Kepsek, I Love You

Kepsek, I Love You
Rahasia Terbongkar


__ADS_3

❤️❤️❤️


Tak henti-hentinya aku menyunggingkan senyum hari ini, apalagi saat bertemu dan bertatap muka dengan mas Juan, bibirku secara otomatis tertarik kesamping dengan sempurna. Aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia ku ketika melihatnya. Apalagi saat mengingat tadi pagi, dia membuatkanku sarapan untuk pertama kalinya setelah kami menikah. Ya, meskipun rasanya agak asin. Tapi, tidak masalah, yang penting cintanya selalu manis untuk ku, hehhe.


Sekarang jamnya istirahat, hanya ada aku dan Kania didalam kelas.


Sebenarnya, tadi pagi aku dan mas Juan mampir ke salah satu rumah makan langganan kami untuk membeli makanan kesukaanku untuk makan siang di sekolah, jadi aku tidak pergi ke kantin hari ini. Dan aku juga minta dibelikan porsi lebih, karna aku juga ingin berbagi dengan Kania. Jadi, hari ini aku dan Kania makan bersama didalam kelas dengan makanan dan minuman yang sudah kubeli tadi pagi. Kania tentu saja senang, karna dia bisa menghemat uang makan siangnya hari ini.


"Sering-sering aja ya Lo Ri, nraktir gue. Pahala Lo nambah pasti." Ujar Kania dengan suara yang tidak jelas karna mulutnya yang penuh dengan makanan.


"Pilih salah satu dong, kalo mau makan ya makan, minum ya minum, jangan di gabung gitu. Keselek baru tau rasa Lo." Balasku.


"Hehhe, enak banget sumpah. Mantul!" Tambahnya, dengan mengacungkan kedua jempolnya kehadapan ku.


"Cih, yaudah abisin."


"Eeeeee..."


Kania bersendawa dengan kerasnya.


"Ngga ada anggun-anggunnya Lo jadi cewek. Kasian gue sama cowok Lo."


"Itulah pesona gue." Balasnya dengan PD-nya.


"Dih.."


"Ohoho.. oiya, sekarang cerita ke gue."


"Cerita? Cerita apa?" Tanyaku pura-pura tidak mengerti, padahal aku tau betul apa maksudnya, ehehe..


"Heleh, ngga usah pura-pura Lo. Pasti ada sesuatu kan, dari tadi pagi Lo nyengir mulu, ampe mau kering tu gigi." Seru Kania.


"Eheheheh.." Aku terkekeh, seraya menggaruk-garuk tengkuk leherku yang sebenarnya tidak gatal.


"Nyengir mulu, ayodong cerita. Gue udah penasaran akut nih. Mumpung anak-anak masih pada dikantin." Ujar Kania yang terus membujukku. Tapi sebenarnya aku juga sudah tidak tahan untuk membagi kabar bahagia ini, jika tidak mengingat posisiku dan mas Juan sekarang, mungkin aku sudah mengatakan pada semua orang.


"Mas Juan ngelamar gue kemaren di amazing island." Ujarku malu-malu meong.


"Whaaaattt?"


"Shutttt, jangan keras-keras dong." Ujarku seraya meletakkan telunjukku di depan mulutnya.


"Bukannya di amazing island itu rame ya? Dia ngelamar Lo di depan banyak orang?" Tanya Kania dengan suara yang lebih pelan.


"Ngga kok, cuma ada gue sama dia. Bahkan gue bisa naikin semua wahananya tanpa ngantri. Sumpah seru banget Kan, meskipun gue cuma naik sendirian. Tapi menurut gue lebih enak sendirian sih, lebih puas dan bebas."

__ADS_1


"Oh My God!" Ucap Kania seraya menutup mulutnya.


"Kenapa?" Tanyaku bingung.


"Pak Juan keren bangeeeettttt, bahkan dia rela nyewa seluruh tempat cuma buat Lo. Gila sih, another level banget laki Lo Ri. Jiwa missqueen gue meronta-ronta iriiiii... Gue juga pengen punya laki model begitu. Huaaaa.."


"Hahaha, ada-ada aja. Orang kemaren udah malem sekitar jam setengah 8, mungkin udah tutup, terus kayaknya security yang jaga juga ketiduran deh. Karna gerbangnya masih kebuka, jadi kami bisa masuk diem-diem."


