Kepsek, I Love You

Kepsek, I Love You
Hot News


__ADS_3

❤️❤️❤️


Ke esokan harinya..


"Bu, Yah.. berangkat dulu ya?!" Ucapku sambil menciumi punggung tangan kedua mertuaku.


"Iya sayang." Sahut Bu Nala dengan senyuman teduhnya.


Lalu aku segera berjalan menyusul Pak Juan yang sudah sampai di ambang pintu.


"Kalian nanti sepulang sekolah langsung pulang ya? Jangan mampir-mampir di pinggir jalan lagi." Teriak Ayah Adi.


"Iya, udah di sediain kasur yang empuk masa maunya dimobil sih, di pinggir jalan lagi." Ujar Bu Nala menimpali.


"Ayah, Ibu.. kalian...


Ujar Pak Juan terlihat geram, menatap tajam ke arah orangtuanya.


"Kita main di kamar aja yuk Yah, disini nggak enak." Ujar Bu Nala yang dengan cepat merangkul tangan suaminya usai di beri tatapan tajam oleh putranya sendiri.


"Iya, ayok Bu." Sahut Ayah Adi.


Lalu mereka segera beranjak dari ruang tengah menuju kamar dengan cekikikan bersama yang masih terdengar jelas di telingaku.


Arghhhhh, kenapa mereka seperti itu? Padahal aku dan Pak Juan sudah menegaskan tidak ada yang terjadi di antara kami di mobil kemarin. Tapi mereka tetap saja mengejek kami. Dan anehnya kenapa aku malah merasa malu, meskipun aku dan Pak Juan tidak melakukan apapun, tapi saat ku ingat lagi, kemarin Pak Juan memang mendekatkan wajahnya padaku. Apa yang mau dia lakukan? Jika tidak ada serangga kecil yang menggigit ku kemarin, apa Pak Juan benar-benar akan melakukannya? 😳


Dengan bodohnya sekarang aku malah memikirkan hal yang tidak-tidak seperti yang mereka tuduhkan, seketika pipiku menjadi merona. Astaga, apa yang ku pikirkan? Kenapa otakku menjadi seperti ini? Hei.. setan mesum, berhentilah menghantui pikiranku.


"Pergilah.. pergilah.." Pekik ku cukup keras tanpa sadar dengan mata yang tertutup.


"Jika sampai hitungan ke-lima kau masih berdiri disitu, kau benar-benar akan ku tinggal!" Pekiknya yang akhirnya membuatku tersadar.


"1... 2..."


"Eh jangan.. jangan.." Teriakku, dengan terburu-buru aku menuruni anak tangga yang ada di pelataran rumah.


"3.. 4.."


Brak


"Heh.. heh.." Aku tersengal karna berlari dengan terburu-buru menyusul Pak Juan yang sudah berada di dalam mobil.


"Hahaha, dasar Ibu sama Ayah usil banget sih. Bisa-bisanya mereka terus mengejek kita, padahal kita kan ngg...." Ujarku menggantung ketika melihat tatapan tajamnya, aku tau betul maksud dari tatapan itu. Apa lagi kalau bukan "BERHENTI BICARA" begitulah kira-kira maksud dari tatapannya itu.


Perjalanan menjadi hening kembali, padahal beberapa hari kemarin kami sudah bisa berbicara dengan santai di dalam mobil, tapi suasananya kembali seperti ini lagi -_-


____________

__ADS_1


"Heh..." Ujarku menghela napas ketika berjalan melewati koridor sekolah.


"Riiii...Ririiiiiiiii..." Terdengar suara teriakan yang sangat tidak asing.


"Heh.. heh... kok.. Lo.. baru.. dateng.. sih?" Ujar Kania dengan nada yang terputus-putus sambil memegangi dadanya.


"Lo kenapa?" Tanyaku heran.


"Ikut gue!" Ujar Kania yang langsung menarik tanganku.


"Eh eh kita mau kemana?"


"Udah ikut aja!" Balas Kania yang masih terus mengajakku berlari hingga masuk kedalam toilet.


"Kita.. ngapain..disini?" Tanyaku dengan tersengal ketika kami sudah sampai di dalam toilet.


"Wait wait.. gue.. atur.. napas dulu." Sahut Kania yang langsung terduduk sambil memegangi dadanya.


-


"Ok, langsung aja ya.. kemarin sepulang sekolah Nita, anak kelas sebelah liat Pak Juan di interogasi sama polisi di pinggir jalan." Ujar Kania dengan nada hebohnya.


"Hah?" Pekik ku terkejut bukan main.


