Kepsek, I Love You

Kepsek, I Love You
Menjadi Yang Terakhir Dalam Hidupku?


__ADS_3

❤️❤️❤️


"Sayang, dimakan dong makanannya. Kok di ubek-ubek aja?"


"Eh, eng.. Riri belum lapar Bu. Riri ke kamar dulu ya?" Dengan langkah yang gontai, aku berjalan hingga masuk ke dalam kamar. Dengan serta merta aku langsung membanting tubuhku yang lesu ke atas tempat tidur.


"Hehhhhh.." Sekali lagi aku menghela napasku berat. Entah berapa kali aku melakukannya hari ini.


Krieetttt..


Aku mendengar pintu kamar terbuka, yang artinya pasti ada seseorang yang masuk. Aku mengabaikannya, yang ku lakukan hanyalah menatap kosong ke atas langit-langit kamar.


"Heh, padahal aku pengen banget ngabulin semua permintaan istri aku tercinta. Tapi yaaa, mau gimana lagi?!" Tandasnya, yang seolah terdengar sedang menyindirku.


"Mas kalo mau ngeledek, ledek aja sepuasnya!" Ucapku malas.


"Ngga kok, siapa yang mau ngeledek." Bantahnya.


"Keliatan kok dari mukanya mas!" Balasku, lalu berbalik memunggunginya.


"Kamu besok mau ke taman bermain ngga? Katanya mau naik semua wahana yang ada disana?"


"Mas, Riri kan gagal. Otomatis perjanjiannya juga batal kan?"


"Kemaren kan aku janjinya bahwa aku akan naik semua wahana disana. Tapi berhubung perjanjiannya batal, ke taman bermain cuma buat nemenin kamu ngga ada salahnya kan? Lagian aku juga pengen nyobain pacaran disana, kayaknya seru juga."


Ya, taman bermain. Salah satu permintaanku yang ia janjikan kemarin kalau aku bisa memenangkan audisi itu. Karna aku tau betul, mas Juan sangat tidak suka dengan taman bermain, selain menurutnya bermain disana adalah hal yang sangat kekanak-kanakan, disana juga sangat berisik karna dipadati oleh orang-orang. Bahkan kata ibu mertuaku, sejak kecil dia tidak pernah mau diajak kesana, karna hobinya adalah membaca dan membaca. Membosankan sekali bukan? Makanya aku ingin mengajaknya kesana, karna dia sangat tidak menyukainya, aku ingin menyuruhnya menaiki semua wahana disana. Tapi semuanya gagal 😔.


"Mas yakin? Mas kan ngga suka kesana?"


"Iya memang, tapi kalau untuk 1 atau 2 jam. Ngga masalah."


"Hah, serius mas?" Ujarku yang mulai antusias.


"Iya."


"Aaaaaaa... Terimakasih mas.. cup.. cup.. Terimakasih sayang!" Dengan gembiranya aku langsung memeluknya dan mencium kedua pipinya saking senangnya. Sudah lama aku sangat ingin kesana, tapi karna biaya masuknya yang sangat mahal, yaitu kurang lebih setara dengan gaji sebulan ayahku, bagaimana aku bisa kesana.


____________


"Pagi semuaaaaaa!" Teriak ku antusias menyapa semua teman-temanku yang ada dikelas.


"Pagi Ri!"


"Pagi!"


"Ri, Lo baik-baik aja kan?" Tanya Sherly yang langsung menghampiriku.


"Baik kok, baiiiiiiikkkkk banget." Jawabku yang tak henti-hentinya tersenyum lebar.


"Lo beneran ngga papa?" Timpal Gandhi.


"Ngga papa kok, emang kenapa?" Tanya ku balik dengan santainya.


"Perasaan kemaren Lo keliatannya sedih banget karna ngga menang, kok sekarang kayak happy banget gitu?" Ujar Kania yang ikut memberikan pertanyaan.


"Ya mungkin itu belum rezekinya gue."


"Heh, kok jadi gue yang sedih ya. Kemaren-kemaren Lo keliatannya semangat banget buat dapatin hadiah uang tunainya. Coba aja gue yang jadi jurinya, Lo pasti udah gue menangin Ri." Tandas Sherly.


"Sebenernya sih, gue pengen menangin audisi itu bukan karna uang."


"Trus?"


"Ehehehe.."


-


Tik tok tik tok


Waktu terus berjalan, hingga tak terasa sekarang sudah sore. Setelah pulang sekolah, aku langsung bergegas mandi lalu bersiap-siap untuk acara kencan ku sore ini.


