Kepsek, I Love You

Kepsek, I Love You
Kenyataan


__ADS_3

❤️❤️❤️


Setelah berpakaian rapi mengenakan seragam sekolah, aku segera turun kebawah untuk sarapan. Ku lihat semua orang sudah duduk di tempatnya masing-masing, tak terkecuali Pak Juan.


"Sebelah sini sayang?!" Ujar Bu Nala menepuk kursi kosong di sebelahnya.


"Terimakasih Bu" Sahutku tersenyum manis. Tapi senyuman masnisku berubah kala melihat sosok yg memelototkan matanya padaku tepat di depanku. Ya, Pak Juan. Sepertinya dia masih marah gara-gara kemarin.


Aku baru teringat, semalaman aku memikirkan untuk meminta izin pada kedua mertuaku untuk menginap di rumah orangtuaku, rasanya sudah sangat lama sekali aku tidak bersama mereka setelah aku menikah.


"Bu?" Panggilku pelan.


"Iya sayang, ada apa?" Sahut Bu Nala yang menoleh ke arahku.


"Hm..." Aku kembali ragu, takut kalau mereka tidak menyetujui keinginan ku itu.


"Ada apa sayang, katakan saja?" Ujar Bu Nala yang kini menatap ku intens.


"Riri boleh izin menginap dirumah Ayah sama Ibu ngga, 2 atau 3 hari?" Tanyaku penuh harap.


"Ya boleh dong sayang, masa ngga boleh. Ibu sebenarnya juga mau tanya itu dari kemarin tapi lupa terus. Kamu kan sudah lama tidak menginap disana." Ujar Bu Nala tersenyum tulus padaku.


"Terimakasih Bu" Ucapku dengan mata yang berbinar.


"Oiya, sekalian ajak Juan ya. Juan kan juga belum pernah menginap disana?" Lanjut Bu Nala.


"Uhuk uhuk" Pak Juan terbatuk mendengar perkataan ibunya.


"Eh, ngga usah Bu." Tolak ku cepat.


"Kenapa?" Tanya Bu Nala heran.


"Eh, eng.. maksud Riri. Ranjang Riri sempit, dan kamar Riri juga ngga seluas kamarnya pak Juan. Riri takut nantinya Pak Juan jadi ngga nyaman" Jelasku.


"Bukannya semakin sempit semakin bagus? Ya ngga Yah?" Ujar Bu Nala tersenyum penuh arti sambil menyenggol suaminya. Lalu mereka malah tertawa cekikikan bersama.


"Tapi Juan ngga bisa, banyak pekerjaan yang harus Juan urus dirumah" Tolak Pak Juan.


"Kan bisa di kerjakan nanti, toh cuma 2 atau 3 hari." Ucap Ayah Adi.


"Iya" Timpal Bu Nala.


"Tapi, Bu? Yah?"


"Ngga ada tapi tapian, pokoknya kalau kamu mau menginap disana kamu harus ajak Juan." Tegas Bu Nala.


"Betul" Timpal Ayah Adi.


_______________


"Malang banget nasib gue Kan!" Ujarku sambil merebahkan kepalaku di atas meja belajar.


"Kenapa lagi?".


"Lo jadi nginep di rumah orangtua Lo?" Tanyanya lagi.


"Itu dia masalahnya." Sahutku lemas.


Kania mengerutkan alisnya, menatap bingung setelah mendengar jawabanku.


"Gue di bolehin nginap di rumah orangtua gue, asalkan gue ngajak si ubin itu" Jawabku malas.


"Hahaha" Kelakarnya.


"Kayaknya Lo beneran jodoh deh sama Pak Juan." Ujar Kania sambil mengulum senyum di bibirnya.

__ADS_1


"Rencana pengen hidup damai sehari, 2 hari sambil mikirin strategi. Eh malah kebalikannya" Ujarku menghela napas.


"Hahaha, sabar ya sayang. So, Lo bakalan tidur bareng di ranjang Lo yang cuman cukup 1 orang itu?" Ujar Kania yang tiba-tiba menjadi antusias.


"Heh, jangan ngarep. Gue ngga bakalan kasih dia tidur di atas kasur gue!" Seringaiku.


_____________


Kenyataan


Aku mengepalkan tanganku dan menonjok-nonjoknya dari belakang seolah aku benar-benar menghajarnya ketika dia berbaring membelakangi ku.


"Aku bisa melihatnya!" Ujarnya tiba-tiba yang membuatku kaget.


"Cih, ternyata Bapak juga punya mata di bagian belakang kepala." Gumamku pelan.


"Apa kau bilang?" Ujarnya yang tiba-tiba berbalik menghadapku.


"Ssssttttt" Ujarku dengan menggunakan telunjuk di depan mulutku.


"Jangan keras-keras Pak. Nanti kalau Ibu sama Ayah dengar, gimana?" Ucapku dengan suara seperti berbisik.


"Salahmu sendiri!" Ujarnya kemudian kembali membelakangi ku.


"Sabar Ri, sabar. Tahan emosi." Batinku, sambil mengurut dadaku pelan.


1 jam yang lalu sebelum insiden tidur di lantai


"Meskipun rumah kami tidak sebesar rumah nak Juan, tapi Ibu harap nak Juan betah ya, anggap saja rumah sendiri." Ujar ibuku tersenyum lembut.


"Kenapa Ibu bilang begitu? Saya merasa nyaman disini Bu, buktinya sekarang Saya sudah mengantuk.. hoammm" Sahutnya sambil menutupi mulutnya yang menguap.