"Iya, katanya Pak Juan sedang ****** di dalam mobil pinggir jalan sama anak yang masih di bawah umur."


"Hah?


"Ya Allah Kan, gimana nih nasib gue?" Ujarku yang mulai panik dan cemas.


"Lo tenang aja, untungnya Nita ngga ngelihat Lo karna ketutupan sama Pak Juan."


"Heh, syukur deh" Ujarku lega.


"Tapi Kan, gimana nasib Pak Juan?" Kini aku mengkhawatirkannya, aku juga tidak menginginkan hal yang buruk terjadi padanya.


"Iya yah? Kasian juga laki Lo."


Ya Allah, kenapa jadi gini? Aku masih bisa tenang karna identitas ku belum terungkap. Tapi Pak Juan? Orang-orang pasti sedang membicarakannya sekarang, berbuat yang tidak-tidak di dalam mobil bersama dengan gadis belia.


"Tapi Kan? Apa Nita ngga ada cerita, waktu Pak Juan di interogasi kemarin, gue jelas-jelas denger Pak Juan bilang kalo gue ini istrinya ke Pak polisi?"


"Hah, serius Lo? Dasar itu si Nita. Udah mulutnya lemes, kalo dengerin sesuatu pasti ngga di dengerin sampe habis, kebiasaan banget, kalo dia ceritain sesuai faktanya kan, berita itu ngga akan seheboh sekarang. Dasar itu anak, kalo gue ketemu gue sumpelin cabe 100 biji kemulut lemesnya itu!" Ujar Kania geram.


"Aduhhh, gimana nih Kan? Pasti sekarang Pak Juan lagi di omongin dan di hujat habis-habisan sama seisi sekolah?!"


"Yaudah Lo tenang dulu, gue yakin laki Lo pasti punya cara untuk masalah ini. "

__ADS_1


-


"Pelajaran hari ini cukup sampai disini, sampai bertemu di pelajaran berikutnya." Ujar Pak Juan, sebelum meninggalkan kelasku seusai mengajar.


Setelah Pak Juan keluar, anak-anak di kelasku kembali berkerumunan menggosipkan sesuatu yang benar-benar membuat telingaku panas.


"Ngga nyangka ya, ternyata Pak Juan itu suka daun muda, kalo tau gitu udah gue rayu dia dari dulu. Hahahaha..." Ujar Rika, salah satu teman wanita di kelasku.


"Iya, gue kira Pak Juan itu beda dari guru-guru ganjen lainnya karna keliatan galak benget, gue udah terpesona liatnya, tapi ternyataaa... " Sahut Tika yang juga ikut berkerumunan disana.


"Ihhh, geli banget gue tiap liat Pak Juan sekarang, apalagi kalo gue tau siapa ceweknya. Dasar ya, anak jaman sekarang menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang. Ihhhhh, merinding gue" Ujar Laras menimpali.


Brak


Aku menggebrak meja dengan kerasnya, aku sudah tidak tahan mendengarkan ocehan sampah mereka lagi. Kulihat mereka menatap bingung padaku.


"Kalo punya mulut itu dijaga dong!" Pekik ku geram.


"Ri, Riri...." Ucap Kania pelan sambil menarik-narik bajuku.


"Kalo ngga tau fakta yang sebenarnya ngga usah ngata-ngatain orang." Sambungku yang tak menghiraukan panggilan Kania.


"Ngga tau fakta gimana? Jelas-jelas Nita bilang dia liat dengan mata kepalanya sendiri." Sahut Rika dengan santainya, aku semakin emosi mendengarnya.


Aku mengepalkan tanganku kuat-kuat menahan emosi yang hampir meledak, Kania yang melihatku sedang diliputi emosi, dia langsung menggenggam erat kepalan tanganku.


"Heh, si Nita mulut lemes Lo dengerin." Ujar Kania.


"Apa salahnya kalau Pak Juan melakukan itu? Toh dia melakukannya bersama istri sahnya, tidak masalah kan?" Ujarku tiba-tiba.


Seketika anak-anak yang berada dalam kelas saat ini, menatap dengan penuh tanda tanya ke arahku.


"Tau darimana Lo?" Tanya Rika kemudian.


"Ririiii..." Ucap Kania pelan sambil melotot padaku.


"What the... apa yang baru saja ku ucapkan."


❤️❤️❤️


Hi guys, i'm back 😘


Kangen ngga? Kangen dong? Pasti dong 😂


Terimakasih untuk yang masih setia menunggu update an utur 😘 Hari ini aku akan kembali normal up lagi guys, yeayyy 😁


Beberapa hari nggak muncul berasa setahun, lama bener 😂🙏

__ADS_1


__ADS_2