"Aduh, yang mana nih?" Ujarku yang bingung memilih baju yang cocok untuk kencan pertama ku hari ini dengan mas Juan. Ya, dulu kami memang pernah pergi bersama, tapi itu tidak bisa disebut kencan, karna waktu itu mas Juan terlihat sangat terpaksa pergi denganku karna disuruh orangtuanya. Dan hari ini, ketika kami sudah saling mencintai, untuk pertama kalinya kami akan berkencan. Apalagi di taman bermain, tempat yang sangat ku inginkan, ahhhh.. aku benar-benar antusias.


"Ah, yang ini aja!"

__ADS_1


Senyumku kembali mengembang ketika melihat sosokku didalam cermin.


"Perfect!" Ucapku seraya tersenyum lebar.


Tanpa membuang waktu lagi, aku bergegas menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa. Oh iya, karna hari ini mas Juan ada rapat sepulang sekolah jadi dia langsung berangkat dari sana, sedangkan aku berangkat menggunakan taksi untuk kesana.


"Mau kemana mbak?" Tanya supir taksi.


"Amazing island Pak." Sahutku seraya tersenyum.


Segera setelah menanyakan tujuan, Pak supir langsung melajukan taksinya membelah lautan kendaraan untuk mengantar ku kesana.


2 jam kemudian


"Pak, maaf. Apa bisa lebih cepat?" Tanyaku, seraya terus menerus memeriksa jam tanganku.


"Kayaknya lagi ada kecelakaan didepan mbak." Jawab Pak supir.


"Ya ampun, gimana nih?" Aku mulai panik, mengingat sekarang sudah jam 6 sore, kami janji bertemu disana jam 5, yang artinya aku sudah telat 1 jam dengan waktu yang sudah kami janjikan. Saat aku ingin menghubungi mas Juan, tiba-tiba baterai hpku lowbat karna aku tadi memang lupa untuk mengisi ulang baterainya.


"Apa mas Juan masih ada disana atau udah pulang ya?" Batinku.


Waktu berlalu begitu cepatnya, tak terasa ternyata sekarang sudah jam setengah 8 malam, aku baru saja tiba di amazing island. Karna tadi benar-benar macet parah. Dengan harapan mas Juan mungkin masih ada disana untuk menungguku, setelah sampai aku langsung turun dari taksi, karna melihat gerbangnya yang masih terbuka, aku langsung berjalan masuk kedalam, hingga tepat berada di depan pancuran air. Bahkan aku tidak menyadari bahwa tak ada seorang pun di sekitarku, ditambah dengan semua lampu yang sudah dimatikan.


"Heh..heh..heh.." Aku terengah-engah setelah berlari cukup jauh dari depan gerbang sampai di depan pancuran air.


"Kok gelap?" Ujarku yang baru menyadarinya.


"Mas Juan pasti udah pulang?" Tambahku, aku langsung terduduk lemas.


"Padahal aku pengen banget main disini, heh.."


Ting..Ting.. Ting..


Seketika semua lampu yang semula padam, kini menyala dengan terangnya. Pancuran air di sampingku seketika menyemburkan air dengan derasnya ditambah dengan lampu yang berwarna-warni membuatnya terlihat sangat cantik. Aku langsung bangun dari posisiku, menatap takjub dengan semua yang ada didepan mataku saat ini.


"Cantik banget!" 😍


Terdengar suara deru langkah kaki di belakangku, dengan cepat aku membalikkan badanku, untuk mengetahui sosoknya.


"Mas Juan?" Ujarku membelalak kaget.


"Mas, Riri kira mas Juan udah pulang? Hiks.."


"Kamu kemana aja? Aku khawatir." Ujarnya seraya membalas pelukanku.


"Tadi jalanan macet banget mas, baterai hp Riri juga lowbat. Pas Riri mau nelpon, eh hpnya mati. Hiks.."


"Yasudah, yang penting sekarang kamu baik-baik aja."


"Hm.."


"Mas?" Ujarku mendongak.


"Iya, kenapa?"


"Taman bermainnya udah tutup." Ucapku yang langsung tertunduk lesu.


"Kata siapa?"


"Ini buktinya, coba mas lihat. Ngga ada siapapun disini?" Sahutku, seraya memperhatikan area sekitar.


"Menurut kamu kalau sudah tutup, kenapa kita bisa masuk kesini sekarang?" Ujarnya kembali tersenyum.


"Eh.. Tapi kok, ngga ada siapapun disini? Apa jangan-jangan?"


