Ketulusan Hati Istri Kedua

Ketulusan Hati Istri Kedua
Suara Itu


__ADS_3

Tim yang dibawa Langit akhirnya menemukan fakta-fakta menarik perihal kejahatan yang Vicky dan keluarganya lakukan. Bukan hanya bukti file, ternyata di sana juga ada foto-foto di mana Vicky menandatangi beberapa perjanjian yang saat ini bukti itu sebagian telah lenyap. Entah bagaimana Vicky melakukan itu. Tetapi, Yuta yang awalnya hanya menyimpan bukti itu hanya untuk iseng belaka, ternyata bisa bermanfaat untuk hukum.


"Ini amazing, pria itu dan keluarganya sangat licik. Hebat sekali dia bisa memanipulasi semua ini. Bahkan termasuk beberapa saham yang ia beli hari hasil menipu." Langit menunjukkan file-file itu pada pihak penyidik.


Sedangkan beberapa dari mereka tidak mau kalah cepat. Mereka pun segera melaporkan hasil penemuan mereka pada pihak yang berhak mengeluarkan surat penangkapan untuk pria jahat itu.


"Terima kasih, Pak Langit, atas kesediaan Anda membatu tugas kami. Terima kasih sekali lagi, karena ini sangat berguna buat negara kita!" ucap salah satu penyidik.


"Sama-sama, Pak. Saya rasa tugas saya sudah selesai. Saya mohon undur diri!" ucap Langit berpamitan kepada para penyidik tersebut. Karena ia juga harus ke restoran dan gudang toko online yang ia kelola saat ini.


Langit ingin konsekuen dengan pilihannya saat ini. Tidak ingin terbebani dengan sesuatu yang mungkin tidak ditakdirkan untuknya. Langit hanya ingin damai dalam kehidupannya, tanpa di bayang-bayangi masa lalu yang menyakitkan itu.


Sayangnya, apa yang Langit lakukan hari ini telah menyakiti pihak musuh. Sehingga menimbulkan rasa dendam dalam hati mereka. Buktinya keluarga pihak musuh telan menyiapkan sebuah rencana licik untuk mencelakainya.


Bukan hanya mencelakainya, saat ini, anak buah Vicky juga sudah berada di rumah sakit di mana Yuta di rawat. Mereka juga membawa niat untuk melenyapkan wanita itu. Karena telah berani-berani membongkar rahasia yang seharusnya dia jaga.


Tepat pukul 10 pagi waktu setempat, anak buah Vicky yang menyamar sebagai dokter di rumah sakit tersebut berhasil masuk ke dalam di mana Yuta di rawat.


Kali ini keberuntungan milik pria penyamar itu. Karena saat ia masuk ke dalam ruangan Yuta, tak ada satupun penjaga yang berjaga di sana. Bukan hanya itu keberuntungan pria itu. Saat ia masuk sangat target juga sedang tertidur. Tanpa basa basi, pria itu pun mengeluarkan suntikan yang berisi racun. Dan menyuntikkannya di selang infus yang terhubung ke tubuh Yuta.

__ADS_1


Pria itu tersenyum. karena ia merasa tugasnya telah berhasil.


Selepas menjalankan tugasnya pria itu pun segera keluar. Namun, sepertinya pria itu tidak menyadari, bahwa penjaga sesungguhnya adalah CCTV yang terpasang di ruangan tersebut. CCTV yang dijaga dua puluh empat sama oleh pihak berwajib.


Pria penyamar bodoh itu juga tidak menyadari bahwa racun yang ia suntikan tidak masuk ke dalam tubuh sangat target. Sebab selang infus yang terlihat tertancap di pergelangan tangan Yuta ternyata hanyalah tipuan belaka.


Entah mengapa? Tiba-tiba saja Yuta memiliki firasat itu. Firasat tentang rencana Vicky perihal suntik racun itu. Itu sebabnya ia pun meminta petugas mendis untuk menata ulang infusnya agar seolah menancap di tubunya. Ini juga salah satu upaya Yuta untuk membantu pihak Kepolisian guna mencari bukti kebusukan pria tersebut.


Yuta terseyum dan memberikan kode ke arah CCTV yang mengawasinya, bahwa yang baru saja keluar adalah target. Anak buah Vicky yang ia curigai.


Di sisi lain, pihak berwajib yang mengawasi usaha Yuta menjebak anak buah Vicky pun segera bertindak. Dengan segera mengepung untuk menangkap dokter gadungan itu.


Dilain pihak, Langit sedang di hadang oleh beberapa pria bersenjata tajam. Ia sangat tahu bahwa orang-orang itu adalah orang suruhan Vicky. Sebab saat ini, orang yang berpotensi mencelakainya hanya pria itu. Pria berhati busuk yang tak bermoral.


Langit berusaha bersikap tenang. Meskipun jujur, ia amat sangat gemetar.


Spontan ia pun ingat bahwa mobil penyidik masih ada di belakangnya, dengan cepat ia pun segera menghubungi mobil tersebut dan meminta bantuan.


Sayangnya, panggilan itu tidak dijawab oleh mereka. Langit tak punya pilihan lain selain menghindari mereka. Melawan tidak mungkin. Sebab jumlah mereka terlalu banyak dan mereka membawa senjata tajam.

__ADS_1


Langit segera menginjak pedal gasnya, memundurkan mobilnya dan melarikan diri dari orang-orang yang menghadangnya.


Andrenalin Langit langsung terpacu tajam. Dengan skill mengendalikan mobil yang ia miliki akhirnya ia pun bisa lolos dari para penjahat itu.


Namun, Langit belum merasa lega, sebab terlihat ada mobil lain yang mengejarnya.


Langit mengumpat kesal. Ia pun terus menghubungi siapapun yang bisa dia hubungi. Tanpa sengaja ia memencet nomer telpon Raras. Nomer telpon yang saat ini dipegang oleh Riana.


"Hallo!" sambut nomer telpon yang sengaja Langit ambil dari daftar riwayat ponsel milik Riana. Namun, ia belum pernah sekalipun memiliki niat untuk menghubungi nomer tersebut.


"Hallo!" ucap seseorang di seberang sana. Langit langsung menatap layar yang ada di dasbor mobilnya. Dan di sana tertulis "Seseorang", spontan Langit pun tertegun. Meneguk kasar salivanya. Tak sanggup berucap. Lidahnya kelu. Keinginannya untuk meminta bantuan pin buyar. Karena ia tahu dan yakin bahwa saat ini yang sedang berbicara di telpon itu adalah Riana.


Wanita itu.... wanita yang ia rindukan sekaligus ia benci karena pergi tanpa berpamitan denganya.


"Hallo... siapa sih ini?" tanya wanita dari seberang sana lagi. Kali ini, konsentrasi Langit pecah. Tanpa sadar ia pun lebih dalam menginjak pedal gasnya. Hingga mobil oleng dan menabrak pembatas jalan.


Langit tak mampu mengendalikan mobilnya. Kecelakaan pun tak bisa ia hindari.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2