Kepsek, I Love You

Kepsek, I Love You
Apa Yang Bapak Lakukan?


__ADS_3

❤️❤️❤️


"Woi". Ujar Kania yang tiba-tiba mengagetkan ku.


"Kan, gue lagi ngga mood becanda nih!". Sungutku.


"Hehhe, iya iya sorry. Kenapa pagi-pagi udah di tekuk aja itu muka?". Tanyanya sambil meletakkan tangannya di bahuku.


"Pak Juan!".


"Kenapa lagi sama laki lo itu?".


"Dia nurunin gue tadi di tengah jalan, gedeg ngga tuh?". Ujarku dengan kekesalan yang sudah di ubun-ubun.


"What?". Pekiknya.


"Kok bisa?".


"Tau tuh, heran gue. Dari kemaren ngajakin berantem mulu".


"Bukannya dari dulu juga kalian suka berantem ya?". Ujar Kania.


"Ya iya sih, tapi ini beda Kan. Makin kesini makin keterlaluan. Setelah dia ngiket tangan gue, trus nuduh gue yang ngga-ngga. Di tambah tadi dia nurunin gue di tengah jalan. Euhhhh, gemes banget gue. Rasanya pengen gue ulek-ulek jadi orek tempe". Ujarku sambil memperagakan gaya mengulek.


"Eh, tunggu-tunggu dia nuduh lo apaan?".


"Ya masa dia nuduh gue suka sama adek sepupunya sendiri coba? Akal sehatnya dimana? Heran gue, kok dulu gue bisa klepek-klepek ya sama dia? Iiihhhhhh". Ujarku yang kemudian bergidik sendiri mengingat kelakuan ku dulu yang di butakan oleh kebodohan.


"Trus ceritanya gimana, jadi lo bisa diturunin ditengah jalan?". Tanyanya lagi.


"Iya, tadi di jalan. Dia tiba-tiba nanya ke gue gini *Apa kau benar-benar menyukai Dennis?*". Ujarku mengikuti nada bicaranya.


"Trus lo bilang apa?". Tanya Kania lagi.


"Trus gue bilang gini *Kalau bapak hanya ingin mencari masalah, lebih baik turunkan saja Riri disini?!*".


"Hahahahhaha". Kelakarnya.


"Kok lo malah ketawa? Bukannya prihatin sama sahabat sendiri?". Sungutku.


"Lo masih ngga ngerti gitu?".


"Ngerti apaan?". Ujarku menaikkan sebelah alisku.


"Pak Juan lg cemburu sama lo Ri!".


"Hahahahahhah". Kelakar ku.


"Loh? Kok ketawa?". Ujarnya heran.


"Ya abisnya lo bilang kalau dia cemburu sama gue? No, mustahil".


"Kok mustahil? Menurut penerawangan gue nih, gue yakin 100% kalo pak Juan cemburu!". Ujarnya penuh keyakinan.

__ADS_1


"Gimana bisa cemburu, kalau dia udah punya cewek yang dia suka". Ucapku dengan nada yang sedikit kecewa.


"Hah? Serius? Tau darimana lo?".


"Tau lah, udah ah. Pusing gue". Ujarku yang mulai jengah.


"Tapi biasanya firasat gue selalu bener deh". Celetuknya lagi.


"Kaaaannn?".


_______________


"Ri, buruan. Anak-anak udah dilapangan semua". Teriak Kania.


"Iya, bentar. Gue benerin sepatu dulu".


Yup, hari Kamis. Saatnya olahraga. Pelajaran olahraga adalah salah satu pelajaran yang sangat ku gemari, terutama bulu tangkis. Hari ini kelasku ada pertandingan dengan anak kelas IPA, dan pastinya aku tidak ingin ketinggalan berpartisipasi.


"Semangat semangat". Suara sorak sorai dari perwakilan kelas masing-masing. Aku jadi tambah semangat mendengarnya.


"Ri, semangaaaaattttt". Teriak salah seorang laki-laki, siapa lagi kalau bukan Jaka.


"Semangat Ri semangat". Teriak anak-anak lainnya.


Ya, pertandingan hari ini dimulai dengan permainan tunggal wanita. Dan akulah yang mewakilinya.