"Jangan-jangan kenapa?"


"Security-nya lagi tidur, jadi kita bisa masuk. Yaudah mas kita keluar sekarang yuk, Riri ngga mau di usir karna kita masuk tanpa izin."


"Kamu tuh ada-ada aja." Ucapnya yang mengabaikan perkataan ku, dengan santainya dia berjalan masuk kedalam.


"Mas, mas mau kemana? Kalo kita ketahuan gimana? Kita bisa diseret keluar mas."


"Mana bisa begitu?"

__ADS_1


"Eh.." Aku semakin bingung.


Pletak..


"Aduhhh, hshhh... Sakit tau." Ringisku seraya mengusap-usap keningku yang terasa sakit karna ulahnya.


"Dasar bodoh!" Ujarnya sebelum kembali berjalan.


"Heh?"


"Naiklah!"


"Maksud mas?"


"Kamu mau menaiki semua wahana disini kan?"


"Iya, tapi apa boleh mas?"


"Sudah, naiklah!" Ujarnya yang mendorongku.


"Ok, baiklah. Bodo amat nanti kalo diseret keluar, yang penting aku udah nyobain semuanya, hehehe..." Gumamku.


"Mas, ngga ikutan?"


"Aku disini aja!"


"Yaudah, padahal seru banget loh. Hehhe.."


-


Satu persatu semua wahana di taman bermain ini ku naiki. Tak terlewat satu wahana pun. Kapan lagi bisa bermain sepuasnya di taman bermain terkenal ini? Hehehe..


Hingga tersisa 1 wahana, yaitu bianglala raksasa yang terkenal di amazing island. Kali ini aku tidak menaikinya sendirian, melainkan dengan mas Juan.


"Ini!" Ucapnya seraya menyodorkan eskrim coklat berukuran besar kehadapan ku.


"Mas beli dimana?" Tanyaku bingung, karna aku tidak melihat adanya orang berjualan dari tadi.


"Disana, ayo cepat naik."


Kini aku dan mas Juan sudah berada di puncak tertinggi bianglala raksasa ini, pemandangan dari atas sini benar-benar cantik.


Melihat pemandangan dari atas sambil menyantap eskrim yang manis, rasanya benar-benar menyenangkan.


Tiba-tiba aku merasakan ada yang aneh dengan eskrim yang ku makan, aku seperti memakan sebuah benda. Dengan cepat aku mengeluarkannya dari dalam mulutku.


"Ci..cincin!" Batinku.


"Mas, ini apa?" Tanyaku bingung.


Dia hanya tersenyum mendengar pertanyaan ku.


Dan sekali lagi, aku dibuat terkejut olehnya, dia mengambil cincin yang ada di tanganku lalu berlutut di hadapanku.


"Ma..mas Juan?"


"Ah, jujur sebenarnya aku sudah menyiapkan beberapa kata-kata yang manis untuk hari ini. Tapi ntah kenapa aku menjadi gugup dan melupakan semuanya, hehe."


"Mas?"


"Ri, mungkin awal pertemuan kita terkesan buruk, bahkan mungkin sangat buruk. Waktu itu aku benar-benar laki-laki yang menyebalkan bukan?"


Aku langsung menggelengkan kepalaku pelan setelah mendengar perkataannya.


"Awalnya aku memang membenci mu, sangat benci. Bagiku kamu hanyalah seorang gadis bodoh dan konyol pengganggu ketentraman hidupku, hingga pada akhirnya dengan kebodohan dan kekonyolanmu, perlahan kamu membuatku tersenyum, dan bahkan aku ingin lebih sering melihat kekonyolan mu, aku juga sudah tidak bisa menghitungnya sudah berapa kali aku tersenyum dan bahagia ketika melihatmu. Kamu wanita pertama yang membuatku kehabisan akal. Maaf jika dulu aku tidak memperdulikan perasaan mu, aku selalu menyakitimu dengan kata-kata ku. Aku juga belum pernah melamar mu dengan benar."


"Mas?" Mataku kini mulai berkaca-kaca.


"Ada berjuta rasa yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, dengan beribu cara kamu selalu membuatku bahagia. Kamu adalah alasan serta jawaban atas semua pertanyaan. Yang aku inginkan hanyalah kamu selalu ada disini bersamaku, hingga kita menua bersama. Ri, maukah kamu menjadi pilihan ku? Menjadi yang terakhir dalam hidupku?"


"Mas Juan?" 🤧


❤️❤️❤️


Ini Outfit mereka untuk hari ini ya 😘

__ADS_1




__ADS_2