Ketulusan Hati Istri Kedua

Ketulusan Hati Istri Kedua
Sebab Akibat


__ADS_3

Langit segera naik ke kamar Yuta. Bergegas mencari ponsel bekas tersebut. Ia tak membutuhkan waktu yang lama, Karena sudah tahu tempat ia menyimpan ponsel tersebut. Setelah mendapatkannya, Langit langsung kembaki ke kamar untuk melanjutkan pencariannya.


Langit langsung mengisi baterai ponsel tersebut. "Bissmillah, semoga masih mau menyala," ucap Langit penuh harap.


Bersyukur, ponsel tersebut masih mau menyala, walaupun LCDnya ada bercak-bercak hitam. Sembari menunggu ponsel itu menyala dengan sempurna. Langit kembali menyalakan laptopnya. Dan melanjutkan rekaman-rekaman yang masih belum sempat ia buka.


Di sela-sela aksinya mencari barang bukti. Tiba-tiba ponselnya berdering. Sang mama yang kini menghubungi nya. Langit pun segera menyambut panggilan tersebut.


"Ya, Ma!" sambut Langit.


"Kabar buruk, Langit!" ucap Nana langsung tanpa basa-basi. Ucapan itu dibarengi dengan isakan tangis penuh kesedihan .


"Kabar buruk apa, Ma?" tanya Langit terkejut.


"Yuta keterlaluan, Langit. Dia bukan hanya memanipulasi perusahaan. Dia juga tidak membayar hutang yang tercatat atas nama Mama. Kamu ingat kan, dulu dia pernah memakai nama Mama untuk meminjam uang di bank. Dia tidak pernah mencicilnya Langit, terpaksa Mama harus membayar hutang itu. Karena itu menyangkut nama baik Mama. Sekarang, Mama tak punya tabungan sepeser pun. Lalu bagaimana cara kita membayar kontrakan dan biaya makan serta susu untuk Ara, Langit. Ya Allah, istrimu itu sungguh keterlaluan. Dia benar-benar biadab!" Nana menjerit penuh amarah.


Rasanya, ingin sekali ia menjambak rambut wanita keparat itu. Andai dia ada di depan matanya sekarang.


"Astaghfirullah... dia benar-benar tak melewatkan sedikitpun harta kita, Ma. Langit juga nggak tahu mesti gimana? Pikiran Langit hanya terfokus pada kasus Langit sendiri. Tidak memikirkan makan dan minum untuk kalian. Astaghfirullah hal azim... Maafkan Langit, Ma!" jawab Langit gugup.


"Lalu bagaimana kita hidup, Langit. Mama nggak mungkin menekan papamu. Beliau sudah cukup stres dengan keadaan ini. Tadi, ketika kami keluar dari rumah. Mama masih merasa tenang karena Mama masih memiliki tabungan. Tetapi setelah pihak Bank menelpon Mama dan mengharuskan Mama membayar hutang istrimu, sungguh, Mama merasa hancur Langit. Mama nggak punya apa-apa lagi untuk hidup. Ya Allah, Astaghfirullah... Yuta. Dia benar-benar iblis," umpat Nana lagi.


Langit tak bisa menjawab keluhan sang ibu. Karena dia sendiri bingung. Fokusnya terbelah. Langit kacau. Tak tahu harus berbuat apa.


***


Kabar terakhir yang Yuta Terima, sungguh membuat wanita ini tertawa sampai mengeluarkan air mata.

__ADS_1


Dia begitu senang dan puas akan apa yang terjadi pada keluarga suaminya itu. Rasanya, dendam yang selama ini ia pendam. Akhirnya terbalaskan dengan sempurna.


Ya, Lin Yuta melakukan ini semua bukan tanpa alasan. Dia membalas dendam kepada kedua orang tua Langit. Karena merekalah dia menjadi yatim piatu.


Dulunya, Kedua orang tua Yuta adalah teman bisnis kedua orang tua Langit. Entah apa yang terjadi, Tiba-tiba mereka bertengkar. Pertengkaran itu berakibat buruk pada pertemanan mereka. Sehingga mengakibatkan bisnis yang mereka bangun bersama bangkrut.


Tak ayal, mereka pun saling menyalahkan. Permusuhan dan persaingan akhirnya terjadi. Kabar terakhir yang Yuta tahu, kedua orang tua Langit sengaja mencelakai kedua orang tuanya. Hingga mereka mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat.


Sejak mengetahui kabar tersebut, dendam pun tumbuh di hati Yuta. Wanita ini berjanji akan menghancurkan keluarga itu sampai di titik terendah mereka . Meskipun nyawa adalah taruhannya. Yuta tidak peduli. Yang penting sekarang baginya adalah, dendamnya terbalas dengan sempurna.


