Ketulusan Hati Istri Kedua

Ketulusan Hati Istri Kedua
Adu Cepat


__ADS_3

Tujuan untuk merebut cowok incaran sang adik tiri musnah sudah ketika ia sendiri terlibat dalam perasaan yang tidak ia kehendaki. Karen tidak ingin nantinya menyakiti dirinya sendiri maupun pria yang berhasil mengobrak-abrik jantung hatinya itu.


Bagaimana tidak? Misi yang ia rmban cukup berat. Meruntuhkan kelicikka ibu tirinya bukan perkara yang mudah. Ini berurusan dengan ambisi bukan hati.


Karen terus berperang dengan logikanya. Senantiasa mengabaikan keinginan hati. Agar permainan ini berhasil. Agar mereka bisa tahu, siapa dirinya sebenarnya.


Tak ingin terhanyut dalam keinginan fana, Karen pun memantapkan hatinya untuk tetap berangkat ke lokasi pemotretan.


Di sana ternyata pemotretan belum di mulai. Karena model perempuan tidak bisa hadir dikarenakan sakit.


"Kenapa belum mulai?" tanya Karen sedikit dengan nada tinggi. Sepertinya menunjukkan ketidaksukaannya pada situasi ini.


"Maaf, Bu. Model kita sedang sakit," jawab salah satu kru.


"Kenapa tidak cari ganti?" tanya Karen lagi, masih dengan emosi yang masih tinggi.


"Maaf, Bu. Kami tidak bisa mengambil keputusan tanpa persetujuan dari ibu atau menejer kami," jawab salah satu dari mereka.


Karenina hendak menaikan lagi emosinya, lalu Lando mendekati mereka dan mencoba meredam emosi yang big bos. Namun, ia punya cara yang unik untuk meredam emosi itu.


"Ngapain sih ribut-ribut kek gini, kami juga punya kesibukan yang lain. Sebaiknya cepat, atau kita bubarkan saja pemotretan ini," saut Lando sengaja memancing emosi sang wanita pujaan hati.

__ADS_1


"Sebentar, Mas. Kita harus diskusikan masalah ini sebentar. Mohon anda bersabar," ucap salah satu dari mereka mencoba menenangkan Lando.


"Aduh, dari tadi kami disuruh sabar melulu. Coba kalian jadi aku. Bisa nggak sabar, padahal jam dua siang aku harus terbang ke Manado. Cek, nggak profesional sekali sih!" balas Lando, jutek.


"Oke sebentar, jadi kita mesti pakek siapa yang bisa cepet aja," ucap Karen meminta pertimbangan krunya.


"Ngapain sih jauh-jauh cari model, kenapa nggak ibu aja? Ibu juga cantik kok. Keren!" celetuk Lando.


Spontan Karenina pun melotot ke arah Lando, "What? Aku... oh no... ini gila, jangan macam-macan ya kalian. Awas aja!" balas Karen kesal.


Namun, menurut para kru ide ini adalah gila terkeren sepanjang sejarah. Mereka pun langsung ikut-ikutan membujuk Karenina


Astaga, melihat para wajah kru yang menatapnya memelas, Karenina pun jadi tak tega. Meskipun saat menerima pekerjaan itu, dia sedikit menggerutu.


"Siapa bosnya di sini?" gerutu Karenina kesal.


Namun, seluruh kru terlanjur bahagia. Mereka pun berorak sorai mengetahui bos mereka mau membantu mereka dalam proyek besar ini.


Karenia telah siap, ia pun dimake up sedemikian rupa, hingga wajahnya terlihat sangat ayu dan lebih muda dari aslinya.


Sungguh, jangankan Lando, para kru saja pangling melihat perubahan yang ditunjukkan oleh Karenina. Wanita ini begitu cantik dan anggun luar biasa.

__ADS_1


Pemotretan di mulai, Lando dan Karen bersikap seprofesional mungkin. Tak ada saling memanfaatkan karena Lando mulai memahami sifat Karen. Bahwa wanita itu tidak suka dipermainkan.


Namun, tetap saja, di sela-sela kesempatan itu, Lando sedikit memberikan pujian pada wanita itu.


"Jaga kecantikanmu, hanya untukku! Paham!" bisik Lando tepat di telinga Karenina.


Karenina sendiri tidak menggubris ucapan itu. Meskipun sebenarnya dia gugup dengan paksaan itu. Dan ini adalah pengalaman paling gila menurutnya.


Bagaimana tidak? Lando tidak tahu bagaimana dirinya yang sebenarnya. Lando juga tidak paham seberapa bahayanya orang-orang yang saat ini sedang ia hadapi.


Please, Lan... tolong kita profesional. Jangan libatkan masalah hati dengan pekerjaan kita. Aku nggak mau nyakitin kamu, batin Karen. Sebab, apa yang terjadi antara hatinya dan hati pria ini harus di hindari. Jika tidak mereka akan masuk ke dalam jurang penderitaan.


Kenyataan hidup yang di jalani Karenina tak semudah bayangan. Setelah ini, ia harus bersiap menghadapi wanita yang ada nan jauh di sana. Wanita yang percaya padanya, namun terpaksa ia tipu demi menyelamatkan buah hati dari orang-orang yang menginginkan kematian bayi tersebutt.


***


Di sisi lain, apa yang Dilan mulai gusar, sebab Vico telah mengetahui kebenaran cerita tentang Raras yang telah meninggal dan bayi mereka di asuh oleh seorang wanita.


Dilan lebih was-was, karena pria itu di kabarkan telah sampai di Italia untuk mencari tahu kebenaran tentang kabar yang ia terima dari orang-orang kepercayaannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2