Kepsek, I Love You

Kepsek, I Love You
Menyebalkan!


__ADS_3

❤️❤️❤️


Moodku hancur pagi ini, padahal kemarin sudah semangat-semangatnya untuk mengambil gambar hari ini bersama Dennis, Kania dan juga pacarnya. Tapi, tiba-tiba hal tak terduga yang tidak ku inginkan terjadi.


Drt drt...


Sebuah pesan tiba-tiba masuk, seketika membuyarkan lamunanku.


"Dennis?" Batinku, ketika melihat nama pengirim pesan dari layar hp ku yang menyala. Tanpa membuang waktu lagi aku langsung membaca pesan darinya.


Dennis : "Bentar lagi gue berangkat jemput Lo Ri."


Astaga, aku benar-benar lupa. Kemarin Dennis bilang, dia akan menjemputku pagi ini.


"Bodoh banget, kok bisa sampai lupa. Ini semua gara-gara Pak Juan!" Rutuk ku dalam hati.


Balas


"Oh iya, aku lupa ngasih tau Den. Aku di antar sama supir, kita langsung ketemuan di cafe aja ya."


Sent


1 menit kemudian, hp ku kembali bergetar.


Drt drt..


Dennis : "Oh gitu, OK. Gue otw sekarang."


-


"Heh" Ujarku yang dengan sengaja menghela napas cukup keras.


"Kenapa? Kau keberatan jika aku ikut?" Tanya sebuah suara.


"Udah tau pake nanya." Gerutuku dalam hati.


"Ngga!" Jawabku cepat tanpa menoleh ke arah sumber suara.


"Ekspresi mu mencerminkan semuanya."


"Ck, lagian Bapak kenapa ikut sih? Kemarin waktu Riri minta temenin cari fotografer ngga mau. Sekarang giliran Riri mau pergi sendiri, malah maksa mau ikut. Nyebelin banget." Yup, supir yang ku sebutkan tadi, tak lain dan tak bukan adalah Pak Juan.


Beberapa hari yang lalu aku memintanya untuk menemaniku mencari seorang fotografer tapi dia menolaknya, bahkan ketika aku memohon. Sepertinya dia memang sengaja, agar aku tidak lolos saat audisi 😒. Tapi nyatanya keberuntungan masih berpihak padaku 😎 bak dewa penolong, Dennis selalu datang ketika aku benar-benar membutuhkan pertolongan. Dan Pak Juan tidak bisa menghalang-halangi ku lagi. Tapi setelah keberuntungan ternyata masih ada kesialan yang menghampiriku 😣.


2 jam yang lalu


Flashback on


"Bapak mau kemana?" Tanyaku ketika melihatnya berpakaian rapi pagi Minggu ini.


"Aku ada janji dengan temanku." Sahutnya sambil mengenakan jam tangannya.


(Aku kasih visualnya ya 😚)

__ADS_1



"Asiiiiiikkkkk.. kebetulan banget nih." Batinku, kegirangan.


"Ohhh gituuu, pulangnya kira-kira jam berapa Pak?" Ujarku tersenyum manis ke arahnya.


"Mungkin sore, atau bahkan akan sampai malam."


"Ohhhhhh..." Ujarku lagi dengan senyuman yang semakin mengembang.


"Ada apa denganmu? Kenapa kau tersenyum seperti itu?" Tanya Pak Juan menatapku heran.


"Apa kau begitu senang kalau ku tinggal pergi?" Tanyanya lagi dengan tatapan menyelidik.


"Ah Bapak" Ujarku sambil menepiskan tanganku ke udara.


"Mana mungkin? Riri cuma senang, Bapak bisa menghabiskan waktu bersama teman-teman Bapak, biar Pak Juan juga ngga terlalu stres mikirin kerjaan mulu." Ujarku dengan omongan manisku.


Dia kembali mengernyit menatap bingung padaku.


"Kalau gitu, Riri mau mandi dulu ya Pak." Aku kembali tersenyum lalu segera beranjak berjalan menuju kamar mandi.


Saat sudah berada di ambang pintu, aku kembali berbalik.


"Oiya Pak, hati-hati di jalan ya?!" Ujarku lagi dengan nada yang sangat manis, lalu kembali menyunggingkan senyum cerah ku sebelum benar-benar masuk ke dalam kamar mandi dan hilang dari pandangannya.


-


"Kalo gini kan enak, jadi aku ngga perlu repot-repot minta izin, kalau minta izin pun pasti ngga di izinin. Tapi kalau Pak Juannya yang pergi, ceritanya akan berbeda. Aku cuma harus pergi setelah dia pergi dan pulang sebelum Pak Juan pulang, hehehe.." Ujarku dengan seringai licik ku.


