
❤️❤️❤️
"Pagi bu" Sapaku pada ibuku yang tengah asyik memasak untuk sarapan.
"Pagi sayang" Balas ibuku sambil memasak tanpa mengalihkan pandangannya.
Ku ambil 2 helai roti yang ada di atas meja makan lalu ku lumuri dengan selai coklat kesukaanku. Aku makan dengan tergesa-gesa, aku tidak ingin telat hari ini. Apalagi Bu Tania sudah menyuruhku untuk membersihkan seluruh toilet setiap pagi selama 3 hari. Kalau telat bisa mampus aku. Mengingat wajahnya yang menyeramkan itu tiba-tiba membuatku merinding.
"Uhuk uhuk".
"Pelan-pelan dong makannya. Lagian kenapa kamu buru-buru sayang? Inikan baru jam 6 pagi" Ujar ibuku menatapku heran karna tidak biasanya aku sarapan sepagi ini dengan tergesa-gesa.
"Riri takut telat bu, hehhe".
"Biasanya juga kamu berangkat jam setengah 8 masih sempat kok" Ujar ibuku sambil meletakkan semangkuk besar nasi goreng ke atas meja makan.
"Riri udah janjian sama temen Bu, mau ngerjain PR yang yang lupa dikerjain" Ujar ku berbohong.
"Loh, tumben kamu lupa ngerjain PR? Jangan-jangan kamu sibuk pacaran ya, sampai lupa ngerjain PR?" Selidik ibuku.
"Ih ibu ada-ada aja deh, pacar aja ngga punya gimana mau sibuk pacaran?!" Pekik ku.
"Yaudah aku berangkat sekarang yah. Assalamualaikum Bu" Dengan cepat ku tarik tangan ibuku untuk menciumnya lalu buru-buru keluar rumah sebelum pertanyaan ibuku semakin aneh.
"Eh ini nasi gorengnya ngga dimakan?" Teriak ibuku.
"Ngga Bu, nanti aja kalau udah pulang" Teriakku dari balik pintu sebelum sepenuhnya hilang dari pandangan ibuku.
"Selamat" Ujarku sambil mengelus dada ketika sudah berhasil melarikan diri dari ibuku.
Bisa-bisanya ibu kira gara-gara aku sibuk pacaran jadi lupa sama PR. Aku memang sengaja tidak memberitahunya soal hukuman yang ku terima, aku tidak ingin membuatnya khawatir. Karna selama ini aku tidak pernah di hukum, baru kali ini aku ketiban sial 😥
~
Jam 06:42 pagi.
__ADS_1
"Terimakasih ya pak" Ujarku sambil memberikan ongkos ojek.
"Iya neng. Tapi tumben neng ke sekolah pagi bener?" Tanya pak Udin, tukang ojek yang biasa mengantar ku ke sekolah.
"Hehhe iya pak. Ada yang mau Riri kerjain soalnya".
"Oh iya pak, bapak bisa kan antar Riri seperti hari ini sampai hari kamis?".
"Bisa kok neng. Hm, soal yang kemaren bapak minta maaf ya neng, ngga bisa jemput soalnya tiba-tiba bapak ada keperluan mendadak" Ujar pak Udin yang merasa tak enak, karna kemaren tidak menjemputku kesekolah.
"Ngga papa kok pak, Riri ngerti kok" Balas ku tersenyum.
"Makasih ya Neng. Yaudah kalo gitu Bapak pergi dulu".
"Iya Pak, hati-hati ya" Jawabku ramah.
~
"Buset, sepi amat" Gumamku kala melihat sekolah yang terlihat sangat sepi. Hanya terlihat pak satpam yang membukakan gerbang sekolah.
Belum masuk ke dalam toilet, hanya memandangnya dari luar saja sudah membuatku lelah. Bagaimana tidak, toilet siswi dan siswa totalnya ada 8 dan toilet guru ada 4. Bisa dibayangkan kan betapa lelahnya harus membersihkan semuanya setiap pagi selama 3 hari berturut-turut.
"Semangat" Ujarku menyemangati diriku sendiri, meskipun ekspresi ku tidak menunjukkan adanya semangat sama sekali.
Ku mulai dengan membersihkan toilet siswi lalu berlanjut dengan toilet siswa. Aku menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam untuk membersihkan toilet para murid, dan masih tersisa 4 toilet para guru 😥. Dan sekarang sudah jam setengah 8 pagi.
Dengan buru-buru aku berlari menuju toilet guru yang letaknya lumayan jauh dari toilet para murid.
Tanpa membuang-buang waktu lagi dengan cepat ku mulai untuk membersihkan toiletnya.
Namun ketika aku hendak masuk ke dalam toilet terakhir guru laki-laki, pintunya tertutup. Ada orang di dalam rupanya, pikirku. Sambil menunggu pintu itu terbuka, aku bolak-balik melihat jam tangan ku.
"Aduh, udah jam 8. Mana pagi ini jadwalnya Bu Tania lagi?!" Batinku. Aku mulai panik.
Krek
__ADS_1
"Akhirnya" Batinku. Kala melihat pintu itu akan terbuka.
Aku terbelalak kaget. "Pak Juan?!" Pekik ku dalam hati.
Ku lihat dia pun sepertinya sama kagetnya dengan ku.
"Apa yang kau lakukan di sini?" Ujarnya menatap tajam ke arahku.
"Mmm... mau membersihkan toilet Pak" Ujarku terbata-bata sambil menundukkan kepalaku.
"Apa sekolah ini tidak memiliki tukang bersih-bersih?!". Ujarnya lalu berlalu meninggalkan ku yang masih berdiri mematung di tempatku.
"Parfumnya wangi sekali!" Ujarku berbalik menatap kepergiannya dengan senyuman yang sumringah.
~
Sekarang sudah jam 08:10, aku berjalan dengan terburu-buru menuju kelas.
Namun kaki ku terhenti kala melihat pemandangan yang indah untuk mata ku. Aku melihat pak Juan yang tengah duduk di kursi tamu yang ada di lobi sekolah, ku lihat dia tengah asik membaca koran.
"Hanya duduk dan memegang koran saja, dia terlihat begitu seksi dan juga tampan sekaliii" Pekik ku kegirangan dalam hati. Hatiku seolah berbunga-bunga kala menatapnya, yang tadinya aku merasa lelah setelah membersihkan semua toilet, sekarang rasa lelah itu tak terasa sama sekali.
Di tengah-tengah ke asyikan ku menatap pak Juan, ku lihat tiba-tiba Bu Tania lewat di depannya.
"Ah, merusak pemandangan banget sih" Ujarku yang tak suka melihatnya.
Dan ternyata Bu Tania bukan hanya sekedar melewatinya, ku lihat dengan saksama dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Dia seperti sengaja menjatuhkan dirinya sendiri seperti terpeleset dan terduduk di lantai tepat di hadapan pak Juan.
"Aduh" Pekiknya. Dengan nada yang di buat-buat.
"Cih, keliatan banget capernya" Ujarku tak suka kala melihat tingkah Bu Tania.
Tapi bukannya membantu Bu Tania berdiri, Pak Juan malah mengacuhkannya dan bangun dari posisi duduknya lalu berjalan meninggalkan Bu Tania yang terduduk di lantai tanpa memandangnya sedikit pun.
"Hahahaha".
__ADS_1
❤️❤️❤️