"Duh yang seneng," canda Vicky ketika melihat sang kekasih sedang senyum-senyum sendiri sembari menikmati segelas wine mahal berwarna kuning keemasan itu.


"Tentu saja, kamu tahu kan, aku sudah lama menginginkan ini," jawab Yuta. Untuk menambah rasa bahagia Yuta. Vicky langsung duduk di samping wanita itu dan menciumi leher jenjangnya. Karena Vicky tahu, tempat itu adalah tempat kelemahan Yuta.


"Jangan sekarang, Sayang. Aku sedang tidak ingin!" tolak Yuta manja.


Sayangnya, Vicky yang saat ini sedang menyembunyikan sebuah tujuan, tentu saja tak mau kalah dengan penolakan itu. Tangan nakalnya juga ikut beraksi membuat wanita ini terlena.


"Emm, Sayang. Kamu nakal!" jawab Yuta sembari membalas aksi menyenangkan sang kekasih.


Melihat Yuta telah terbakar gairah, Vicky terseyum senang dan langsung melanjutkan percintaan panas mereka.


"Aku suka gayamu, Honey. Kamu luar biasa," bisik Vicky di tengah-tengah percintaan mereka.


Merasa aksinya mendapat pujian, tentu saja membuat Yuta semakin bersemangat menuntaskan hasratnya. Tak lama berselang, percintaan panas itu pun berakhir.


"Ahhh, kamu memang luar biasa, Sayang. Selalu bisa bikin aku senang. Emm, sini cium," ucap Vicky sembari mencium mesra bibir seksi Yuta.

__ADS_1


"Kamu nakal, Honey.. Selalu saja bisa bikin aku nggak bisa nolak," ujar Yuta sembari bergelut manja di dada sang kekasih. Untuk membuat Yuta semakin merasa dimanja dan dihargai, Vicky kembali memberikan kecupan di kening


"Eh, kamu belum cerita loh. Apa yang bikin kamu tadi senyum-senyum sendiri? " tanya Vicky basa-basi.


"Ya, aku senang karena akhirnya keluarga itu mampus juga. Makasih Sayang, kamu udah bantuin aku," ucap Yuta sembari tersenyum senang.p


"Sama-sama, Sayang. Ini semua berkat cinta dan kerja keras kita," jawab Vicky antisias.


"Emmmm, so cuit sekali cih," jawab Yuta manja, tak lupa ia pun kembali memberikan kecupan penuh cinta di bibir pria itu.


"Gimana perasaan kamu setelah melihat musuh Bebuyutanmu jatuh ke dalam lumpur duka?" tanya Vicky dengan nada meremehkan seperti biasa.


"Tentu saja senang, Sayang. Mami dan papi pasti bangga melihatku bisa membalas dendam mereka. Ternyata hanya butuh waktu tiga tahun untuk merobohkan keluarga brengsek itu. Tapi aku senang, bisa megelabuhi mereka, meskipun tidak mudah." Yuta menatap kosong ke arah mata memandang. Namun ia senang, sangat-sangat senang.


Vicky tersenyum. Untuk membuat Yuta semakin terlena, pria tampan inipun kembali menciumi leher sang kekasih.


"Udah, dong, Beib. Geli!" Yuta tertawa senang.


Melihat Yuta sedang dalam keadaan happy, ia pun langsung teringat tujuan awalnya datang ke apartemen sang kekasih.


"Eh, Sayang. Aku lagi ada proyek baru ni. Kamu mau nggak gabung!" rayu Vicky.


"Proyek apa itu?" tanya Yuta penasaran.


"Kita mau bikin bisnis karaoke. Kamu tahu kan, bisnis itu lagi banyak peminatnya. Soal pemandunya, Sultan bakalan suplay dari tempat dia. Kita tinggal mengawasi sambil ongkang-ongkang kaki aja. Duit bisa ngalir sendiri, Yang, iya ngga," jawab Vicky serius.


"Boleh juga tu, nanti kamu kasih aja rinciannya. Demi kamu, apa sih yang nggak," jawab Yuta tak kalah serius. meskipun memakai nada oenuh candaan.

__ADS_1


Vicky tersenyum senang, satu persatu tujuannya berhasil dengan mulus. Awalnya ia ragu, tapi ketika melihat celah, Vicky jadi bersemangat. Dan akhirnya niatnya berhasil dengan mulus tanpa kendala. Yuta ternyata begitu mudah ia perdaya.


Bersambung...


__ADS_2