Ketulusan Hati Istri Kedua

Ketulusan Hati Istri Kedua
Mirip


__ADS_3

Riana bukanlah wanita bodoh sebodoh ketika dia masuk ke dalam lingkaran percinta. Untuk membuktikan kecurigannya, Riana pun segera mencari info di mana ia bisa menyewa seorang agen rahasia yang bisa membantunya menyelidiki kasus ini.


Riana tak mungkin meminta Dilan membantunya. Sebab, bisa saja Dilan telah bersekongkol dengan wanita itu. Untuk menjebaknya, mungkin. Atau Raras memiliki rencana lain yang tidak ia ketahui.


Yang jelas, saat ini, hati dan pikiran Riana telah dipenuhi beribu kecurigaan dan juga beribu pertanyaaan. Riana tak mau percaya pada siapa pun perihal masalah ini, walaupun itu pada suaminya sendiri.


Untuk menuntaskan rasa penasarannya, Riana kembali membuat jebakan. Kali aja dia bisa berhasil menangkap seseorang yang ia curigai tersebut.


Kini target Riana bukan hanya Raras, Dilan dan juga sopir pribadinya. Riana juga mulai mencurigai pengasuh baby Shanshan yang pada awal masuk kerja padanya, wanita itu terlihat bukan seperti wanita sembarangan.


"Ya, Alexa pasti mengetahui sesuatu. Atau.... jangan-jangan," gumam Riana dalam kecurigannya.


"Ya Tuhan... tolong bantu aku memecahkan kasus ini. Tolong bantu aku mencari jawaban atas apa yang menimpaku sekarang!" pinta Riana dalam lamunannya.


Semenit kemudian ia teringat pada pegawai yang bekeja di rumah sakit di mana Raras dinyatakan meninggal. "Ya, aku harus mulai dari sana!" ucap Riana memulai mencari cara untuk membuktikan kecurigannya.


"Tapi, kira-kira mereka mau bantu nggak ya atau mereka sudah di bayar nona. Ahhhhgggrrr.... aku bisa gila jika begini!" teriak Riana kesal.


Pegawai rumah sakit! Membuat Riana ragu, jika mereka tidak mungkin mau memberinya keterangan. Lalu, harus bagaiamana lagi? Riana kesal sediri di buatnya.


***

__ADS_1


Di sisi lain, pesawat yang membawa Lando landing dengan selamat dari Bali menuju Surabaya. Terlihat senyum merekah di bibir pemuda tampan itu.


Memang, hati pemuda tampan ini sedang berbunga-bunga sebab malam ini gadis incaranya mau di ajak berkencan.


"Aku harus cari baju terbaik untuk acaraku malam ini," gumam Lando bersemangat. Ia pun tak menunggu waktu lagi untuk meluruskan niatnya.


Dengan semangat ia pun segera mencari taksi untuk mengantarkannya ke tempat tujuan.


Namun, ketika taksi yang ia nantikan berhenti tepat di depannya, tiba-tiba saja seorang perempuan tak punya sopan santun malah mendorongnya dan merebut taksi yang dengan susah oayah ia tunggu.


"Maaf ya, Mas... saya sedang buru-buru," ucap Wanita ceroboh itu dengan gampangnya.


Tak ingin mempermalukan dirinya sendiri Lando pun hanya diam dan menatap wanita yang menyepelekannya itu. Sampai taksi itu hilang dari pandangannya, pemuda tampan ini masih menatapnya tajam.


Tak ingin moodnya rusak gara-gara wanita tak jelas itu, Lando pun menghirup napas dalam-dalam, lalu mengembuskannya perlahan. Berusaha mengembalikan semangatnya yang hampir musnah oleh wanita menjengkelkannya itu.


Kesabarannya membuahkan hasil. Taksi yang ia pesan pun akhirnya datang juga. Lando segera meminta sopir taksi tersebut ke rumah kontrakannya untuk mengambil mobil.


Kali ini Lando tak ingin gagal ngedate. Gadis incarannya itu adalah gadis ter-the best menurutnya.Para sahabat-sahabatnya juga sangat mengidolakan gadis smart itu. Dan Lando merasa beruntung karena gadis tersebut mau jalan bareng dengannya.


Sesampainya di rumah, pemuda tampan ini pun langsung membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.

__ADS_1


Dengan hati riang ia pun langsung melajukan kendaraannya kepusat perbelanjan yang ia inginkan.


Sesampainya di tempat tujuan, Lando di kejutkan dengan gadis yang merebut taksinya di bandara tadi. Dengan senyum kicik pemuda tampan ini pun segera menghampiri gadis tersebut dan menarik kasar tangan gadis itu.


"Auuw ... siapa kamu!" pekik gadis itu terkejut. Tentu saja dengan tatapan penuh permusuhan.


Sedangkan Lando hanya melonggo, bukan masalah ketidaksopanan gadis itu. Tetapi wajah gadis itu mengingatkannya pada seseorang yang pernah ia lihat di mana. Lando mencoba mengingat siapa gadis itu dan di mana ia melihatnya.


Wajah yang tak asing itu seketika membuyarkan niat Lando untuk balas dendam pada gadis itu'


"Hay ... siapa anda? Kenapa anda berani pegang-pegang saya? Apakah anda mengenal saya?" cecar gadis itu kesal.


Namun, seakan tak mendengar apa yang gadis itu ucapkan. Lando masih memegang erat pergelagan gadis itu. Hingga ia barulah tersadar ketika gadis itu memukul tangannya.


"Auuuw sakit tau!" pekik Lando kesal.


"Sakit, sakit, siapa di sini yang sakit. Kenal enggak main pegang aja!" ucap gadis itu ketus.


Spontan, Lando pun melepaskan genggaman tangannya. Kemudiaan ia pun meminta maaf pada gadis pemarah tersebut.


"Sorry, Nona. Anda mengingatkan saya pada seseorang. Anda mirip sekali denganya," ucap Lando. Sebenarnya itu adalah jawaban yang jujur. Sayangnya sang gadis tidak peduli dengan itu.

__ADS_1


"dasar aneh!" gerutub gadis itu, kemudian tanpa kata gadis itu pun pergi meninggalkan Lando yang masih berusaha mengingat, di manakah gerangan ia melihat gadis itu.


Bersambung .....


__ADS_2