Kepsek, I Love You

Kepsek, I Love You
Kekhawatiran Dan Perhatian Di Balik Pesan Singkat


__ADS_3

❤️❤️❤️


Sayup-sayup kulihat pak Juan saat ini seakan tengah mendekap ku.


"Pak Juan?!".


~


"Ah". Pekikku sembari memegang kepalaku yang terasa pusing.


"Aku dimana?!". Aku melihat pemandangan yang asing pada panca indera penglihatan ku.


"Pak Juan?!". Pekikku, aku terbangun tiba-tiba dari baringanku kala mengingatnya. Aku seakan melihat nya tadi sebelum tak sadarkan diri.


"Apa aku salah?!". Ujarku kemudian.


"Aduh pusing banget". Aku memijat-mijat pelan kepalaku yang terasa sangat pusing.


"Apa yang terjadi denganku?!". Pikirku.


"Gadis bodoh?!".


Deg


"Pak Juan?!". Batinku.


Dengan secepat kilat kuputar kepala ku melihat sumber suara itu.


"Pak Juan?!". Aku membelalak kaget.


"Bapak sedang apa disini?!".


"Apa kau perlu bertanya? Merepotkan sekali?!".


"Ririiiiiiiiii". Teriak Kania.


"Yaelah, ganggu aja ni anak?!". Gerutu ku dalam hati.


Dia segera berlari dan menghambur peluk padaku, dengan lebaynya dia memeriksa seluruh tubuhku.

__ADS_1


"Lo ngga papa? Mana yang sakit? Pala lo baik-baik aja kan? Ngga amnesia kan? Hah?". Cerocosnya, sambil memutar-mutar kepalaku.


"Apa sih Kan? Lebay banget? Gara-gara lo putar-putar pala gue sekarang jadi tambah pusing tau". Protesku sambil melepaskan tangannya dari kepalaku.


"Hehehe, sorry. Abisnya gue khawatir tau, gimana kalo lo amnesia apalagi meninggal. Kan gue jadi ngga punya sahabat baik dan gila lagi, hiks hiks". Ujarnya dengan lebay dan hebohnya.


"Apasi lebay". Ujarku datar menanggapinya.


Aku terus mencuri-curi pandang pada pak Juan. Dia menggeleng-geleng dan menatap jengah pada kami, sebelum akhirnya memutuskan keluar meninggalkan aku dan Kania.


"Eh, pak Juan tung...


"Eh, ada apak Juan". Ujar Kania membalikkan badannya mencari sosok laki-laki yang ku panggil tadi.


"Mana-mana?".


"Gara-gara lo nih, gue jadi ngga bisa berduaan sama pak Juan". Ujarku menyandarkan tubuhku sambil menatap nanar keluar pintu yang terbuka.


"Hehhe, maaf. Namanya juga khawatir".


"Eh eh btw, tadi gue lihat pas pak Juan gendong lo mukanya keliatan khawatir banget loh". Ujarnya kembali heboh.


"Iya, serius gue. Trus tadi anak-anak ngelihat lo di gendong sama pak Juan kayak melongo ngga percaya plus iri gitu. Apalagi bu Tania, beuhhh. Berasa pengen ngakak tau gue tadi ngelihat ekpresi mereka. Hahaha". Kelakarnya.


"Benarkah?!". Aku kembali mengembangkan senyumku. Saat Kani tengah sibuk nyerocos tanpa henti aku malah asik melamun mengkhayalkan kejadian apa yang dikatakan Kania barusan.


"Apa pak Juan begitu khawatir dengan ku? Apa dia sudah mulai menyukaiku?". Pikirku, serasa ada ribuan kupu-kupu yang menggelitik di dalam hatiku. Sungguh, aku senang sekali mendengar itu.


~


"Waktu kalian tinggal 20 menit lagi". Ujar bu Tania selaku pengawas ulangan pak terakhir hari ini.


Drt drt


Dengan hati-hati aku mengambil ponsel yang ada di bawah meja belajarku.


"Pak Juan?". Batinku, setelah melihat siapa kiranya yang mengirimiku pesan.


"Datanglah ke parkiran guru setelah sepulang sekolah".

