
❤️❤️❤️
"Maaf ya aku datengnya telat." Ujar Dennis mengulurkan sebuket bunga sambil tersenyum manis ke arahku.
"Eh, i..iya" Dengan agak kikuk sambil menatap Pak Juan, aku menerima bunga yang di berikan oleh Dennis.
Ku lihat Pak Juan mengepalkan tangannya, dengan tatapan yang tidak bisa ku jelaskan.
"Apa mereka akan bertengkar lagi?" Batinku, aku takut mereka akan bertengkar seperti waktu itu.
"Ri, Lo udah siap bel..." Ujar Kania terpotong, dari ambang pintu.
"Thanks ya kak, udah nemenin cewek gue." Ucap Dennis sambil menepuk pelan bahu Pak Juan.
"Pa..pacar?" Batinku, terkejut.
"Hm.." Sahutnya singkat lalu pergi meninggalkan ku dan Dennis.
"Den.. ini.."
"Shutt, gue ngelakuin ini buat ngelindungin Lo sama kak Juan." Bisiknya.
"Ini maksudnya apa-apaan sih?" Tanya Kania yang terlihat bingung.
"Semua kontestan stand by ya?" Ujar salah satu staff.
"Kita bahas ini nanti." Ujarku lalu berlalu meninggalkan Kania dan Dennis.
"Fokus Ri, fokus!" Batinku, sambil menarik napas berulang kali.
Sesuai dengan aba-aba dari MC, semua kontestan masuk satu persatu melalui pintu yang ada di samping panggung.
Prok prok prok
Tepuk tangan yang meriah dari para penonton sukses membuatku dan mungkin para kontestan lainnya jadi lebih bersemangat. Ditambah dengan sorotan lampu yang terfokus untuk kami membuat kami merasa bak seorang model sungguhan. Setelah memperkenalkan diri satu persatu para kontestan di minta untuk turun secara bergantian dan tidak lupa untuk memberikan lambaian tangan yang lembut nan anggun ke hadapan para penonton.
Selanjutnya, semua kontestan disuruh untuk naik ke atas panggung satu persatu untuk menunjukkan bakat yang kami miliki. Dan inilah yang paling mendebarkan bagiku.
Ada yang menunjukkan bakatnya dengan menari, bermain alat musik, bela diri hingga bernyanyi. Dan kali ini aku akan menunjukkan bakat terpendam ku, yaitu menyanyi hehhe..
"Lo pasti bisa!" Ujar Kania mengepalkan tangannya untuk menyemangati ku.
"Hm!" Ujar ku mantap mengepalkan tangan.
Dengan percaya diri aku memasuki panggung. Dengan sorot lampu yang di tujukan padaku, sedikit membuatku kembali gugup.
Saat mengedarkan pandanganku ke arah penonton, di ujung sana dekat dengan pintu di tengah-tengah penonton yang membludak aku melihat sesosok laki-laki yang membuatku kembali bersemangat, aku ingin menunjukkan padanya bahwa aku bisa, tidak aku pasti bisa!.
__ADS_1
"Pak Juan, Riri pastikan Bapak pasti akan bangga dengan Riri." Ujarku melempar senyum ke arahnya.
Saat alunan musik terdengar, aku mulai menyanyi dan menyatu dengan emosi yang ku bangun dalam lagu.
Hingga musik berhenti yang artinya nyanyianku juga berakhir.
Prok prok prok
Swiwit swiiiiwiiitt...
Begitulah beberapa suitan yang ku dengar di sana, dengan senyuman yang merekah aku menunduk sebelum turun dari panggung. Ada rasa puas di hatiku, mendengar mereka menyukai nyanyianku.
"Aaaaaa... " Pekik ku dan Kania yang heboh dan langsung berpelukan di belakang panggung.
"Lo keren bangeettttt.." Ujar Kania lagi yang membuatku semakin bahagia mendengar pujiannya.
Untuk unjuk bakat menghabiskan waktu yang cukup lama hingga jam 12 siang. Saat semua kontestan selesai menunjukkan bakatnya, kami di persilahkan untuk istirahat untuk menyantap makan siang sebelum kembali melanjutkan acara selanjutnya, sebagai final yang akan menentukan siapa kiranya yang maju dalam pencalonan gadis sampul 2021 antar seluruh sekolah.
Rupanya tanpa sepengetahuan ku, semua teman sekelasku mempersiapkan begitu banyak makanan di kelas kami, ya.. kami makan siang beramai-ramai di dalam kelas. Sungguh ini sangat menyenangkan.
"Lo keren banget tadi Ri, sumpah. Suara Lo bagus banget." Puji salah satu teman ku.
"Ehehhe, biasa aja sih padahal. Tapi thanks yaaaa.." Ujarku tersenyum lebar.
"Kenapa ngga jadi penyanyi aja sih Lo? Suara Lo pro gitu."
