
❤️❤️❤️
"Den, gimana? Masih sakit?"
"Loh, Ri? Lo ngapain kesini lagi?"
Iya, setelah pertengkaran di dalam mobil dengan mas Juan, aku langsung mendatangi Dennis yang masih berada di studio. Aku tidak ingin meninggalkannya begitu saja, kepalanya memar begini juga gara-gara suamiku. Setidaknya aku sebagai istrinya harus minta maaf kan? Karna tadi sedang ada banyak orang, jadi aku tidak bisa langsung meminta maaf.
"Maaf ya Den?" Ujarku merasa bersalah.
"Maaf? Maaf kenapa?"
"Jidat kamu jadi begitu gara-gara aku."
"Gara-gara Lo? Maksudnya?"
"Iya, gara-gara mas Juan cemburu liat kita tadi. Waktu kalian di toilet, mas Juan mukul kamu kan?"
"Hah? Kak Juan mukul gue?" Tanya Dennis terkejut.
"Iya!"
"Hahahahahahaha..."
"Kok kamu ketawa sih?"
"Ya ampun Ri, kata siapa kak Juan mukul gue?"
"Itu, buktinya udah ada di jidat kamu." Tunjuk ku pada jidatnya yang memar dan bengkak.
"Kan gue tadi udah bilang, di depan semua orang lagi. Kalau gue kepeleset, trus ngga sengaja kejedot tembok. Makanya sekarang jidat gue jadi memar dan bengkak gini."
"Riri kira, kamu bilang begitu di depan semua orang tadi cuma supaya ngga ada yang curiga. Ja..jadi, mas Juan beneran ngga mukul kamu?"
"Ya ngga lah Ri, di toilet tadi dia emang ngomel-ngomel sama gue. Tapi dia ngga ngapa-ngapain gue."
"Aduh, gimana nih Den? Mana tadi aku marah-marah sama dia. Terus minta turunin ditengah jalan. Den, gimana niiihhhh?"
"Wah, parah Lo Ri. Bae bae di amuk Lo ntar?"
"Aduh gimana nihhhh? 😣"
____________
Di sepanjang jalan, aku terus memikirkan bagaimana caranya untuk meminta maaf pada mas Juan. Bahkan ketika sampai di depan pintu rumah pun, aku masih bingung memikirkan bagaimana caranya mengakui kesalahan ku dan meminta maaf.
"Neng Riri? Ngapain berdiri di depan pintu neng, bukannya masuk?" Tanya Pak Amat mengejutkan ku.
"Eh, Pak Amat. Ngga papa kok Pak, cuma masih pengen menghirup udara malam. Enak banget ya Pak udaranya malam ini, sejuk banget." Ujarku berbohong.
"Ini mah bukan sejuk lagi neng, tapi dingin. Tuh neng liat, bentar lagi hujan neng." Ucap Pak Amat sembari menunjuk ke atas, terlihat sangat gelap, bahkan tak ada satu bintangpun diatas sana.
"Eh, I..iya.. Kalau begitu Riri masuk dulu ya Pak!"
"Iya, neng silahkan!"
Setelah menarik napas panjang sekali, aku langsung mendorong pintu hingga terbuka.
__ADS_1
"Assalamualaikum!" Sapa ku ketika memasuki rumah.
"Waalaikumsalam!" Sahut mereka berbarengan yang terlihat sedang duduk dan menonton tv.
"Gimana pemotretan sama pembuatan videonya hari ini sayang? Lancar?" Tanya Bu Nala.
"Iya, alhamdulilah lancar Bu." Sahutku seraya tersenyum kikuk karna seseorang yang tengah duduk di samping Bu Nala menatap tajam ke arahku.
"Kalau gitu, Riri ke atas dulu ya. Riri mau mandi dulu."
"Yaudah, setelah mandi langsung turun ya. Kita makan sama-sama." Tambah Bu Nala.
"I..iya Bu." Setelah menjawabnya, aku langsung menaiki anak tangga menuju kamar atas.
Saat baru saja masuk kedalam kamar, aku dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang juga baru masuk.
Ketika melihatnya, aku segera mengambil handuk dan jubah mandiku lalu dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi untuk menghindarinya.
"Selamat!" Batinku, meskipun hanya sebentar. 😥
Setelah selesai dengan ritual mandiku, aku langsung keluar dari kamar mandi, karna ku pikir mas Juan pasti sekarang sudah dibawah untuk makan malam. Tapi pada kenyataannya.. 😣
"Apa ngga ada yang mau kamu bicarain?"
Glek
"Tamat sudah!" Batinku.
"Bi..bicarain soal apa? Ngga ada!" Ujarku mengelak.
"Kamu tadi ketemu sama Dennis kan?"
"Padahal kalau kamu mengakuinya sekarang aku ngga akan marah, tap..."
"Maaf mas. Riri minta maaf. Ma..aaaaaaaaf banget. Riri bener-bener minta maaf. Maafin Riri ya mas? Pleaseeee!" Ujarku memelas seraya memegang kedua tangannya.
"Ngga!" Jawabnya singkat, lalu melepaskan tanganku.
