Kepsek, I Love You

Kepsek, I Love You
Malam Pertama!


__ADS_3

❤️❤️❤️


Entah karna aku menginginkannya sekarang atau aku sudah tidak bisa menahannya lagi. Yang jelas aku akan menerima dengan senang hati jika suamiku menginginkannya sekarang.


"Apa kamu yakin sayang? Setelah aku memulainya, kamu tidak akan bisa mundur lagi." Ujarnya menatap lekat pada netra pekatku.


"Ehm.." Ujarku mengangguk. Rasanya napasku sedang diburu sekarang, aku merasakan ada yang aneh dengan tubuhku, terutama bagian bawahku.


"Jangan harap kamu akan tidur malam ini!" Sambungnya tersenyum penuh arti.


Belum sempat aku membalas perkataannya, b*b*rku langsung di lahapnya habis. Dia menc*um* b*b*rku dengan sangat lembut sehingga aku menikmatinya dan perlahan bisa mengimbangi pergerakan lid*hnya. Napasku rasanya kian memburu, ketika dia berhasil melepas 1 kancing baju bagian atasku, perlahan tapi pasti, kini dia berhasil melepas seluruhnya.


Rasanya tubuhku sekarang bergetar dengan sangat hebat, tak pernah sebelumnya aku merasakan hal seperti ini. Tanpa ku sadari sekarang dia berhasil menanggalkan semua pakaianku. Ketika aku menyadarinya, aku langsung menyilangkan kedua tanganku di dada.


"Kenapa sayang?" Tanya nya.


"Ri.. Riri malu mas." Sahutku dengan pipi yang mungkin sudah sangat memerah sekarang.


"Biar kamu ngga malu, aku akan melakukan hal yang sama." Ujarnya sebelum bangkit dari atasku. Betapa terkejutnya aku melihat apa yang di lakukannya.


Glek


Aku menelan saliva ku dengan kepayahan. Sebelumnya aku memang pernah melihatnya tidak menggunakan baju, tapi entah kenapa sekarang aku benar-benar gugup dari sebelumnya. Bahunya yang bidang serta otot dada dan juga perutnya membuatku membelalak kaget.


"Ya Allah, ciptaan-Mu benar-benar.." Batinku.


Glek


Lagi-lagi aku menelan saliva ku ketika dia ikut menanggalkan semua pakaiannya.


"Be..benda apa lagi itu?" Batinku, mataku membulat sempurna menatap benda yang sangat asing itu. Bahkan aku sampai tidak bisa mengedipkan mata saking terkejutnya.


Lalu dia kembali menindih tubuhku.


"Apa kamu siap sayang? Aku akan melakukannya dengan perlahan." Ujarnya berbisik lembut di telingaku. Membuatku semakin merinding, degub jantungku sudah tidak bisa di atur lagi sekarang. Seakan meledak sebentar lagi.


🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈


Akhirnya, malam ini adalah malam pertama bagiku dan juga suamiku. Aku tidak menyangka akhirnya aku bisa sampai pada tahap ini. Sembari melalui malam yang panas ini, pikiran-pikiran tentang masa lalu kembali menghampiriku. Aku mengingat saat pertama kali aku bertemu dengan mas Juan, aku langsung jatuh cinta padanya dan bertekad akan menjadikannya milikku selamanya, tidak ku sangka dari omongan yang tidak berdasar itu, akhirnya semuanya terwujud hari ini, bahkan sekarang kami menyatu tanpa celah. Memang dari awal tidak ada yang mudah bagiku untuk sampai pada tahap ini, kesalah pahaman dan juga pertengkaran selalu menghiasi awal-awal perkenalan kami, hingga akhirnya kami mengenal satu sama lain, dan mengembangkan perasaan hingga benar-benar kokoh. Sungguh, aku sangat bahagia. Ku rasa hidupku sudah benar-benar lengkap sekarang.


Dan benar saja, mas Juan sama sekali tidak membiarkan ku tidur malam ini. Dia benar-benar mengajakku melalui malam yang sangat panjang dalam balutan kehangatan. Tapi tentu saja aku tidak keberatan, karna aku juga sangat menikmatinya, mweheheh..


____________


Kicauan burung yang cukup nyaring berhasil menyadarkan ku, tapi aku masih belum bisa membuka kedua mataku. Rasanya benar-benar berat sekali, mas Juan benar-benar tak kenal ampun, aku tidak bisa beristirahat sedikitpun. Ditambah lagi badanku yang terasa sangat lelah sekali, rasanya seperti aku mengelilingi seperempat kota J, ah.. benar-benar melelahkan rasanya 😥.


Sesaat aku mengerjap-ngerjapkan mataku, berusaha untuk bangun. Dengan sedikit ku paksakan, akhirnya aku berhasil duduk sekarang. Ku lihat mas Juan yang masih terlelap di sampingku.


"Kenapa wajahnya terlihat sangat berseri sedangkan aku kelelahan?" Gumamku.


Sesaat aku tersenyum melihatnya sebelum berusaha bangkit untuk mandi. Namun saat aku menggeser kakiku hendak turun dari ranjang, aku merasakan nyeri dibagian bawahku.


"Ahh.." Pekik ku cukup keras sehingga membuat orang yang tertidur pulas di sampingku tiba-tiba terbangun.


"Kenapa sayang?" Tanya nya khawatir.

__ADS_1


"Sakit!" Rengekku.


"Sakit? Dimana yang sakit?"


"Disini." Sahutku sambil menyentuh bagian bawahku dari luar selimut.