_____________


Di detik-detik terakhir aku memenangkan pertandingan dengan skor 25-20.


Kami berpelukan dan jingkrak-jingkrakan bersama, saking semangatnya aku tidak menyadari bahwa aku menginjak kerikil sehingga aku terpeleset dan jatuh.


"Awww". Pekik ku kala bokongku terhempas cukup keras.


"Lo ngga papa Ri?". Ujar beberapa temanku yang khawatir dan membantu ku berdiri.


"Aduh". Pekik ku, aku merasakan nyeri pada bagian mata kaki ku.


"Kayaknya kaki lo terkilir deh Ri?". Ujar Kania.


"Ada apa?". Tanya pak Riko, guru olahraga ku.


"Ini, kakinya Riri terkilir pak". Sahut Kania.


"Yaudah, tunggu apalagi. Bawa Riri ke UKS?!". Perintah pak Riko.


"Iya pak". Jawab beberapa temanku.


Aku di papah Kania dan juga Sasha ke ruang UKS.


"Aduh, kalian kelamaan deh". Ujar sebuah suara mengejutkan kami.


Tanpa disuruh Jaka langsung menggendongku di pundaknya.

__ADS_1


"Lo ngapain?". Pekik Kania yang melihat Jaka menggendongku.


"Mau nyulik Riri, ya mau bawa ke UKS lah". Ujarnya, tanpa mempedulikan ocehannya Kania lagi, dia langsung membawaku.


"Eh eh, Jak. Turunin gue". Pekik ku sambil menepuk-nepuk pelan bahunya.


"Kelamaan nunggu lo jalan pake kaki pincang begitu". Sahutnya, yang semakin mempercepat langkah kakinya.


_____________


"Nah, gini kan cepet sampainya". Ujar Jaka yang menurunkan ku dari pundaknya dan membantu ku duduk di atas ranjang UKS.


"Iya iya, thanks ya". Ucapku.


"Aduh, engap gue". Kata Kania dengan napas yang tersengal begitu juga dengan Sasha.


"Bu Ratihnya mana?". Kata Sasha celingukan mencari bu Ratih yang bertugas menjaga UKS.


"Iya, mana ya?". Sahut Kania dan Jaka.


"Eh buruan Kan, Jak. Tandingnya udah mau mulai tuh". Teriak Gandi memanggil Kania dan Jaka, karna sekarang adalah giliran mereka untuk tanding berkelompok.


"Udah cepetan sana". Suruh ku.


"Tapi lo gimana?". Tanya mereka berbarengan.


"Gue bisa nunggu sendiri kok, palingan bentar lagi bu Ratih dateng". Ujarku.


"Serius?". Tanya Kania lagi.


"Iya, buruan sana". Sahutku meyakinkannya, agar Kania tidak perlu mengkhawatirkan ku.


"Yaudah, nanti gue balik kesini lagi". Ujar Kania sebelum keluar.


"Iya, bawel". Sahutku.


Sekarang tinggal lah aku sendirian di UKS ini, ku lihat di luar pintu belum juga ada tanda-tanda bu Ratih muncul.


"Bu Ratih kemana ya?". Gumamku, sambil terus memperhatikan kearah luar pintu UKS.


"Sambil nunggu, tiduran aja kali dulu ya. Hehhe". Ujarku yang kemudian berbaring membelakangi pintu sambil asik mengotak-atik ponsel genggam ku.


Beberapa menit kemudian ku rasakan ada tangan seseorang yang menyentuh kaki ku tepat di mata kaki ku yang terasa sakit.


"Aduh". Pekik ku. Kala tangan itu menyingkap kaos kaki ku dan menyentuh tepat di tempat yang sakit. Lalu aku membalikkan tubuhku untuk melihat siapa kira-kira yang menyentuh kaki ku saat ini.


"Pak Juan?!". Ujarku terkejut bukan kepalang melihat sosoknya yang saat ini memegang kakiku.


"A..apa yang bapak lakukan?".


❤️❤️❤️


Aku kasih yang uwu² ya, silahkan berhalu ria yeorobun 😚

__ADS_1


Jgn lupa tinggalkan jejak di novel recehku ini ya, sayang banyak-banyak untuk kalian para readers ku tercinta 😚


__ADS_2