal.

__ADS_1


"Trus, lo sekarang maunya gimana? Kerjain balik lagi?". Ujarnya menatap mataku intens.


"Off course". Sahutku dengan senyuman miring yang penuh arti.


"Dia yang ngajakin perang duluan, jangan harap aku akan menyerah semudah itu". Batinku 😈


~


I bulan yang lalu.


Flashback on


"Saya terima nikahnya Arianti Permata binti Danu Pratama dengan mas kawin tersebut tunai".


"Bagaimana saksi? Sah". Seru pak penghulu.


"SAH". Jawab beberapa saksi berbarengan.


___________


Ya, setelah permintaan ayah Adi beberapa hari lalu di rumah sakit, yang meminta ku dengan pak Juan segera melangsungkan pernikahan karna alasan kesehatannya yang kian memburuk akhirnya terlaksana. Suasana haru, hikmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti acara pernikahan ku dan pak Juan yang begitu mendadak dan juga sederhana. Kulihat pak Juan meskipun kurasa dia pasti terpaksa melakukan ini tapi dia berusaha menekan ego-nya demi kebahagiaan orangtua, terutama ayahnya.


Setelah pernikahan yang mendadak itu aku dan pak Juan menjadi canggung, terlebih pak Juan banyak mendiamkan ku dengan raut wajahnya yang semakin dingin menatapku. Berbeda dari biasanya, meskipun dia sering mengacuhkan ku setidaknya dia pasti menanggapi omonganku dengan ocehannya, tetapi sekarang dia benar-benar berubah menjadi pendiam.


Hingga suatu hari


"Assalamualaikum". Ucapku memberi salam. Saat pertama aku memasuki rumah mertuaku, tempat dimana aku tinggal sekarang. Kulihat suasana saat ini sangat tegang, dengan posisi pak Juan yang berdiri sambil bersidekap dan kedua mertua ku yang duduk di kursi. Seperti orangtua yang memarahi anaknya, tapi bukankah ini terbalik? Seharusnya pak Juan yang di marahi? Bukan memarahi?


"Apa kau juga mengetahui rencana ini?". Ujarnya menatap tajam seperti ingin membunuh ke arahku.


Aku mengerutkan kedua keningku.


"Tidak Juan, Riri sama sekali tidak mengetahui semuanya". Ucap bu Nala.


"Ada apa ini sebenarnya?". Aku memberanikan diri bertanya sambil berjalan mendekat dan duduk di samping ibu mertuaku.


"Bu? Ada apa?". Tanyaku.


"Emm.. anu sayang. Itu....


"Mereka berbohong saat ayah sekarat". Potong pak Juan dengan nada tegasnya.


Aku kembali mengerutkan keningku menatap pak Juan heran.


"Apa kau itu terlalu bodoh, sehingga tidak bisa mencerna semuanya? Mereka membohongi kita tentang ayah yang sekarat, hanya agar kita cepat menikah". Jelasnya.


"Apa?". Pekik ku terkejut.


"Ibu? Ayah? Benarkah?". Ujarku bertanya menatap intens kedua mata mertuaku itu.


"Iya nak". Sahut mereka bersamaan.


"Ibu minta maaf sudah membohongi kamu". Ujar bu Nala tertunduk menyesal.


"Aaaaa.. Riri senang sekali". Pekik ku sambil menghambur peluk pada kedua mertuaku.


Saat ku lepaskan pelukanku mereka menatap ku dengan heran terutama pak Juan.

__ADS_1


"Apa kau sudah gila? Kenapa kau tidak marah sama sekali?". Tanya nya dengan mata yang melotot.


"Kenapa Riri harus marah pak? Sekarang Riri tau bahwa ayah baik-baik saja, Riri senang sekali". Ujarku bahagia sambil menggenggam tangan ayah Adi dan bu Nala.


"Riri? Terimakasih nak". Kata bu Nala dan ayah Adi haru lalu memelukku kembali.


"Karna Juan sudah mengetahui semuanya, Juan akan mengadukan gugatan cerai ke pengadilan agama".


"Apa?". Pekik kami bertiga secara bersamaan dan secara spontan bangkit dari tempat duduk kami.


Dia menunjukkan seringainya kembali setelah sekian lama tak ku lihat.


"Kamu jangan bodoh Juan?". Ujar ayah Adi dengan suara tegasnya.


"Meskipun semua ini rencana kami, tapi pernikahan kalian itu sah di mata agama dan hukum". Tambah bu Nala.


"Apa peduli ku? 😏 ". Ujarnya lalu berbalik.


"Kalau kau melakukannya, silahkan angkat kaki dari rumah ini". Ancam ayah Adi.


Pak Juan menghentikan langkahnya.


"Baiklah". Ujarnya lalu melanjutkan kembali menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"A..apa pak Juan akan benar-benar pergi dari rumah ini?". Batinku, aku mulai panik memikirkannya, bagaimana jika pak Juan benar-benar pergi?.


"Kenapa ayah menyuruhnya pergi? Bagaimana jika Juan benar-benar pergi?". Tanya bu Nala yang mulai panik.


"Dia tidak akan bisa kemana-mana". Ujar ayah Adi santai lalu kembali duduk membaca korannya.


"Maksud ayah?". Tanya bu Nala lagi.


Ku lihat pak Juan berlari menuruni anak tangga.


"Apa-apaan ini ayah? Dimana semua pakaian dan koperku? Pasporku?". Ujarnya yang terlihat emosi.


"Sudah di buang". Sahut ayah Adi dengan entengnya sambil terus membaca koran.


"Apa? Bagaimana bisa ayah membuang semua barang-barang ku?". Ujarnya semakin naik pitam.


"Kenapa tidak bisa? Aku ini kan ayah mu".


"Ayah, kau...". Dengan marah dia pergi keluar.


Tak lama kemudian dia kembali ke dalam dengan emosi yang memuncak.


"Dimana mobilku?". Ujarnya yang semakin geram.


"Dimana ya? Ah iya, sepertinya sudah ayah sumbangkan". Sahut ayah Adi tersenyum.


"Apa? Bagaimana? Arghhhhhhhh".


Pak Juan benar-benar dibuat mati kutu oleh ayah Adi, semua barangnya seketika lenyap, paspor hilang, ATM yang di bekukan. Bahkan temannya pun tidak ada yang bisa di mintai bantuan karna mereka tidak mengangkat telpon dari pak Juan. Dia benar-benar marah atas perlakuan ayahnya itu, hingga beberapa hari tidak mau di ajak bicara, kerjaannya marah-marah setiap hari. Dan akulah yang menjadi sasaran umpuknya setiap kali dia marah.


Dan peperangan di mulai seminggu sejak hari itu. Meskipun tidak jadi bercerai, tetapi dia semakin gencar mengerjaiku, mungkin dia ingin aku menyerah dan mengajaknya bercerai tanpa dia harus repot-repot mengajukan gugatan padaku. Jangan mimipi! Karna aku menginginkan pernikahan sekali seumur hidup, aku akan mempertahankannya sampai akhir 🔥.


Flashback off

__ADS_1


❤️❤️❤️


Happy reading and enjoy, jgn lupa tinggalkan like komen vote dan jadikan salah satu novel favorit di rak buku kalian ya 😍 terimakasih 😘


__ADS_2