"Coba ku lihat." Ujarnya yang tiba-tiba ingin menyingkap selimut yang menutupi tubuhku.


"Mas Juan ih.. mau ngapain." Sungutku sambil memukul tangannya pelan.


"Katanya sakit, biar ku periksa." Ujarnya dengan santainya.


"Ngga usah, masa mau diliatin. Kan malu." Ujarku, tiba-tiba pipiku kini kembali merona.


"Kenapa malu, lagian tadi malam aku sudah..."


"Mas.." Pekik ku yang menghentikan ucapannya, bisa-bisanya dia mau mengatakan itu dengan gamblangnya.


"Ehehehe.. ngomong-ngomong apa aku boleh melakukannya lagi sekarang?" Tanya nya sambil merangkul pinggulku.


"Mas!" Ujarku melotot.


"Kenapa? Biar sakitnya hilang. Yah.. yah.. sekaliiii aja." Rengeknya.


"Ngga mau, ini masih sakit banget mas." Tolak ku. Ini saja rasanya sudah sangat sakit, ditambah tubuhku yang rasanya seperti habis di keroyok. Bisa-bisa nanti aku tidak bisa bangun lagi.


"Ayolahhhh.. sekali saja!" Ujarnya cengengesan.


"Mas Juaaannnn..."


Alhasil aku harus mengajukan izin sakit hari ini, rasanya aku benar-benar sulit untuk berjalan. Haishhh, mas Juan benar-benar membuatku tidak berdaya sejak tadi malam.


____________


Dengan sedikit kesusahan, aku menuruni anak tangga satu persatu. Oiya, aku cuma sendirian dirumah hari ini yang cuma ditemani oleh bi Ningrum dan asisten rumah tangga lainnya. Kedua mertuaku pergi pagi-pagi sekali kerumah kakak dari ibu mertuaku. Sedangkan mas Juan, tentu saja dia ke sekolah. Dia terlihat tidak lelah sama sekali, bahkan terlihat sangat bersemangat, awalnya dia memang ingin menemani ku dirumah hari ini, tapi aku memaksanya untuk ke sekolah. Kalau dia dirumah, bisa-bisa aku mati di tempat 😥.


Dengan sangat hati-hati dan perlahan aku duduk di atas sova.


"Ahhh, hshhh.." Ujarku meringis, mau duduk saja penuh perjuangan seperti ini.


"Mau minum apa neng?" Tanya bi Ningrum yang tiba-tiba datang entah darimana mengagetkan ku.


"Eh bibi. Ngga usah bi, Riri cuma mau nonton tv aja kok." Sahutku tersenyum.


"Oh yasudah, kalau begitu bibi tinggal jemur pakaian dulu ya neng." Ucap bi Ningrum sebelum meninggalkan ku.


"Iya bi." Sahutku.


Setelah kepergian bi Ningrum, aku kembali memfokuskan penglihatan ku pada layar tv di depanku.


Saat tengah asik menonton tv, tiba-tiba bel berbunyi. Mau tidak mau aku harus berdiri untuk membukakan pintu, karna bi Ningrum sedang sibuk sekarang.


"Dennis?"


"Holla! Kok Lo dirumah? Libur?" Tanya Dennis pertama kali ketika masuk.

__ADS_1


"Iya, lagi ngga enak badan." Jawabku.


"Kamu sendiri ada keperluan apa? Mau ketemu ibu sama ayah?" Ujarku bertanya balik.


"Ngga kok, gue cuma mau ngambil baju gue. Hehhe.."


"Wah, kayaknya bakalan pindah permanen nih." Ujarku sambil duduk kembali ke atas sova.


"Tapi kan gue masih bisa sering kesini kali, meskipun udah ngga nginep disini." Sahutnya yang juga ikut duduk di sova di seberang ku.


"Oiya, kak Juan mana?"


"Ya di sekolah dong."


"Ya kali gitu, nemenin Lo yang lagi sakit. Dia kan paling panik kalo Lo lagi sakit."


"Cuma demam ini." Ujarku berbohong.


"Oiya Ri, gue mau tanya dong."


"Tanya apa?"


"Cewek itu paling seneng dikasih hadiah apa? Yang berkesan gitu, yang bener-bener ngga bisa dilupain." Tanya Dennis yang terlihat antusias.


"Buat cewek yang waktu itu yaa?" Tebak ku.


"Ehehehe, tau aja Lo." Ujarnya tersipu.


Drt drt..


"Eh, bentar-bentar." Ujarku, yang melihat layar telponku menyala. Ternyata ada panggilan masuk dari "suamiku".


"Halo!"


"Kamu lagi ngapain? Sudah makan belum? Masih sakit? Apa aku perlu pulang kerumah sekarang?" Ujarnya yang menghujani ku dengan rentetan pertanyaan.


"Ri, gue ke atas dulu ya. Ingat, gue tunggu jawaban Lo." Ujar Dennis sebelum naik ke atas.


"Itu Dennis? Ngapain dia disana? Dan tadi apa maksudnya, jawaban? Jawaban apa maksudnya?"


"Ah Dennis kenapa dia ngomong kayak gitu tadi, bikin pr aja sih." Batinku.


"Apa dia meminta jawaban kamu atas pengakuan cintanya?" Ujarnya tiba-tiba.


"Apaan sih mas? Ngga!"


"Aku pulang sekarang!"


"Eh.. eh.. kak. Halo.. halo!"


Tut tut tut..


"Ya ampun!" 😣


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2