"Eh..eh.. Ri.. btw cowok ganteng tinggi semampai tadi siapa? Cowok Lo?" Tanya Sherly tiba-tiba yang membuatku langsung terdiam.
"Cowok ganteng tinggi semampai hadir.." Ujar sebuah suara tiba-tiba yang langsung mengalihkan perhatian kami.
"Dennis?" Ujarku terkejut.
"Iya sayang!" Sahutnya tersenyum.
"Aaaaaa...." Teriak histeris semua gadis yang ada di ruangan ini setelah mendengarnya, kecuali Kania dan aku.
"Cowok Lo ganteng bangeeeeetttt.." Ujar Sherly memukul-mukul pundakku dengan segala ke bar-barannya.
"Sekarang, sudah saatnya buat gue memperkenalkan diri kayaknya ya. Kenalkan nama gue Dennis, gue pacarnya Riri." Ujarnya yang tiba-tiba memperkenalkan diri sebagai pacarku.
"Aaaaaaa...." Teriak mereka lagi dengan hebohnya.
"Gentle banget sihhhhhh..." Ucap Rika dengan hebohnya.
"Kamu ngapain disini?" Tanyaku to the point.
"Untuk mensupport pacarku tercinta dong tentunya." Sahutnya sambil membelai rambutku.
__ADS_1
"Aaaaaaaa..." Lagi-lagi mereka berteriak histeris.
"Oiya, sebagai awal perkenalan kita. Gue bawain pizza berukuran besar untuk kalian semua. Prok prok.." Ujarnya yang seolah memberikan aba-aba.
Dan benar saja, saat itu juga datanglah 2 orang pria membawa beberapa kotak pizza berukuran besar.
"Ya ampun Riiii, cowok Lo baik banget sihhh.."
"Iya, sering-sering aja bawa cowok Lo kesini."
"Ha ha ha.. iya." Ujarku dengan tawa yang di paksakan.
Hanya aku dan Kania yang tidak menikmati suasana ini. Aku benar-benar bingung, kenapa Dennis harus melakukan ini. Kalau dia ingin menolong ku bisa saja kan dia mengaku sebagai sahabat ku, kenapa harus mengaku sebagai pacar. Bisa-bisa Pak Juan akan mengamuk padaku nanti 😭. Dulu aku memang menginginkan Dennis berpura-pura sebagai pacarku untuk membuat Pak Juan cemburu, tapi yang ku inginkan kami berpura-pura hanya di depannya saja, bukan di depan banyak orang seperti ini. Dan setelah melihat Pak Juan yang mengepalkan tangan di ruangan tadi, aku benar-benar menyesal dan merasa bersalah padanya. Aku benar-benar mengkhawatirkannya sekarang 😣.
Setelah 30 menit berlalu, aku kembali ke dalam aula untuk bersiap-siap untuk acara berikutnya. Yang terakhir, adalah berpidato dengan tema pendidikan dengan menggunakan bahasa Inggris.
Aku jadi semakin gugup, meskipun aku sudah menyiapkannya dengan matang, tetap saja saat berpidato di depan orang banyak dan di depan kaca itu sangatlah berbeda.
"Arianti Permata!"
Saat namaku di panggil untuk naik ke atas panggung, tiba-tiba keringat dingin mulai berkucuran dari wajahku.
"Kaaannn!" Ujarku yang semakin menggenggam erat tangan Kania.
"Ngga papa, Lo sudah ngelakuin yang terbaik sampai detik ini. Jangan terpaku dengan kemenangan, yang jelas gue dan anak-anak lainnya, bangga banget sama Lo." Ujar Kania menenangkan ku.
Saat ku rasa sudah siap, dengan mantap aku melangkahkan kaki ku untuk naik ke atas panggung.
Tanpa membuang waktu lagi, aku segera memulai pidatoku. Awalnya memang aku merasa gugup, tapi saat melihat Kania dan lainnya yang terus memberiku semangat, aku menjadi lebih percaya diri, hingga pidato ku berakhir dengan sempurna dan diberi tepuk tangan yang meriah dari para penonton dan juga para juri.
Sekarang waktu sudah menunjukkan jam 4 sore yang artinya sebentar lagi akan di umumkan siapa yang akan mewakili sekolah sebagai calon gadis sampul 2021.
Suasana kian menegang, kami para kontestan menunggu dengan cemas di balik panggung.
"Wah, sekarang saya sudah mendapatkan hasilnya nih. Kira-kira siapa ya yang akan mewakili sekolah xxx untuk ikut ajang pemilihan gadis sampul 2021?" Ujar MC yang membuat semakin penasaran.
"Yang akan ikut menjadi calon gadis sampul 2021 dari sekolah xxx adalaaaaahhhh..."
Jeng jeng jeng...
Di iringi dengan suara musik yang membuat semakin penasaran.
"Selamat! Kepada Arianti Permata perwakilan dari kelas IPS 1."
"Aaaaaaaaaaa...."
❤️❤️❤️
__ADS_1