"Loh mas kok gitu sih, katanya kalo Riri ngaku sekarang. Mas Juan bakalan maafin Riri." Ucapku tak terima.
"Aku kan cuma bilang ngga akan marah, aku ngga ada bilang akan maafin kamu."
"Loh, mas. Kalo mas ngga marah berarti mas maafin Riri dong."
"Siapa yang bilang begitu?"
"Ya, konsepnya emang begitu."
"Sejak kapan? Aku ngga pernah denger." Balasnya.
"Ya, pokoknya gitu mas. Kalo mas ngga marah berarti mas Juan maafin Riri dong."
"Kok maksa?"
"Ngga, ya Allah mas 😥."
____________
__ADS_1
Hari H.
Gedung yang besar nan mewah hari ini tampak dipadati oleh kerumunan orang yang ingin melihat meriahnya acara penentuan gadis sampul hari ini, lebih meriah dan juga lebih ramai dari audisi sebelumnya. Begitu juga dengan ruang ganti, hari ini terasa sangat sesak di banding sebelumnya. Karna banyak keluarga maupun teman yang menemani para kontestan sebelum acara dimulai. Termasuk aku, kini beberapa teman dan juga orangtuaku ada di sampingku untuk memberikan dukungan, kecuali mas Juan dan juga kedua mertuaku. Mereka tidak bisa masuk, karna disini banyak teman-teman dan juga para guru lainnya, kalau mereka disini pasti akan menimbulkan banyaknya tanda tanya mengenai hubunganku dengan keluarga Pak Adiyatmo.
"Gimana sayang? Kamu sudah siap?" Tanya ibuku.
"InshaAllah Bu!" Balasku seraya tersenyum gugup.
"Bismillah ya nak!"
"Iya Yah!"
Aku kembali tersenyum mengingat ucapan mas Juan beberapa waktu lalu. Dia mengatakan, kalau aku berhasil menjadi juara, dia akan mewujudkan apapun keinginan ku dan dia akan melakukan apa saja untukku. Tentu saja aku tergiur dan bersemangat ketika mendengarnya, bahkan ini lebih menakjubkan dibanding mendapatkan hadiah uang tunai bagiku.
"Hehehe.. 😏" Seringaiku, kini aku sudah mendapatkan beberapa ide gila untuk mengerjainya. Yaa.. anggap aja untuk balas dendam karna dia kemarin mengerjaiku soal kak Reina.
"Apa kabar semuanyaaaaaaaaa?" Terdengar suara teriakan dari sang MC, yang menandakan acaranya akan segera dimulai.
"Ibu, Ayah!" Ucapku seraya memegang tangan kedua orangtuaku. Kini aku kembali gugup, karna detik-detik pengumuman pemenang akan segera diumumkan.
"Ayah yakin kamu pasti bisa sayang!"
"Menang atau kalah, Ibu sama ayah sudah sangat bangga sama kamu nak. Apapun hasilnya nanti, ingat! Ini bukanlah akhirnya, melainkan adalah awal untuk menjemput mimpi-mimpi kamu sayang."
"Hm, terimakasih Yah, Bu." Ujarku seraya memeluk kedua orangtuaku.
Untuk pembuka acara pada malam ini, mereka mengundang salah satu band terkenal di negara ini untuk membuat acara lebih meriah.
"Mari kita sambut, salah satu band legenda di negara kita, ST 11.."
Prok prok prok..
Terdengar teriakan penonton yang sangat ramai, menggema di seluruh gedung. Disertai dengan suara gitar, drum dan alat musik lainnya yang menambah euforia acara pada malam ini.
Setelah puas dengan menyanyikan 3 lagu sebagai pembuka acara, kini tibalah saatnya yang di tunggu-tunggu.
___________
"Waaahhh, tidak terasa ya, sekarang kita sudah di penghujung acara. Res, gimana nih.. Menurut kamu siapa yang akan menyandang predikat gadis sampul 2021?" Ujar sang MC yang bertanya pada temannya.
"Ngga tau nih, bingung. Semuanya bagus-bagus semua. Dijadiin juara aja semuanya gimana?"
"Hahaha, ya ngga bisa gitu dong."
"Hahahaha.. ya abisnya mereka semua emang benar-benar hebat. Jadi bingung mau milih siapa."
"Ah elah, ngapain ribet menerka-nerka ya kita dari tadi. Kan hasilnya udah ada ditangan kita sekarang."
"Ya Allah, kenapa baru bilang sekarang. Yaudah umumin cepetan, penasaran niiihhh.. ya ngga guys?"
"Iyaaaaaaaa..." Sahut serentak para penonton.
"Yaudah-yaudah, daripada kemaleman. Kita umumin sekarang aja ya."
"Pemenang gadis sampul tahun 2021 adalaaaaaahhhhhh..." Teriak para MC yang membuat para penonton, terutama para kontestan semakin gugup, tak terkecuali aku. Jantungku berdegup tidak karuan menunggu hasilnya.
Jeng.. jeng.. jeng
__ADS_1
❤️❤️❤️