Ibu dan Ayahku tersenyum melihat responnya.


"Carmuk terosss" Gumamku pelan.


"Hoaaammmm" Ujarku kemudian yang ikut-ikutan menguap untuk mengalihkan perhatian mereka.


"Riri ngantuk, hehhe"


"Yasudah, sebaiknya kalian istirahat sekarang nak. Besok kan kalian harus berangkat pagi-pagi" Ujar Ayahku.


"Yasudah, kalau begitu kami permisi dulu Yah, Bu." Pamit Pak Juan dengan merangkul pundak ku, dengan senyuman yang sangat manis sekali, saking manisnya bahkan semut akan mengerubunginya sekarang.


Sesampainya di dalam kamar.


Dia langsung melepaskan rangkulannya dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang ku tanpa bertanya terlebih dahulu.


"Bapak ngapain tiduran disitu?".


"Ngeronda" Jawabnya singkat.


"Apaan sih, ngga lucu!" Sungutku.


"Ya namanya kalo orang tiduran di atas ranjang ya mau tidur lah" Ujarnya lalu menarik selimut sehingga menutupi tubuhnya.


"Ngga bisa Pak, turun!" Ujarku menarik selimut yang di kenakannya.


Bukannya membalas perkataan ku dia malah kembali memejamkan matanya dan membelakangi ku.


"Riri bilang, turun!" Ujarku yang mulai geram, ku tarik lengannya cukup keras. Tapi bukan membuatnya terbangun, malah aku yang terjatuh di atas tubuhnya.


Bug


Deg deg deg deg

__ADS_1


Aku merasakan otot dadanya di balik baju tidur yang di kenakannya karna telapak tanganku berada tepat di atas dadanya.


"Ke..keras sekali. Glek".


"Apa kau sangat menginginkan tubuhku gadis kecil?" Bisiknya pelan.


Aku membelalak kaget mendengar ucapannya, dengan cepat aku langsung bangun dari atasnya.


"Cih, PD banget. Bapak menawarkan diri secara sukarela pun Riri ngga akan mau. Kurus kerempeng begitu!" Sindirku sambil bersidekap.


"Apa kau bilang?" Kulihat wajahnya memerah karna amarah.


"Riri bilang, MESKIPUN BAPAK MENAWARKAN DIRI SECARA SUKARELA PUN RIRI NGGA AKAN MAU!" Ujarku mengulangi perkataan ku dengan penuh penekanan.


Greb


Bug


Deg deg deg deg


Jantungku kembali berdebar cepat di iringi dengan desiran darah yang ku rasakan dan tiba-tiba kurasa tubuhku menjadi panas.


"A..apa yang Bapak lakukan?" Ujar ku cemas, karna dia tiba-tiba menarik tubuhku ke atas ranjang dan menindihku.


"Kau bilang tubuhku kurus?" Ujarnya menatap mataku intens.


"Iya" Sahutku enteng.


Tanpa aba-aba dia langsung melepaskan pakaiannya hingga memperlihatkan tubuh mulusnya dengan otot yang cukup menonjol pada bagian dadanya.


Glek


Aku tiba-tiba kepayahan menelan saliva ku. Tubuhku menjadi bergetar hebat, tanpa ku sadari mulutku ikut menganga menatap takjub pada tubuhnya.


"Apakah ini yang disebut dengan tatapan tidak mau?" Seringainya.


Ketika tersadar aku langsung mendorongnya dan segera bangun dari tempat tidur. Tanpa menoleh lagi aku langsung berjalan keluar dari kamar menuju dapur.


Ku ambil sebotol air mineral dari dalam kulkas, lalu ku tenggak hingga menyisakan setengahnya.


"Aku benar-benar tidak menginginkannya" Ujarku yang terus berusaha menyangkalnya. Meskipun pada kenyataannya berbanding terbalik dengan ucapanku.


Ku atur napasku yang tidak beraturan sejak tadi. Untuk menghilangkan debaran jantungku, aku memutuskan untuk menonton tv sebentar.


Kurang lebih 30 menit aku menonton tv dan sekarang mataku mulai mengantuk. Dengan mengendap aku masuk kedalam kamarku. Ku lihat lampu kamar juga sudah di matikan. Hanya lampu tidur yang menyala di atas nakas samping tempat tidurku.


"Apa dia sudah tidur? Batinku. Sambil mengendap, aku berjalan mendekatinya untuk mengetahui apakah dia sudah tidur atau belum.


Saat aku hendak mengeceknya..


Greb


Dia tiba-tiba memegang tanganku, aku terkejut di buatnya.


"Apa saking menginginkannya, kau ingin tidur di samping ku? kebetulan ranjang ini sempit, kau pasti bisa dengan puas meraba tubuhku. Kemarilah?!" Ujarnya santai mencoba menarikku kembali, dia menggigit bibir bawahnya untuk menggodaku.


"Ng..ngga, siapa bilang!" Ujarku yang langsung melepaskan tangannya.


Tanpa menunggu lagi aku langsung mengambil selimut dan bantal cadangan dari dalam lemari. Membentangnya di dekat ranjang.


Ku lihat senyuman tipisnya di balik sinar lampu yang redup.


"Tunggu aja pembalasan Riri nanti?!" Batinku.


Pada akhirnya ternyata aku lah yang harus tidur di lantai 😣.

__ADS_1


❤️❤️❤️


Happy reading and enjoy gais 😘


__ADS_2