"Pak Juan sekarang pasti sudah berangkat kan?" Ujarku bertanya pada diriku sendiri.


Aku keluar dari kamar mandi dengan hati yang gembira sembari bersenandung ria.


"Lalalalalalala.. Lalalalalalala.. Lalala.....


"Kau terlihat sangat bahagia sekali?" Ujar sebuah suara yang sontak membuat ku terkejut.


Tanpa menunggu lagi aku langsung memutar badan ke arah sumber suara itu.


"Pak Juan?" Pekik ku di barengi dengan tatapan mata yang membulat sempurna.


"Ke.. kenapa Bapak masih disini?" Aku benar-benar terkejut di buatnya.


"Menurutmu kenapa?" Ujarnya dengan senyuman liciknya.


"Pa.. Pak Juan mau apa?" Tanyaku tergagap ketika Pak Juan bangun dari duduknya lalu berjalan mendekat ke arahku.


"Mana mungkin aku bisa tenang meninggalkan istri kecil nakalku ini sendirian?" Ujarnya yang terdengar seperti berbisik sambil membelai lembut pipiku.


Glek


Flashback off

__ADS_1


"Dasar macan licik, domba berbulu rubah, kucing bertanduk rusa, kelinci berkepala ular" Umpat ku dalam hati.


Bisa-bisanya dia membohongiku. Setelah diam-diam membaca pesan di handphoneku, dan mengelabui ku. Dan sekarang dengan tidak tau malunya dia malah ikut denganku. Benar-benar hari yang sial.


-


"Oh jadi ini supir Lo Ri?" Ujar Dennis mengulum senyum.


"Supir?" Kata Pak Juan yang langsung menatap tajam padaku.


"Eh, ehm.. kita berangkat sekarang yuk, nanti kesiangan." Ujarku yang menghindari tatapan Pak Juan dan melengos begitu saja melewatinya.


"Jadi, kita pakai mobil siapa?" Tanya Dennis.


"Mobil masing-masing saja." Ujar Pak Juan.


"Kita berdua ikut Lo ya Den." Kata Kania menunjuk pacarnya.


"Ok."


"Riri, juga ik...


"Kau ikut denganku." Ucap Pak Juan tiba-tiba lalu menarik tanganku , menyeret ku agar masuk ke dalam mobilnya.


"Tapi Pak, Riri harus ikut mobilnya Dennis. Ada yang mau Riri bahas mengenai pengambilan foto nanti."


"Kau bisa membahasnya nanti setibanya disana."


"Tapi, Pak.."


"Sudah, masuk!" Perintahnya.


"Ck, nyebelin banget sih. Senengnya bikin orang jengkel mulu." Gerutuku dalam hati, tapi meskipun menggerutu tetap saja aku melakukan apa yang disuruhnya.


Kurang lebih 2 jam akhirnya kami tiba di sebuah desa yang cukup jauh dari perkotaan.


Awalnya ku lihat biasa saja, sama seperti desa pada umumnya. Tapi ketika kami memasuki lebih jauh desa ini, wow.. aku benar-benar takjub akan keindahan pemandangan yang mengelilinginya. Aku tersenyum melihatnya, karna pemandangan ini mengingatkan ku pada waktu itu, ketika aku bersama Pak Juan, serta kedua orangtua kami mengunjungi villa keluarga Pak Juan yang ada di puncak.



"Waaahhh, cantik banget!" Ujarku takjub saat pertama kali turun dari mobil.


"Gimana? OK ngga?" Kata Dennis menghampiriku dan Pak Juan.


"OK bangeeeettttt.. "Sahutku dengan mata yang berbinar-binar.


"Apa perlu sejauh ini hanya untuk pengambilan beberapa foto saja?" Celetuk Pak Juan yang tiba-tiba membuatku kesal.


"Untuk hasil yang bagus, kita perlu datang ke tempat yang tepat dan bagus juga dong kak."


"Memangnya sudah yakin akan lolos seleksi? Sia-sia saja datang ke tempat yang bagus, kalau tidak lolos." Ujarnya lagi yang membuatku semakin kesal.


"Kalau Bapak ikut kesini cuma mau bikin Riri kesel, lebih baik Pak Juan pulang aja deh sana. Bikin sewot aja." Ujarku kesal, lalu pergi meninggalkannya.

__ADS_1


"Apa-apaan sih? Kalo dia ngga mau bantuin, se enggaknya dia bisa diam kan? Bikin mood orang ancur aja. Menyebalkan!" 😒


❤️❤️❤️


__ADS_2