Kepsek, I Love You

Kepsek, I Love You
Fashion Show


__ADS_3

❤️❤️❤️


"Jadi kamu ngga hamil nih?"


"Ya ngga lah mas, orang tadi gara-gara Riri kebanyakan makan ikan pindang jadinya eneg terus muntah. Lagian ya dari yang Riri baca, untuk hamil itu perlu proses, mana bisa langsung jadi." Ujarku sambil sibuk menghirup minyak kayu putih untuk menghilangkan rasa mualku.


"Ya kan siapa tau ada keajaiban gitu."


"Ehm.. ngomong-ngomong soal proses. Gimana kalo kita lanjutin prosesnya sekarang?" Ucap mas Juan di iringi dengan senyuman penuh artinya. Perlahan dia mendekatiku dan mulai memasukkan tangannya sedikit demi sedikit kedalam baju tidurku.


"Maaaassss!"


"Iya sayaaanggg" Ujarnya sambil tersenyum seolah tanpa dosa.


"Keluarin tangannya sekarang!" Perintahku dengan ekspresi datar.


"Yah, tap.."


"Riri lagi lemes loh mas, masih mual."


"Yaudah deeehhh. Kamu istirahat sekarang."


"Nah gitu dong." Ujarku lalu berbaring.


"Tapi kalo mualnya udah ilang, kasih tau aku ya?" Ujarnya yang kembali mengembangkan senyum.


"Maaaassss!"


_____________


"Kamu yakin sekarang sudah baikan? Kalo masih mual, lebih baik kita pulang sekarang!"


"Iya mas, Riri udah ngga papa kok." Sahutku sambil melepaskan seatbelt yang sebelumnya melekat pada tubuhku.


"Yaudah, kalau gitu Riri turun duluan ya?" Tambahku, tak lupa aku mencium punggung tangannya sebelum turun dari mobil.


"Mmmm..." Ujarnya sambil memonyong-monyongkan bibirnya.


"Mas ih.. Gimana kalo ada yang liat?"


"Kaca mobilku kan gelap, jadi ngga bakalan ada yang liat. Ayo dong cepet, mmmmm..." Dia kembali memonyongkan bibirnya.


Cup


Segera setelah kecupan singkat itu, aku langsung keluar dan berlari dari parkiran.


Drt drt..


"Awas nanti malam ya? Aku ngga akan bersabar seperti tadi malam!"


Begituah kira-kira pesan yang dikirimkan oleh suamiku.


"Alamat bergadang lagi nanti malam!" Gumamku, sembari tersenyum melihat pesan teks yang dikirimkannya.


"Woy!" Ujar Kania yang tiba-tiba datang dari arah belakang.


"Lo tuh ya, kebiasaan!"


"Hehhe.. Gimana buat ntar malem? Udah siap?"

__ADS_1


"Bismillah Kan!" Sahutku tersenyum dengan penuh semangat.


"Sahabat gue emang!" Ucap Kania yang langsung merangkul ku.


"Oiya, kaki Lo kenapa? Kok kayak sedikit aneh gitu jalannya gue perhatiin?" Tanya Kania sambil memperhatikan kedua kakiku.


"A..aneh gimana?" Tanyaku gugup.


"Yaaa.. Aneh aja gitu." Ujarnya yang terus memperhatikan langkahku.


"Ah, perasaan Lo aja mungkin. Ha ha.. yaudah, ke kelas yuk. Keburu telat!" Aku berusaha sebisa mungkin mengalihkan perhatiannya, aku masih belum bisa mengatakan yang sebenarnya pada Kania tentang cara berjalanku yang sedikit berbeda dari biasanya, bisa-bisa nanti dia akan berteriak histeris dan menanyakan hal yang aneh-aneh padaku. Kania kan orangnya paling heboh sejagad 😪.


______________


"Sayang, sudah belum? Ayo cepat! Nanti kita terlambat." Teriak mas Juan.


"Iya mas, sebentar!" Teriak ku. Setelah selesai bersiap-siap, dan membawa barang-barang yang ku perlukan, aku segera turun ke bawah.


Sekarang sudah jam 7 malam, yang artinya aku harus bergegas menuju tempat audisi malam ini. Oiya, aku bukan hanya ditemani oleh suamiku, tetapi kedua orangtuaku dan juga mertuaku ikut untuk memberikan dukungan untuk ku malam ini. Ntah kenapa aku malah jadi semakin gugup karna ada mereka.


Sebelum ke tempat audisi, kami terlebih dahulu mampir ke rumah kedua orangtuaku untuk menjemput mereka. Setelah itu, kami langsung meluncur ke tempat audisi. Kurang lebih 40 menit perjalanan, akhirnya kami tiba di tempat yang kami tuju. Karna ada beberapa hal yang harus ku persiapkan, jadi aku datang lebih awal untuk mempersiapkannya. Setelah sampai aku langsung turun dari mobil yang juga di ikuti oleh mas Juan.


"Semangat sayang!"


"Kamu pasti bisa!"


"Jangan berpacu pada kemenangan, cukup lakukan yang terbaik. Kami akan selalu mendukungmu!"


Kata kedua Ayah dan Ibu ku yang memberi ku dukungan.


"Iya Yah, Bu!" Ujarku tersenyum.