"Heh, o g e b .." Ujar Kania sambil menoyor kapalaku.


"Aduh, kenapa si?"


"Lo tuh bener-bener ya. Mana ada security yang jaga taman bermain segede itu bisa ketiduran, Lo tau ngga yang jaga amazing island itu bukan cuma 1 atau 2 orang, tapi lebih dari 100 orang. Ya masa semuanya ketiduran. Dan asal Lo tau ya, amazing island itu baru tutup jam 12 malem. Dan Lo sama Pak Juan disana dari jam setengah 8 malem. Ya jelas-jelas masih buka lah." Terang Kania panjang lebar.


"Jadi?"


"Ya jadi, laki Lo nyewa seluruh tempatnya buat Lo."


Seketika aku langsung menutup mulutku dengan kedua tanganku, merasa takjub dengan apa yang dikatakan Kania barusan.


"Pantes aja kemaren pas gue pertama masuk, awalnya gelap banget Kan, kayak yang bener-bener udah tutup, ngga ada orang sama sekali, trus ngga lama kemudian semuanya tiba-tiba nyala termasuk air mancur disamping gue juga nyala, bener-bener cantik banget suasananya. Jadi dia beneran nyewa semua tempatnya cuma buat ngelamar gue?"


"Kyaaaaaaaaa..." Teriakku dan Kania secara bersamaan.


"Sweet banget sih Pak Juan, gue juga pengen di gituin 😥."


"Kyaaaaaaaa..."


Brakkkk..


"Apa?"


"Nikah?"


"Istri?"


"Ngelamar?"


Glek..


Astaga 😫


-


"Jadi Lo beneran udah nikah Ri? Sama Pak Juan?" Tanya Gandhi yang seolah masih tidak percaya.

__ADS_1


"I..iya!"


"Gila, ini bener-bener amazing banget. Jadi, Lo beneran udah jadi bininya guru killer itu?" Timpal Sherly.


"I..iya!"


"Gila gila gila, jantung gue hampir aja copot. Sumpah, ini aja gue masih deg degan. Wah, bravo Ri." Tambah Gandhi.


"Please guys, jangan kasih tau yang lain ya. Cukup kalian aja. Gue ngga mau ada masalah sebelum gue lulus." Ujarku memelas.


"Hehhe, tenang aja. Rahasia Lo bakalan aman sama kita. Ya ngga Gan?" Ucap Sherly.


"Yoi, kalem."


"Eh, tapi Ri.. soal Jaka gimana?" Tambah Gandhi.


"Iya, dia pasti bakalan sakit hati banget kalo tau Lo udah nikah. Mana kemaren keliatannya dia serius banget sama omongannya." Timpal Sherly.


"Itu juga yang bikin gue bingung sampai sekarang. Gue ngga tau harus ngomong kayak gimana buat jelasin semuanya biar dia juga ngga terlalu sakit hati dengernya."


"Mau Lo ubah semanis apapun penyampaian kata-kata Lo, tapi faktanya dia bakalan tetep sakit hati Ri dan itu ngga bisa dirubah." Sahut Kania.


"Iya juga ya, ngga tega gue liatnya. Dia juga salah satu teman baik gue."


"Halah, tumben Lo Gan ngga tegaan sama temen, biasanya juga bodo amatan." Ujar Sherly.


"Enak aja, gini gini gue juga masih punya rasa iba tau."


"Gelud aja udah gelud." Ucap Kania.


"Iya ya, sampai sekarang aku masih belum menjawab soal pengakuan Jaka waktu itu. Harus ngomong kayak gimana ya? Biar dia ngga ngerasa terlalu sakit hati." Batinku.


______________


Setelah memikirkan perkataan Gandhi, Sherly dan Kania tadi. Kini aku bertekad untuk mengatakan semuanya hari ini. Karna lebih cepat lebih baik bukan?


✉️ "Jak, sepulang sekolah bisa temuin gue di cafe seberang. Ada yang mau gue omongin."


Send


Setelah pesan yang ku kirimkan terkirim, tak berapa lama Jaka membalas pesanku.


📩 "Ok!"


Balasnya, seraya berbalik menatapku menyunggingkan senyum ke arahku.

__ADS_1


"Ya ampun Jak, gue bener-bener ngga siap kehilangan teman sebaik Lo." Batinku, seraya menatap nanar punggungnya yang membelakangi ku.


❤️❤️❤️


__ADS_2