Ketulusan Hati Istri Kedua

Ketulusan Hati Istri Kedua
Kepercayaan yang Hilang


__ADS_3

Keesokan harinya...


Raut wajah sedih tak bisa Riana hindari. Sebab hari ini, dia harus kembali ke Italia. Negara di mana ia diharuskan untuk mempertanggung-jawabkan sesuatu yang telah ia sepakati dengan Raras. Yang tak lain adalah ibu kandung dari gadis cilik yang saat ini telah sah menjadi putrinya secara hukum.


Riana tak ingin menyalahi aturan apapun. Baik tentang pernikahannya ataupun pekerjaan.


Namun, di balik itu semua, ada satu rahasia yang tidak akan di sangka oleh siapapun. Bahwa sejatinya dirinya telah menyiapkan sebuah serangan untuk Vico, yang tak lain adalah ayah kandung dari Shanshan atau pun untuk Raras sendiri, jika seandainya Raras memang masih hidup dan memiliki niat tak baik padanya.


Jika apa yang dipikirkannya adalah benar, Riana berjanji akan tetap mempertahankan Shanshan di sisinya. Sebab baginya, baik Raras maupun Vico sudah tidak memiliki hak untuk gadis kecil itu.


Biarkan semua orang mengatakan bahwa dirinya serakah, tetapi ini adalah tanggung jawab antara hidup dan mati Tanggung jawab antara sebuah kebenaran. Dan Riana yakin bahwa apa yang saat ini ia hadapi telah menempatkan dirinya pada sisi yang benar. Sungguh, Riana tidak gentar karena itu.


***


Di sisi lain, seorang pria marah besar ketika ia tahu bahwa wanita yang mengandung bayinya telah meninggal dunia.


Dia marah kepada orang-orang yang telah lalai mengawasi wanita itu. Terlahir ia mendapatkan kabar bahwa wanita itu telah berada di Bangkok. Lalu setelah ia hendak menyusul ke sana, sang wnaita telah hengkang dari negara tersebut. Dan para mata-matanya itu kehilangan jejak. Kehilangan jejak wanita yang ia nilai telah kabur membawa buah hatinya.


"Cari makam wanita itu sampai ketemu. Cepat cari info, apakah bayiku masih hidup atau mati bersama wanita penghianatan itu. Ingat, jangan pernah biarkan wanita jahat itu bernapas lega. Sebab napasnya adalah kebencian ku," ucap Vico kesal pada salah satu kepala preman uang bernaung di bawah pimpinan nya.

__ADS_1


Vico mencoba tidak gusar dengan tujuan awalnya. Yaitu bisa mendapatkan seseorang yang mungkin bisa dikatakan bahwa paling penting dalam hidupnya. Namun, sungguh dia ingin marah pada Raras. Ingin sekali ia memukul wanita itu. Kenapa begitu ceroboh dan bodoh? Sampai lalai menjaga kandungannya dan meninggal setelah melahirkan bayinya.


Selepas kepergian anak buahnya, Vico menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang kerjanya. Menangis meraung-raung di sana. Menyesal, kenapa tidak mengambil langkah cepat. Menikahi wanita itu.


Mengapa dia harus menunggu? Mengapa ia harus menunggu restu dari orang yang tidak pernah bisa mengerti arti cintanya? Mengapa harus menunggu restu yang tak kunjung tiba?


Menyesal.... tentu saja Vico menyesal. Bagaimana tidak? Ia begitu pacaya kepada kedua orang tuanya. Yang pada kenyataannya hanya menipunya. Selalu memberinya harapan palsu. Selalu berkata akan melamar Raras untuknya.


Lalu, setelah ia mengirimkan sejumlah uang yang orang tuanya minta, mereka tak kunjung melamar Raras untuknya. Sampai berita terakhir yang ia Terima adalah kematian Raras dan bayinya.


Sungguh, andai saat ini ada Raras di depan matanya, Mungkin Vico tidak akan membuang kesempatan itu untuk melepaskan wanita itu. Sebab sampai detik ini, dia juga masih sangat mencintai Raras.


Persetan dengan perjanjian Kerja. Persetan dengan bisnis yang pada kenyataannya ia hanya di jadikan mesin pencetak uang oleh mereka.


Berapapun uang yang ia dapatkan, nyatanya, tidak pernah cukup untuk mereka. Buktinya, setiap kali ia mau pulang ke Indonesia dan menemui Raras, mereka selalu melarang. Bahkan mengatakan Raras baik-baik saja.


Hanya dengan bermodalkan foto-foto Raras, Vico percaya. Bahwa itu adalah info nyata kalau mereka mejaga Raras untuknya.


Ternyata itu hanyalah trik mereka untuk memanbesarkan hatinya. Agar dirinya tetap di Australia, bekerja untuk mereka dan menghasilkan uang yang banyak untuk mereka.

__ADS_1


Menyadari dirinya hanya dimanfaatkan, akhirnya Vico memutuskan untuk mencari tahu kabar Raras dari orang-orang yang ia percaya. Dan kenyataan pahit pun akhirnya ia dapatkan..


Wanita yang ia cintai itu terakhir di ketahui berasa di Bangkok. Lalu orang suruhannya lalai dan kehilangan jejak.


Setelah itu, Vico mendapatkan berita yang mengatakan bahwa Raras meninggal setelah melahirkan bayinya. Namun sang informan sendiri masih belum yakin tentang kabar itu. Sebab jabat itu masih simpang siur di kalangan Alumni.


Sakit, kecewa, sedih dan ingin marah, seperti itulah rasa yang di rasakan oleh seorang Vico.


Bagaimana tidak? Kepercayaan yang ia tanam untuk kedua orang tuanya. Nyatanya telah dihianati dengan begitu sempurna. Sehingga menimbulkan kebencian luar biasa di dalam hatinya.


***


Di lain pihak, Riana kembali menemukan kejanggalan akan kematian Raras.


Wanita ini menemukan bukti yang unik.


Beberapa baju milik Raras yang ia simpan di lemari pribadi di kamar wanita itu hilang dengan cara misterius.


Lalu, di meja ada bekas botol susu. Setelah Riana cium, aroma botol susu tersebut, berbeda dengan aroma susu formula. Riana yakin, pasti ada yang tidak beres dengan kematian wanita itu.

__ADS_1


Bersambung... l


__ADS_2