
❤️❤️❤️
Ku dengar samar-samar bunyi burung yang mengetuk-ngetuk jendela kamar ku dari luar, aku menggeliatkan tubuhku perlahan, mengerjap-ngerjapkan pelan indera penglihatanku, berusaha mengumpulkan semua nyawa yang berserakan akibat mimpi ku tadi malam. Saat aku mulai membuka mataku perlahan, ada secercah cahaya yang menyeruak masuk kedalam kamarku melalui celah-celah gorden jendelaku yang tersingkap. Aku menyipitkan mataku karna cahaya itu menyentuh tepat pada mataku.
"Hoammm" Ujarku menggeliat.
Ku lihat jam waker di atas nakas di samping tempat tidurku, ternyata sekarang sudah jam 8 pagi. Pantas saja cahaya itu berusaha membangunkan ku.
Hari ini aku akan jalan-jalan bersama Kania di mall dan Kania berjanji akan menjemputku sekitar jam 10 pagi ini.
Segera aku bangun dari tempat tidurku menuju kamar mandi untuk melakukan ritual ku setiap pagi.
Lalu setelah selesai kini aku duduk di meja rias sederhana ku untuk sekedar memoles wajah ku, ku oleskan bedak setipis mungkin serta liptint beraroma stroberi kesukaanku.
Ku ambil baju kaos berwarna putih serta celana jeans dan tak lupa pula ku padu padankan dengan cardigan polos berwarna coklat favoritku. Ku ikat rambutku ke belakang, memperlihatkan leher jenjang ku.
"Perfect" Ujarku mengedipkan sebelah mata ke arah kaca setelah melihat penampilan ku yang sederhana namun cukup modis menurutku.
Ku ambil tas kecil ku yang bergantung di balik pintu berwarna coklat yang senada dengan cardigan ku. Ku masukkan beberapa barang yang kiranya ku perlukan.
Setelah kurasa sudah membawa semua barang yang ku perlukan, aku segera keluar dari kamarku dan berjalan menghampiri ibuku yang tengah asik menonton acara berita di ruang tamu. Oiya, ayahku sudah berangkat kerja jam 7 pagi tadi dan ibuku hanyalah seorang ibu rumah tangga jadi dia hanya berdiam diri dirumah, dan hanya mengurusi urusan rumah tangga saja.
"Pagi Bu" Sapaku berjalan mendekat kearahnya dan duduk di sampingnya.
"Pagi sayang" Balasnya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar tv.
"Kamu jadi pergi sama Kania?" Tanyanya lagi setelah melihat ku.
"Jadi dong, ini lagi nungguin Kania." Jawabku sambil merogoh hp yang ada di tas kecilku untuk mengirim pesan pada Kania, apa dia sudah berangkat atau belum.
"Kamu ngga sarapan dulu nak?"
"Nanti aja Bu, Riri sarapan bareng Kani" Ucapku.
Tin tin
"Panjang umur!" Batinku, baru saja aku akan mengirim pesan padanya, dan dia sekarang malah sudah sampai di depan rumahku.
"Nah, itu anaknya sudah datang." Celetuk ibuku.
__ADS_1
"Iya, Riri pergi dulu ya Bu." Pamitku lalu mencium tangannya.
Ibuku mengantar ku sampai di depan pintu.
"Hati-hati!" Teriak ibuku ketika aku sudah duduk di atas motor.
"Iyah" Jawabku.
"Pergi dulu ya Bu" Ujar Kani berpamitan pada ibuku. Selain denganku, Kani juga dekat dengan ibuku karna dia juga sering kerumah ku bahkan terkadang juga menginap ketika orangtuanya pergi keluar kota. Dan ibuku juga sudah menganggapnya seperti anaknya sendiri.
"Iya, jangan ngebut ya nak!" Ujar ibuku mengingatkan.
"Siap" Jawab Kani.
"Assalamualaikum" Ujarku dan Kani berbarengan.
"Waalaikumsalam"
~
Karna hari ini hari Jum'at jalanan terlihat tidak terlalu ramai dan tidak ada kemacetan. Kania melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Aku dan Kani adalah tipe orang yang tidak bisa diam kalau sudah bersama, ada saja hal-hal kecil dan lucu yang kami bahas. Bahkan di sepanjang jalan kami terus berbicara tanpa henti.