__ADS_1


Begitulah kira-kira pesan singkat yang dikirim olehnya. Meskipun terkesan dingin dan cuek ku rasakan ada kekhawatiran dan perhatian dibalik pesan singkatnya. Ini adalah pertama kalinya pak Juan mengirimi ku pesan seperti ini.


"OK". Balasku cepat. Dan tak lupa ku sematkan emoticon tersenyum manis di akhir pesanku 😊.


"Apa dia akan mengantar ku?!". Pikirku, aku jadi tambah bersemangat setelah membaca pesannya.


Teng teng teng..


"Waktunya habis, segera kumpulkan lembar kertas jawaban kalian di depan". Perintah bu Tania.


Dengan cepat ku kumpulkan kertas jawabanku di depan kelas lalu segera ku masukan beberapa alat penunjang belajar ku kedalam tas. Kania menatap heran ke arahku karna melihat ku seperti sedang tergesa-gesa.


"Buru-buru banget?!". Komentarnya.


"Iya nih, gue duluan ya. Bye..". Ujarku tersenyum penuh arti, dengan cepat aku berlari dan menghilang dari hadapan Kania.


~


Dengan perasaan yang bersemangat dan tidak sabar aku berlari cukup kencang menuju parkiran guru seperti yang diperintahkan pak Juan tadi. Aku mengatur napasku yang tersengal kala sudah sampai di dekat parkiran, aku memperlambat langkah kakiku segera setelah sampai di dekat mobilnya dan mengatur senyumku yang terus memperlihatkan gigiku sedari tadi.


Kulihat dia sudah menunggu ku di dalam mobilnya, aku kembali mengembangkan senyumku.


"Manis sekali". Celetukku sebelum membuka pintu kursi penumpang di sampingnya.


"Apa kepalamu masih pusing?".


"Eh, eng.. sudah lebih baik pak". Ujarku menunduk malu. Seketika aku merasa kan panas di kedua pipi ku.


Tanpa membalas ku lagi pak juan segera melajukan mobil yang kami tumpangi keluar dari parkiran. Kulihat anak-anak lain berhamburan keluar dari sekolah. Untung saja kaca mobil pak Juan ini gelap, kami bisa melihat orang-orang diluar, tapi orang-orang yang diluar tidak bisa melihat kami.


Meskipun aku sangat menyukai pak Juan aku juga tidak ingin anak-anak lain mengetahui hubungan kami sebelum aku lulus, bisa-bisa itu akan merusak reputasi ku dan pak Juan, kecuali Kania sahabatku, dia tau semua mengenai hubunganku dengan pak Juan dan aku tau meskipun dia cerewet dan bawel dia tidak akan pernah membocorkan rahasiaku.


Jika anak-anak lain dan para guru yang tau, aku tau betul pasti mereka akan memikirkan yang tidak-tidak, bagaimanapun hal ini masih di anggap tabu. Seorang murid berkencan dengan kepala sekolahnya sendiri. Pikiran-pikiran itu terkadang mengganggu ku. Tapi kami selalu berhati-hati atas tindakan kami, pak Juan selalu memperlakukan ku sama dengan murid yang ada di sekolah ini dia tidak pernah memberikan sedikitpun perhatian yang lebih padaku. Hanya saja kali ini, kupikir dia sedikit keluar dari prinsipnya. Seperti yang dikatakan Kania, dia menggendongku sampai ke UKS, sebenarnya aku juga khawatir jika mengingat itu. Tapi aku juga selalu berpikiran positif, mungkin saja mereka akan berpikir lumrah, bagaimanapun juga aku adalah muridnya, dan siapa saja yang mengalami kejadian seperti ku, setiap guru pasti akan khawatir bila terjadi sesuatu pada muridnya bukan?


❤️❤️❤️


Hi, gimana? suka ngga? kalo suka jangan lupa pencet like dan votenya dong 😁 oh iya jgn lupa tinggalkan komentarnya juga ya 🤗 terimakasih atas dukungan kalian sejauh ini, aku akan berusaha update setiap harinya 😘


Enjoy for reading ya 😚

__ADS_1


__ADS_2