Aku langsung menyambutnya dan segera menelan pil itu.


"Terimakasih mas!" Ucapku, tersenyum.


"Kamu pasti bisa!" Ujar mas Juan mengepalkan tangannya ke atas untuk memberikan ku semangat.


"Ehm!" Aku mengangguk dengan satu anggukan yang yakin. Aku yakin bisa melakukan yang terbaik sampai akhir.


"Riri masuk dulu ya mas."


"Iya sayang."


"Ibu, Ayah.. Riri masuk dulu ya?" Pamitku pada mereka yang masih di dalam mobil.


"Iya sayang!"


-


Malam ini aku tidak sendirian di ruang ganti, ada Bu Tania perwakilan dari sekolah dan 2 guru lainnya yang menemaniku untuk memberikan arahan serta Kania yang juga membantuku selaku asisten sementara. Setidaknya ada Kania di sampingku, jadi aku tidak terlalu gugup.


Untuk audisi malam ini adalah fashion show yang berkolaborasi dengan salah satu desainer ternama yang ada di kota J. Masing-masing peserta harus memilih 3 baju yang sesuai dengan tema masing-masing, dan pihak sekolah masing-masing wajib membantu para peserta untuk memilih pakaian yang cocok dan sesuai dengan tema yang sudah ditentukan dari pihak penyelenggara gadis sampul yang nantinya akan di peragakan di atas panggung. Dan nanti akan di nilai oleh 3 juri, yang mana mereka adalah model-model senior yang berpengalaman dan juga terkenal di seluruh Indonesia dan di beberapa negara lainnya. Mereka nantinya akan memberikan penilaian atas 4 hal, yaitu :



Keberanian tampil di atas panggung,


Ekspresi wajah,

__ADS_1


Kecocokan busana dengan tema,


Gaya, pose, dan cara berjalan di atas panggung.



Semua peserta sudah mulai bersiap-siap, termasuk aku. Malam ini aku mendapatkan nomor urut 10. Jadi aku masih memiliki cukup waktu untuk bersiap-siap.


Semakin mendekati giliran ku, aku jadi semakin gugup. Bu Tania, Bu Siska dan juga Pak Teguh memberikan beberapa kiat dan dukungan untuk ku termasuk Kania.


Hingga tiba waktunya namaku di panggil. Dengan penuh semangat dan percaya diri, dengan perlahan aku naik ke atas panggung, dan mulai melangkahkan kaki ku, berjalan ke depan dengan penuh keyakinan. Aku mencoba serileks mungkin, berjalan dengan tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat. Aku melakukan semua yang sebelumnya sudah ku latih berkali-kali. Berjalan mengikuti alunan musik yang menggema di seluruh ruangan, aku mengatur ekspresi ku sedemikian rupa, menurunkan dagu sedikit, tidak tersenyum dan mengatupkan bibir dalam posisi se alami mungkin, lalu memfokuskan mata pada sesuatu di depan. Hingga di ujung panggung, tak lupa ku peragakan beberapa pose yang sudah ku latih sebelumnya. Bak seorang model sungguhan, aku sangat menikmatinya.


Bahkan suara cekrekan kamera dari para penonton membuat ku jadi semakin bersemangat. Aku melakukannya cukup baik ku rasa, hingga kembali ke belakang panggung. Aku merasa cukup puas dengan usaha yang ku lakukan barusan.


Setelah turun dari panggung, aku mengembangkan senyumku.


"Kamu sudah melakukannya dengan baik Ri!" Batinku sembari menyentuh dadaku.


-


Waktu sudah menunjukkan jam 12 malam, yang artinya berakhirlah fashion show pada malam hari ini. Dan untuk hasilnya akan diumumkan besok di website resmi gadis sampul.


Aku sudah cukup lelah malam ini, setelah berpisah dari para guru dan juga Kania. Aku segera berjalan menuju parkiran yang sebelumnya sudah diberitahukan oleh mas Juan.


Di tengah-tengah keterburuan ku, kaki ku malah terpelecok karna hak sepatu yang ku gunakan lumayan tinggi.


"Aww!" Pekik ku.


Grep


"Kamu ngga papa?" Tanya seorang pria yang membantuku ketika aku hendak terjatuh.


"Ah, iya. Ngga papa kak. Terimakasih ya!" Ucapku sambil tersenyum sopan ke arahnya.


"Kamu mau kemana? Biar saya bantu." Tawarnya.


"Ah, ngga usah kak. Terimakasih, saya bisa jalan sendiri kok." Tolak ku sopan, karna aku tidak mau merepotkan nya, dan lagi kalau mas Juan melihatnya dia pasti akan salah paham lagi.


"Kamu yakin?"


"Iya kak!" Jawabku tersenyum.


Saat aku mencoba melangkahkan kaki ku..


"Aduh, hshh..." Aku meringis menahan sakit.


"Coba ku lihat!" Ujarnya yang langsung berlutut di hadapanku.


"Eh, ngga usah kak." Aku masih menolaknya dengan sopan, aku tidak ingin merepotkan nya.


"Maaf sebelumnya ya!" Ujarnya sebelum menyentuh kaki ku.


"Kaki kamu bengkak!" Ujarnya lagi sambil menyentuh mata kaki ku.


"Riri!"


"Mm..mas?"


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2