Setelah kurang lebih 40 menit akhirnya kami sampai di mall yang ada di kota J.
"Kemana dulu nih enaknya?!" Celetuk Kania sambil celingukan mencari sesuatu yang menarik.
"Sarapan dulu yuk!" Ajakku.
"Oh iya lupa. Hehhe" Ujarnya terkekeh.
"Kesana yuk" Tunjuknya pada pizza hut yang ada di mall.
"Ok"
Sekarang kami sudah duduk di salah satu meja yang kosong, melihat beberapa menu pilihan varian topping pizza yang berbeda-beda. Kami memilih pizza meatzza carbonara varian terbaru dari pizza hut. Dan tak lupa memesan ice cappucino kesukaan kami.
Sambil menunggu pesanan datang, tiba-tiba saja Kania baru mengingat hal yang membuatnya penasaran sejak kemarin.
"Oiya, hampir aja gue lupa. Ayodong cerita yang kemaren, penasaran gue" Rengeknya membujukku.
__ADS_1
"Penasaran aja apa penasaran banget?" Ujarku terkekeh menggodanya.
"BANGET NGET NGET" Ucapnya penuh dengan penekanan.
"Hehehe.." Aku terkekeh sendiri melihat tingkahnya.
"Ayo dong, ah elah lama" Ujarnya saking penasarannya.
"Haha OK OK gue cerita sekarang"
"Apa apa" Kani mendekatkan wajahnya padaku, sahabatku ini kalau sudah penasaran tingkahnya lucu sekali.
Ku ceritakan setiap detailnya pada Kania dengan tingkahku yang di rasanya aneh sejak beberapa hari kemarin. Dia menyimak dengan saksama setiap perkataan ku, bahkan dia terkesan heboh sendiri ketika ku ceritakan beberapa kebetulan dan ketidak sengajaan yang terjadi antara aku dan juga pak Juan, Kania jejeritan sendiri mendengar perkataanku bahkan beberapa orang menatap ke arah kami, ahhh aku menutupi wajahku malu. Dasar sahabatku ini kalau sudah heboh tidak lihat tempat.
"Hahaha" Gelak tawanya pecah kala mendengar kejadian ketika Bu Tania pura-pura terjatuh di hadapan pak Juan, dan di abaikan begitu saja.
"Aduh lucu banget sih" Ujarnya sambil menyapu air mata yang keluar dari ekor matanya.
"Silahkan menikmati!" Ucap seorang waiters sambil membawa pesanan kami.
"Terimakasih" Jawab kami tersenyum.
"Ngga nyangka loh gue Bu Tania sampai segitunya. Gokil banget. Ngga kebayang kalau anak-anak lain tau hal ini. Pasti bakalan ngakak banget si. Hahahha". Ujarnya kembali tertawa.
"Awas ya, kalo lo cerita ke anak-anak lain. Malu gue"
"Hahaha iya-iya"
"Tapi gue rasa kayaknya pak Juan ada feeling deh sama lo" Ucapnya sambil mengunyah pelan potongan pizza-nya.
"Masa sih? Ah ngga mungkin"nUjarku berpura-pura menepisnya. Padahal aku senang sekali mendengar tebakan Kania itu.
"Kalo beneran sih. Lo hebat banget bisa ngegaet kepsek ganteng, muda, tinggi, atletis pula 😍 . Perfect banget pacar gue aja kalah, tapi sayang sikapnya itu sedingin es " Ujarnya membayangkan lalu bergidik sendiri ketika mengucapkan kata-kata sedingin es.
"Hahaha, dasar lo"
"Hahaha" Kami tertawa geli bersama.
~
__ADS_1
Setelah kenyang kami melanjutkan untuk berkeliling mall dan melihat-lihat sesuatu yang menarik perhatian kami. Karna sudah puas berjalan-jalan dan membeli beberapa barang. Kami memutuskan untuk pulang, karna keasikan kami bahkan tidak sadar kalau sekarang sudah jam 2 siang.
❤️❤️❤️